Kompas.com - 25/11/2021, 19:01 WIB

PARIS, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Perancis Jean-Yves Le Drian mengatakan, Perancis ingin menjadi "jembatan" antara negara-negara Indo-Pasifik dan Uni Eropa, dan bahwa kerja sama strategis adalah salah satu prioritasnya untuk kepresidenan Uni Eropa.

"Inti dari komitmen ini adalah visi kami tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, berdasarkan supremasi hukum, dan menghormati kedaulatan setiap negara,” kata Le Drian dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Kunjungan dua hari Menlu Perancis ke Indonesia tersebut dilakukan saat negara itu gencar melakukan pendekatan untuk meningkatkan hubungannya di Asia, menyusul sengketa diplomatik Perancis-Australia.

September lalu, Australia secara sepihak mendadak membatalkan pembelian kapal selam dari Perancis yang sudah disepakati sejak lama.

Baca juga: 27 Migran Tewas Tenggelam Saat Coba Seberangi Selat Inggris, Perancis Salahkan London

Mengintensifkan hubungan Perancis-Indonesia

"Perjalanan ini adalah tentang menegaskan kembali komitmen Perancis untuk Indo-Pasifik dan untuk mengintensifkan hubungan dengan Indonesia," kata seorang sumber diplomatik Perancis kepada wartawan dalam briefing menjelang kunjungan dua hari Jean-Yves Le Drian.

Kunci untuk mengembangkan hubungan itu antara lain kerja sama militer yang lebih erat.

Indonesia ingin meningkatkan kemampuan pertahanannya, termasuk dengan kemungkinan pembelian kapal selam, pesawat tempur, dan kapal perang, di tengah ketegangan yang sedang berlangsung dengan China di Laut China Selatan yang disengketakan.

Paris telah bernegosiasi dengan Jakarta selama beberapa bulan untuk penjualan 36 jet tempur Rafale. Sebuah Letter of Intent telah ditandatangani pada Juni, meskipun para pejabat tidak mengharapkan kesepakatan itu terpenuhi sebelum akhir tahun karena masalah pembiayaan.

Baca juga: Kerusuhan dan Penjarahan di Guadeloupe Masuk Hari Ketiga, Perancis Kirim Pasukan Khusus

Kecewa berat dengan Australia

Menlu Jean-Yves Le Drian juga mengatakan Perancis telah setuju untuk melakukan investasi senilai 500 juta euro dalam proyek-proyek transisi energi di Indonesia. Namun, dia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dia berbicara dengan Menlu Retno Marsudi setelah sebelumnya bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Le Drian juga melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada Rabu malam waktu setempat.

Perancis menuduh Australia melakukan "pengkhianatan", setelah memilih membeli kapal selam yang dibangun dengan teknologi AS dan Inggris, sekalipun sudah ada kesepakatan sebelumnya dengan Perancis.

Australia membatalkan pembelian itu untuk memulai aliansi keamanan trilateral dengan Inggris dan Amerika Serikat, AUKUS. Aliansi keamanan itu dimaksudkan untuk mengantisipasi pengaruh militer China di kawasan Pasifik.

Baca juga: Perangi Prostitusi Online Anak di Bawah Umur, Perancis Kucurkan Rp 225 Miliar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Ikan Mas Jadi Makanan Alternatif di Australia | Pasangan Usia 70-an Ini Akhirnya Punya Bayi

[POPULER GLOBAL] Ikan Mas Jadi Makanan Alternatif di Australia | Pasangan Usia 70-an Ini Akhirnya Punya Bayi

Global
Daftar Negara-negara Nordik

Daftar Negara-negara Nordik

Internasional
Daftar Negara-negara Persemakmuran

Daftar Negara-negara Persemakmuran

Internasional
Perang Nuklir Antarnegara Diprediksi Bisa Bunuh 5 Miliar Jiwa

Perang Nuklir Antarnegara Diprediksi Bisa Bunuh 5 Miliar Jiwa

Global
Ukraina Terkini: Setelah 24 Jam, Api Masih Berkobar di Pangkalan Rusia di Crimea

Ukraina Terkini: Setelah 24 Jam, Api Masih Berkobar di Pangkalan Rusia di Crimea

Global
Pasukan China Bertolak ke Rusia untuk Latihan Militer

Pasukan China Bertolak ke Rusia untuk Latihan Militer

Global
Cerita Pria Brasil 5 Hari Bertahan Hidup di Pulau Tak Berpenghuni Hanya dengan Arang dan Air Laut

Cerita Pria Brasil 5 Hari Bertahan Hidup di Pulau Tak Berpenghuni Hanya dengan Arang dan Air Laut

Global
5 Tahun Batuk-batuk Disangka Asma, Bocah Ini Ternyata Menelan Mainan hingga Tersangkut di Tenggorokannya

5 Tahun Batuk-batuk Disangka Asma, Bocah Ini Ternyata Menelan Mainan hingga Tersangkut di Tenggorokannya

Global
Skotlandia Resmi Sediakan Pembalut Gratis untuk Publik

Skotlandia Resmi Sediakan Pembalut Gratis untuk Publik

Global
Putin Kecam Hegemoni AS, Prediksi Berakhirnya Dunia Unipolar

Putin Kecam Hegemoni AS, Prediksi Berakhirnya Dunia Unipolar

Global
Perang Kian Berlarut-larut, Remaja Ukraina Dilanda Kebosanan Akut

Perang Kian Berlarut-larut, Remaja Ukraina Dilanda Kebosanan Akut

Global
Bendera Kebangsaan Indonesia dan Monaco, Memang Serupa Tapi Tak Sama

Bendera Kebangsaan Indonesia dan Monaco, Memang Serupa Tapi Tak Sama

Global
Australia Kembalikan 333 Keramik Kapal Tek Sing, Jadi Kado Penting HUT RI ke-77

Australia Kembalikan 333 Keramik Kapal Tek Sing, Jadi Kado Penting HUT RI ke-77

Global
Keluarga Korban Serangan 9/11 Tolak Uang dari Aset Beku Bank Afghanistan: Itu Uang Rakyatnya

Keluarga Korban Serangan 9/11 Tolak Uang dari Aset Beku Bank Afghanistan: Itu Uang Rakyatnya

Global
Soekarno, Khrushchev, dan Hubungan Mesra RI-Soviet Pasca-Kemerdekaan

Soekarno, Khrushchev, dan Hubungan Mesra RI-Soviet Pasca-Kemerdekaan

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.