Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

China Perketat Regulasi Industri Vaping, Kendalikan Peredaran Rokok Elektrik

Kompas.com - 28/11/2021, 08:15 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

BEIJING, KOMPAS.com - China mengubah undang-undang monopoli tembakau pada Jumat (26/11/2021) dan memasukkan rokok elektronik, dan meningkatkan regulasi industri vaping yang tumbuh cepat di pasar tembakau terbesar di dunia.

Perintah kabinet, yang dipublikasikan di situs web pemerintah China dan ditandatangani oleh Perdana Menteri China Li Keqiang, segera berlaku, menurut laporan New York Post.

Baca juga: Promosi Rokok Elektrik di Inggris Diminta Tak Menarik Minat Anak-anak

Sejumlah perusahaan rokok elektrik China telah didirikan dalam beberapa tahun terakhir untuk memanfaatkan potensi penjualan domestik, di antaranya pemimpin pasar RLX Technology Inc.

Regulator China pada Maret tahun ini berencana membawa aturan yang mengatur penjualan rokok elektrik dan produk tembakau baru lainnya, agar sejalan dengan aturan rokok biasa.

Mereka sebelumnya berada di wilayah abu-abu dalam peraturan China.

Baca juga: Rokok Marlboro Tak Lagi Dijual di Inggris pada 2030, Apa Sebabnya?

Industri tembakau China dikendalikan sepenuhnya melalui monopoli pemerintah. Kontrol ketat menentukan perusahaan dan pengecer mana yang dapat memproduksi dan menjual rokok.

Beijing melarang penjualan rokok elektrik kepada anak di bawah umur pada 2018 dan melarang penjualan online pada tahun berikutnya.

Sementara media pemerintah China telah memperingatkan risiko kesehatan dan keselamatan dari penggunaan produk tersebut.

Baca juga: Pria Ini Tawarkan Anaknya yang Berusia 12 Tahun ke 70 Sopir Truk demi Rokok

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Internasional
Rangkuman Hari Ke-841 Serangan Rusia ke Ukraina: Komitmen Keamanan Biden-Zelensky | Bank Rusia Kehabisan Mata Uang Asing

Rangkuman Hari Ke-841 Serangan Rusia ke Ukraina: Komitmen Keamanan Biden-Zelensky | Bank Rusia Kehabisan Mata Uang Asing

Global
Tank-tank Israel Terus Menembus Rafah, Warga Palestina Tak Henti Melarikan Diri

Tank-tank Israel Terus Menembus Rafah, Warga Palestina Tak Henti Melarikan Diri

Global
Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Internasional
Tentara Israel Lakukan 5.698 Pelanggaran Berat pada Anak-anak

Tentara Israel Lakukan 5.698 Pelanggaran Berat pada Anak-anak

Global
Hezbollah Luncurkan Roket dan Drone Langsung ke Pangkalan Militer Israel

Hezbollah Luncurkan Roket dan Drone Langsung ke Pangkalan Militer Israel

Global
 [POPULER GLOBAL] 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak | Warga Gaza Bandingkan Kondisi dengan Hamas

[POPULER GLOBAL] 2.600 Polisi KTT G7 Berjejal Tidur di Kapal Rusak | Warga Gaza Bandingkan Kondisi dengan Hamas

Global
Isi Bantal Leher dengan Barang demi Hindari Biaya Bagasi, Penumpang Ini Dilarang Terbang

Isi Bantal Leher dengan Barang demi Hindari Biaya Bagasi, Penumpang Ini Dilarang Terbang

Global
Warga Gaza Kritik Pemimpin Hamas, Ingin Perang Segera Usai

Warga Gaza Kritik Pemimpin Hamas, Ingin Perang Segera Usai

Global
Wanita Jepang Siapkan Makan Sebulan untuk Suaminya Sebelum Melahirkan

Wanita Jepang Siapkan Makan Sebulan untuk Suaminya Sebelum Melahirkan

Global
Houthi Gunakan Drone Perahu untuk Serang Kapal Komersial

Houthi Gunakan Drone Perahu untuk Serang Kapal Komersial

Global
Tinggal 20 Persen Pohon Sehat di Jerman, Indonesia Bagaimana?

Tinggal 20 Persen Pohon Sehat di Jerman, Indonesia Bagaimana?

Global
Selesaikan Wajib Militer, Jin BTS Langsung Bawakan Hit KPop 'Dynamite'

Selesaikan Wajib Militer, Jin BTS Langsung Bawakan Hit KPop "Dynamite"

Global
Ada Penyiksa dan Pembunuh di Antara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Ada Penyiksa dan Pembunuh di Antara Pasukan Penjaga Perdamaian PBB

Global
Di Kafe Ini Dilarang Bawa Ponsel, Hanya Boleh Ngobrol dan Bermain Mainan Papan

Di Kafe Ini Dilarang Bawa Ponsel, Hanya Boleh Ngobrol dan Bermain Mainan Papan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com