Presiden Lukashenko Tawarkan Belarus Jadi Tuan Rumah untuk Senjata Nuklir Rusia

Kompas.com - 01/12/2021, 15:24 WIB
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko berbicara selama wawancara dengan agen Rossiya Segodnya Rusia, juga dikenal sebagai Sputnik, kepala kantor berita Dmitry Kiselev di Minsk, Belarus, Selasa, 30 November 2021. Nikolay Petrov/BEITA via APPresiden Belarusia Alexander Lukashenko berbicara selama wawancara dengan agen Rossiya Segodnya Rusia, juga dikenal sebagai Sputnik, kepala kantor berita Dmitry Kiselev di Minsk, Belarus, Selasa, 30 November 2021.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Belarus Alexander Lukashenko mengatakan negaranya siap menjadi tuan rumah senjata nuklir Rusia, jika NATO memindahkan bom atom Amerika Serikat (AS) dari Jerman ke Eropa Timur.

Dalam sebuah wawancara pada Selasa (30/11/2021), Lukashenko juga untuk pertama kalinya mengakui Semenanjung Krimea sebagai bagian dari Rusia, dan berencana mengunjunginya segera.

Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014, sebuah langkah yang dianggap Barat ilegal.

Baca juga: 3 Film Indonesia Meriahkan Festival Film Terbesar di Belarus, Listapad 2021

Pernyataan itu disampaikan Lukashenko saat dia bergerak memperkuat hubungan dengan Rusia, sekutu dan sponsor utamanya.

Sementara itu, negara diktator terakhir Eropa itu juga berada di tengah ketegangan dengan Barat, atas sengketa pemilihannya kembali tahun lalu, dan tindakan brutal pemerintahnya terhadap perbedaan pendapat di Belarus.

Ditanya tentang kemungkinan pengerahan kembali bom atom AS ke Eropa Timur jika pemerintah baru Jerman tidak lagi bersedia menampung senjata, Lukashenko menjawab bahwa ia akan mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengirim senjata nuklir, yang ditarik setelah runtuhnya Uni Soviet 1991, kembali ke Belarus.

“Saya akan menawarkan Putin untuk mengembalikan senjata nuklir ke Belarus,” kata Lukashenko dalam wawancara dengan Dmitry Kiselyov, kepala kelompok media pemerintah Rusia Rossiya Segodnya melansir AP.

Pemimpin Belarus itu tidak merinci jenis senjata apa yang akan diakomodasi oleh Belarus. Tapi negaranya, kata dia, telah dengan hati-hati memelihara infrastruktur militer yang diperlukan sejak era Soviet.

Baca juga: Pusat Budaya dan Bahasa Indonesia Segera Dibuka di Ibu Kota Belarus

Lebih parah dari Perang Dingin

Pemimpin oposisi Sviatlana Tsikhanouskaya, yang meninggalkan Belarus di bawah tekanan setelah gagal mencoba untuk menggulingkan Lukashenko dalam pemilihan tahun lalu, mengecam komentar presiden.

“Orang seperti itu seharusnya tidak dipercaya untuk menangani korek api, apalagi senjata nuklir,” katanya kepada AP.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Ketika El Chapo Pakai Viagra dan Pesan Makanan Mewah hingga Wanita Sampai ke Penjara

Global
Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Latar Belakang Kudeta Militer Burkina Faso dan Penahanan Presiden Roch Kabore

Global
Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Kisah Liu Xuezhou, Remaja China Dijual Orang Tua saat Bayi, Ditolak Setelah Bertemu Lagi hingga Bunuh Diri

Global
Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Omicron Melonjak, Kasus Harian Covid-19 Korea Selatan Capai 8.000 untuk Kali Pertama

Global
AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

AS Siapkan 8.500 Pasukan dalam Siaga Tinggi, Klaim Rusia Tak Niat Kurangi Eskalasi

Global
Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Media Asing Soroti Bentrokan di Sorong, Sebut Perkelahian Sudah Sering Terjadi di Sana

Global
Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Uji Coba Senjata Korea Utara Berlanjut, Dua Rudal Jelajah Dilaporkan Telah Ditembakkan

Global
Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Lusinan Pejabat China Terbukti Tutupi Parahnya Bencana Banjir Zhengzhou yang Mematikan

Global
Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Donor Ginjal untuk Pacar, Wanita Ini Dicampakkan Setelah Operasi Transplantasi Sukses

Global
Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Buru-buru Evakuasi Warganya karena Khawatir Invasi Rusia ke Ukraina, AS Dinilai Berlebihan

Global
Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Bug dalam OpenSea Memungkinkan Peretas Beli NFT dengan Harga Murah

Global
Investor Ini Bagikan Tips Aman Kejar Cuan untuk Pendatang Baru NFT

Investor Ini Bagikan Tips Aman Kejar Cuan untuk Pendatang Baru NFT

Global
23 Orang di Kapal Militer Australia Pembawa Bantuan ke Tonga Terdeteksi Positif Covid-19

23 Orang di Kapal Militer Australia Pembawa Bantuan ke Tonga Terdeteksi Positif Covid-19

Global
Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Global
Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.