Chun Doo-hwan, Mantan Diktator Korea Selatan, Meninggal Dunia dalam Usia 90

Kompas.com - 23/11/2021, 13:59 WIB
File foto ini diambil pada tanggal 3 Desember 1995 menunjukkan mantan Presiden Korea Selatan Chun Doo-Hwan (tengah) ditangkap oleh otoritas penuntutan di rumah seorang kerabat di Hapchon, Korea, sekitar 320 km (200 mil) selatan Seoul. AFP PHOTO/KIM JAE-HWANFile foto ini diambil pada tanggal 3 Desember 1995 menunjukkan mantan Presiden Korea Selatan Chun Doo-Hwan (tengah) ditangkap oleh otoritas penuntutan di rumah seorang kerabat di Hapchon, Korea, sekitar 320 km (200 mil) selatan Seoul.

SEOUL, KOMPAS.com - Mantan diktator Korea Selatan Chun Doo-hwan meninggal dunia dalam usia 90 tahun pada Selasa (23/11/2021), menurut pengumuman dari ajudan lamanya.

Chun Doo-hwan dikenal memerintah Korea Selatan dengan tangan besi pada 1980-an. Dia secara brutal menghancurkan lawan, sampai demonstrasi massal akhirnya menggulingkannya dari puncak kekuasaan.

Baca juga: Pesawat China dan Rusia Muncul di Zona Pertahanan, Korea Selatan Kerahkan Jet Tempur

Mantan presiden itu meninggal di rumahnya di Seoul, menurut Min Jeong-ki kepada wartawan di luar kediaman Chun.

Dia mengawasi kebangkitan ekonomi “Negeri Ginseng” dan mengamankan Olimpiade 1988 untuk Seoul. Dia adalah presiden Korea Selatan pertama yang menyerahkan kekuasaan secara “damai”.

Chun adalah seorang jenderal di militer Korea Selatan, yang mengambil alih kekuasaan dalam kudeta setelah pembunuhan Park Chung-hee pada 1979.

Sejak 1980 hingga 1988, dia menjabat sebagai presiden Korea Selatan yang memerintah dengan tangan besi dan terkenal kerap menghancurkan lawan-lawannya secara brutal.

Baca juga: Mengapa Korea Utara dan Korea Selatan Bermusuhan?

Chun tetap menjadi salah satu tokoh Korea Selatan yang paling dicerca.

Dia dikenal sebagai "Penjagal Gwangju" karena memerintahkan pasukannya untuk menindak tegas pemberontak yang melawan kekuasaannya di kota barat daya.

Pada 1996, dia dihukum karena pengkhianatan dan dijatuhi hukuman mati, sebagian atas apa yang terjadi di Gwangju.

Tapi, eksekusinya kemudian diringankan di tingkat banding. Dia pun bebas setelah mendapat pengampunan presiden.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peluncuran 5G Berdampak Pembatalan Penerbangan Menuju AS

Peluncuran 5G Berdampak Pembatalan Penerbangan Menuju AS

Global
Israel Gusur Satu Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan Hancurkan Rumahnya

Israel Gusur Satu Keluarga Palestina di Sheikh Jarrah dan Hancurkan Rumahnya

Global
8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

Internasional
Potong Kurban Sambil Mabuk, Seorang Imam Salah Sasar Kepala Orang Bukan Kambing

Potong Kurban Sambil Mabuk, Seorang Imam Salah Sasar Kepala Orang Bukan Kambing

Global
Jam Kerja Sudah Habis, Pilot Ini Menolak Terbang Lagi Setelah Pesawat Mendarat Darurat

Jam Kerja Sudah Habis, Pilot Ini Menolak Terbang Lagi Setelah Pesawat Mendarat Darurat

Global
Ini Strategi Taiwan Jika China Benar-benar Menyerang

Ini Strategi Taiwan Jika China Benar-benar Menyerang

Global
Austria Iming-imingi Warganya Lotre Agar Mau Divaksin Covid-19

Austria Iming-imingi Warganya Lotre Agar Mau Divaksin Covid-19

Global
10 Negara yang Pendapatan Warganya Tertinggi di Dunia

10 Negara yang Pendapatan Warganya Tertinggi di Dunia

Global
AS Bagikan 400 Juta Masker Berkualitas Tinggi Gratis untuk Rakyatnya

AS Bagikan 400 Juta Masker Berkualitas Tinggi Gratis untuk Rakyatnya

Global
Israel Borong 3 Kapal Selam dari Jerman, Harganya Rp 48 Triliun

Israel Borong 3 Kapal Selam dari Jerman, Harganya Rp 48 Triliun

Global
Paha Mengalihkan Perhatian Sopir, Perempuan Uganda Dilarang Naik Truk di Kursi Depan

Paha Mengalihkan Perhatian Sopir, Perempuan Uganda Dilarang Naik Truk di Kursi Depan

Global
Temukan Surat Cinta Misterius di Mobil, Istri Campakkan Suami Saat Ulang Tahun Pernikahan

Temukan Surat Cinta Misterius di Mobil, Istri Campakkan Suami Saat Ulang Tahun Pernikahan

Global
Joe Biden Belum Berencana Cabut Tarif Barang-barang dari China

Joe Biden Belum Berencana Cabut Tarif Barang-barang dari China

Global
Madame Tussauds Pajang Patung Lilin Joe Biden dan Kamala Harris

Madame Tussauds Pajang Patung Lilin Joe Biden dan Kamala Harris

Global
Beijing Peringatkan Kapal Perang AS Pergi dari Laut China Selatan

Beijing Peringatkan Kapal Perang AS Pergi dari Laut China Selatan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.