Tabrak Orang hingga Tewas dengan Mobil Dinas, Mendagri Portugal Mundur

Kompas.com - 04/12/2021, 08:13 WIB
Menteri Dalam Negeri Portugal Eduardo Cabrita saat menjawab pertanyaan jurnalis, ketika tiba di pertemuan para Menteri Luar Negeri dan Dalam Negeri Eropa di Brussels, 15 Maret 2021. POOL/OLIVIER HOSLET via AFPMenteri Dalam Negeri Portugal Eduardo Cabrita saat menjawab pertanyaan jurnalis, ketika tiba di pertemuan para Menteri Luar Negeri dan Dalam Negeri Eropa di Brussels, 15 Maret 2021.

LISBON, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Portugal, Eduardo Cabrita, pada Jumat (3/12/2021) mengundurkan diri setelah menabrak orang hingga tewas dengan mobil dinasnya.

"Saya tidak bisa membiarkan urusan ini digunakan secara politik (melawan pemerintah) jadi saya meminta untuk dibebaskan dari tugas saya", kata Cabrita kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Perdana Menteri Portugal Antonio Costa, berbicara pada konferensi pers terpisah, mengatakan dia menerima permintaan pengunduran diri Cabrita.

Baca juga: Orang Kepercayaan Duterte Mundur Jadi Calon Presiden Filipina

Pengunduruan diri itu dilakukan kurang dari dua bulan sebelum pemilihan legislatif, yang dilakukan setelah proposal anggaran 2022 yang diajukan oleh pemerintah sosialis minoritas Costa ditolak oleh parlemen.

Pada Juni, Cabrita sedang naik mobil dinasnya yang dikendarai sopir dan menabrak seorang pekerja jalan di jalan raya wilayah Evora selatan. Korban kemudian tewas.

Pada Jumat juga, sopir menteri itu dituduh melakukan kelalaian kriminal.

Sejak kecelakaan tersebut, penanganan kasus ini mendapat beberapa kritik keras. Cabrita dituduh melalaikan tanggung jawabnya dan ketidakpekaannya terhadap keluarga korban.

Sehari setelah kecelakaan, Cabrita membela dirinya sendiri dengan menjelaskan, tidak ada peringatan di jalan tol tentang pembersihan yang sedang berlangsung.

Namun, beberapa hari kemudian, perusahaan yang melakukan pekerjaan itu melawan klaim Cabrita dan menyatakan, rambu-rambu pekerjaan pemeliharaan sudah dipasang.

"Ini episode buruk, di mana ketidakpekaan manusia yang terburuk bertemu dengan sikap tidak bertanggung jawab politik yang paling tak tahu malu oleh seorang menteri," kata Joao Miguel Tavares, komentator untuk harian Publico.

Cabrita diangkat menjadi menteri dalam negeri pada 2017, tak lama setelah gelombang kebakaran hutan melanda Portugal, yang menyebabkan lebih dari 100 kematian. Sebelumnya ia menjabat sebagai wakil perdana menteri.

Baca juga: Baru Beberapa Jam Terpilih, PM Baru Swedia Magdalena Andersson Langsung Mundur

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Darurat Polusi Plastik: Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik

Global
Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Fisikawan Perancis Ciptakan Gelembung Ajaib, Butuh Lebih dari Satu Tahun untuk Meletus

Global
MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

MI5: Partai Komunis China Hendak Susupi Parlemen Inggris

Global
Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Iseng Periksa Folder Spam Email, Wanita Ini Temukan Jackpot Lotre Jutaan Dollar AS

Global
Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Sepekan Tsunami Tonga: Kronologi, Dampak, dan Kondisi Terkini

Global
Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Misteri Hilangnya Keluarga Jamison, Benarkah Jadi Target Sekte Sesat?

Global
Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Paus Fransiskus Khawatirkan Ketegangan Ukraina, Risiko Keamanan Bayangi Eropa

Global
Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Insiden Dyatlov Pass: Misteri Kematian 9 Pendaki Rusia di Tengah Salju

Global
Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Situasi Makin Panas, Keluarga Personel Kedutaan AS Diminta Tinggalkan Ukraina

Global
Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Situasi Rusia-Ukraina Makin Panas, AS Kirim Kapal Induk

Global
Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Covid-19 India Memburuk Lagi, Catat 300.000 Kasus 4 Hari Berturut-turut

Global
CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

CEO Pfizer: Pemberian Booster Covid-19 yang Terlalu Sering Bukan Skenario yang Baik

Global
Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Kebakaran California Lalap 1.500 Hektare Lahan, Ratusan Orang Dievakuasi

Global
Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Cium Kaki Ibu di Pengadilan, Pria Mesir Selamat dari Hukuman Mati

Global
Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Bantuan Kemanusiaan jadi Agenda Utama Pertemuan Taliban dengan Negara Barat

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.