Texas Resmi Larang Aborsi Medis Setelah 7 Minggu Kehamilan

Kompas.com - 03/12/2021, 11:24 WIB
Ilustrasi aborsi. GETTY IMAGES via BBC INDONESIAIlustrasi aborsi.

AUSTIN, KOMPAS.com - Undang-undang baru yang membatasi penggunaan obat pemicu aborsi di Texas mulai berlaku Kamis (1/12/2021).

Undang-undang ini menganggap memberikan obat setelah tujuh minggu kehamilan sebagai kejahatan.

Dilansir UPI, hal ini menempatkan Texas sebagai wilayah yang bertentangan dengan peraturan federal.

Mengirim obat melalui pos juga merupakan kejahatan.

Baca juga: Ingin Kesehatan Reproduksi Meningkat, China Akan Kurangi Aborsi di Luar Alasan Medis

Aborsi medis adalah cara paling umum yang dilakukan wanita di Texas untuk mengakhiri kehamilan mereka.

Pembatasan baru ini mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di antara penentang aborsi tentang munculnya aborsi "swakelola".

Orang hamil dikhawatirkan memperoleh obat dari penyedia luar negeri atau internasional, dengan atau tanpa resep.

Ada bukti bahwa lebih banyak wanita beralih ke aborsi swakelola saat aborsi legal dibatasi.

Warga Texas tidak dapat mengakses aborsi setelah sekitar enam minggu kehamilan sejak 1 September, ketika larangan baru yang kontroversial mulai berlaku.

Baca juga: Biden Cabut Larangan Pendanaan dari AS untuk Konseling Aborsi

"Texas sedang melihat cara orang-orang mengakali pembatasan dan pada dasarnya mencoba membuatnya tidak aman dan menakutkan bagi orang-orang," kata Farah Diaz-Tello, penasihat hukum senior untuk If/When/How, kelompok hukum keadilan reproduksi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber UPI
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Global
PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

Global
Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Global
Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Global
Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Global
Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Global
Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Global
Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Global
Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Global
Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Global
Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Global
Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Gempa Haiti M 5,3: 2 Orang Tewas, 200 Rumah Hancur

Global
Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Jet Tempur F-35 Kecelakaan Saat Mendarat di Kapal Induk AS, 7 Pelaut Terluka

Global
Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Penembakan di Universitas Heidelberg Jerman Lukai Beberapa Orang, Pelaku Tewas

Global
Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Piala Afrika: 6 Orang Tewas Terinjak-injak Saat Berebut Masuk Stadion Olembe

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.