Tangani Covid-19 Varian Omicron, Inggris Perketat Prokes dan Pembatasan

Kompas.com - 29/11/2021, 11:45 WIB
Orang-orang mengenakan masker saat berjalan di Regent Street, London, Minggu (28/11/2021). Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pengetatan prokes dan pembatasan, setelah ditemukan tiga kasus Covid-19 varian Omicron di negara itu. Warga wajib memakai masker lagi di toko-toko dan transportasi umum. AP PHOTO/ALBERTO PEZZALIOrang-orang mengenakan masker saat berjalan di Regent Street, London, Minggu (28/11/2021). Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pengetatan prokes dan pembatasan, setelah ditemukan tiga kasus Covid-19 varian Omicron di negara itu. Warga wajib memakai masker lagi di toko-toko dan transportasi umum.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris pada Minggu (28/11/2021) mengumumkan pengetatan protokol kesehatan dan pembatasan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Sejauh ini ada tiga kasus varian Omicron yang diumumkan otoritas kesehatan Inggris.

Menteri Kesehatan Inggris Sajid Javid mengatakan, kewajiban mengenakan masker akan berlaku lagi di toko-toko dan transportasi umum mulai Selasa (30/11/2021).

Baca juga: WHO Kritik Larangan Bepergian untuk Negara Selatan Afrika karena Varian Omicron

Namun, para keluarga diminta tetap merayakan Natal "seperti biasa" meski ada pengetatan aturan.

Juga berlaku pada Selasa 30 November, situs web pemerintah menginstruksikan semua penumpang yang memasuki Inggris untuk melakukan tes PCR dua hari setelah kedatangan mereka, dan mengisolasi diri sampai menerima hasil negatif.

Kasus ketiga varian Omicron dikonfirmasi pada Minggu oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris, tetapi dikatakan orang tersebut telah meninggalkan negara itu usai mengunjungi daerah Westminster di London yang merupakan lokasi parlemen, setelah melakukan perjalanan dari selatan Afrika.

Badan itu mengatakan, "Sangat mungkin kami akan menemukan lebih banyak kasus dalam beberapa hari mendatang ... karena kami meningkatkan deteksi kasus melalui pelacakan kontak terfokus," dikutip dari AFP.

Sementara itu British Airways mengatakan, mereka mengambil keputusan sulit untuk menangguhkan penerbangan ke Hong Kong setelah seorang kru dinyatakan positif Covid-19, usai negatif meninggalkan Inggris.

Penerbangan dari dan ke Hong Kong juga dikurangi drastis karena pengetatan pembatasan Covid-19.

Baca juga: Presiden Afrika Selatan Serukan Cabut Larangan Perjalanan dari Negaranya Terkait Omicron

Boris Johnson banyak dikritik karena kebijakan perjalanan dan karantinanya di awal pandemi, ketika ia membiarkan perbatasan Inggris tetap terbuka bahkan saat kasus Covid-19 melonjak, sehingga menjadikan Inggris salah satu negara dengan kematian per kapita terburuk di dunia akibat Covid-19.

Pemerintah secara kontroversial juga mencabut kewajiban memakai masker pada Juli, sementara administrasi devolusi di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara mempertahankannya.

Keempat negara Inggris Raya diharapkan mengadopsi aturan PCR yang sama setelah Inggris kembali menyimpang pada Juli, dengan hanya mensyaratkan tes sederhana untuk penumpang pesawat, kapal, dan kereta api.

Baca juga: Inggris Minta G7 Rapat Darurat untuk Bahas Covid-19 Varian Omicron

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Global
Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Global
Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini 'Resign' lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini "Resign" lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Global
Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Kasus dan Kematian Covid-19 Afrika Menurun, Kali Pertama di Gelombang Keempat

Global
ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

ISIS dan Pasukan Kurdi Bertempur Hebat di Suriah, 73 Orang Tewas di Kedua Kubu

Global
Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Prediksi Serangan Rusia ke Ukraina, dari Siber hingga Invasi Besar

Global
Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Kondisi Mahathir Stabil Usai Dirawat di RS Spesialis Jantung

Global
Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Indonesia Akan Kebagian Pil Covid Merck Versi Murah Khusus untuk 105 Negara

Global
Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Pakai Harimau Asli untuk Iklan, Gucci Digeruduk Pelanggan dan Aktivis Lingkungan

Global
Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Melamar Kerja ke 60 Perusahaan, Wanita Ini Malah Salah Kirim CV Berupa Data Menstruasi

Global
Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Sosok Tukang Ghosting Ini Viral di New York, Kencani Banyak Wanita Lalu Menghilang

Global
Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Enggan Suplai Senjata untuk Lawan Rusia, Jerman Akan Kirim RS Lapangan ke Ukraina

Global
Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Akhir Kasus Kematian Gabby Petito dan Kata-kata Terakhir Brian Laundrie Sebelum Membunuhnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.