Presiden Ukraina Mengaku Tak Takut Berbicara Langsung dengan Putin

Kompas.com - 02/12/2021, 14:45 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat mempresentasikan pernyataan negaranya dalam konferensi iklim COP26 Glasgow, di Skotlandia, 1 November 2021. POOL/ANDY BUCHANAN via AFPPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat mempresentasikan pernyataan negaranya dalam konferensi iklim COP26 Glasgow, di Skotlandia, 1 November 2021.

KIEV, KOMPAS.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan negosiasi langsung dengan Rusia guna mengakhiri perang dengan separatis pro-Rusia di timur negaranya yang sudah berlangsung selama delapan tahun.

Hal tersebut disampaikan Zelensky dalam pidato tahunan kepada anggota parlemen pada Rabu (1/12/2021) sebagaimana dilansir AFP.

“Kita harus mengatakan yang sebenarnya bahwa kita tidak akan dapat mengakhiri perang tanpa pembicaraan langsung dengan Rusia,” kata Zelensky.

Baca juga: PM Ukraina Terang-terangan Tuduh Rusia Dalang di Balik Rencana Kudeta

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Ukraina melaporkan bahwa Rusia menghimpun 115.000 tentaranya mengelilingi Ukraina.

Tentara Rusia tersebut disebar di sekitar Ukraina, di semenanjung Crimea, dan di dua wilayah Ukraina timur yang diduduki oleh milisi separatis pro-Rusia.

"Jujur saja, perang di Donbass (timur Ukraina) telah berlangsung selama delapan tahun. Delapan tahun sejak Rusia mencaplok Crimea," sambung Zelensky.

Baca juga: Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Dia mengaku tidak akan takut untuk berbicara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kita harus berbicara, mengetahui bahwa kita memiliki tentara yang kuat dan tangguh,” tambahnya.

Dalam pidatonya tersebut, Zelensky juga meminta para politikus Ukraina untuk tetap bersatu dalam menghadapi agresi Rusia.

Baca juga: Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Kiev dan sekutu Baratnya menuduh Moskwa mengirim pasukan dan senjata melintasi perbatasan untuk mendukung separatis di bagian timur Ukraina.

Di sisi lain, Rusia membantah tuduhan tersebut.

AFP mewartakan, konflik di timur Ukraina tersebut telah merenggut lebih dari 13.000 nyawa.

Baca juga: Presiden Ukraina: Kami Siap Perang Lawan Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.