Inggris Minta G7 Rapat Darurat untuk Bahas Covid-19 Varian Omicron

Kompas.com - 29/11/2021, 11:07 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengambil bagian dalam pertemuan bilateral pada KTT G7 di Teluk Carbis, Cornwall pada 13 Juni 2021. AFP PHOTO/STEFAN ROUSSEAUPerdana Menteri Inggris Boris Johnson (kanan) dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengambil bagian dalam pertemuan bilateral pada KTT G7 di Teluk Carbis, Cornwall pada 13 Juni 2021.

LONDON, KOMPAS.com - Inggris yang saat ini mengetuai G7, pada Minggu (28/11/2021) meminta kelompok negara-negara itu untuk rapat darurat membahas Covid-19 varian Omicron.

Permintaan rapat darurat diserukan Inggris setelah kasus-kasus varian Omicron mulai bermunculan di beberapa negara Eropa.

"Di bawah kepresidenan Inggris, pertemuan mendesak para menteri kesehatan G7 juga akan diadakan pada Senin 29 November untuk membahas perkembangan Omicron," kata Kementerian Kesehatan Inggris dikutip dari AFP.

Baca juga: WHO: Terlalu Dini Memahami Keparahan Varian Omicron, Begini Respons Sejumlah Negara

Inggris adalah salah satu dari beberapa negara yang telah mengumumkan kasus varian Omicron, termasuk Jerman, Italia, dan Belanda, meskipun sebagian besar negara Eropa menutup penerbangan dari negara-negara selatan Afrika, tempat jenis baru Covid-19 itu pertama kali diidentifikasi.

Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Afrika pada Minggu juga mendesak negara-negara untuk menganut ilmu pengetahuan daripada memberlakukan larangan penerbangan dalam upaya untuk mencegah varian baru.

"Dengan varian Omicron yang sekarang terdeteksi di beberapa wilayah di dunia, memberlakukan larangan perjalanan yang menargetkan Afrika menyerang solidaritas global," kata direktur jenderal regional WHO Matshidiso Moeti.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Minggu menjadi pemimpin terbaru dari kawasan itu yang mengecam larangan penerbangan, dan kerusakan ekonomi yang ditimbulkannya terhadap negara-negara yang terkena dampak.

Adapun WHO pada Jumat (26/11/2021) menyatakan Omicron adalah varian yang mengkhawatirkan, tetapi para ilmuwan masih mencoba menilai seberapa berbahayanya itu.

Baca juga: WHO Kritik Larangan Bepergian untuk Negara Selatan Afrika karena Varian Omicron

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Global
Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Global
Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Global
CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

Global
26 Januari 1950: Republik India Berdiri

26 Januari 1950: Republik India Berdiri

Global
Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Global
Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Global
Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Global
AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

Global
Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Global
Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Global
Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Kroasia Tarik Semua Pasukannya dari NATO jika Konflik Rusia-Ukraina Pecah

Global
Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Joe Biden: Invasi Rusia ke Ukraina Bisa Jadi Invasi Terbesar sejak Perang Dunia II

Global
Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Pertama di Asia, Thailand Izinkan Warganya Tanam Ganja di Rumah

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.