China Peringatkan Perusahaan Taiwan agar Tidak "Mendukung Kemerdekaan"

Kompas.com - 23/11/2021, 12:33 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - China memperingatkan perusahaan Taiwan agar tidak mendukung kemerdekaan negaranya karena "Negeri Tirai Bambu" tidak segan memberikan hukuman, seperti yang diberikan kepada salah satu perusahaan konglomerat.

Melansir AFP pada Selasa (23/11/2021), analis mengatakan langkah itu dapat meningkatkan tekanan ekonomi pada perusahaan Taiwan yang beroperasi di China, dan perusahaan lokal yang berinvestasi di dalamnya.

Beijing telah mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan akan diambil kembali suatu hari nanti, dengan paksa jika perlu.

Baca juga: Xi Jinping Janjikan China Tidak Akan Mencari Dominasi atas Asia Tenggara

China telah meningkatkan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi di negara kepulauan itu sejak dipilihnya Presiden Tsai Ing-wen pada 2016.

Tsai Ing-wen adalah pemimpin wanita yang teguh melihat Taiwan sebagai negara "sudah merdeka" dan bukan bagian dari "satu China".

China "tidak akan pernah mengizinkan orang yang mendukung 'kemerdekaan Taiwan' dan merusak hubungan lintas selat untuk menghasilkan uang di pusat daratan," kata Kantor Urusan Taiwan (TAO) di bawah pemerintahan China pada Senin (22/11/2021).

Pernyataan TAO menimpali laporan dari kantor berita resmi Xinhua, bahwa Far Eastern Group Taiwan didenda di China atas investasinya di beberapa provinsi karena melanggar peraturan lokal.

Baca juga: Uji Coba Rudal Hipersonik China Disebut Bikin Bingung AS

"Sejumlah besar perusahaan Taiwan perlu membedakan yang benar dari yang salah, berdiri teguh pada posisi mereka sambil menarik garis melawan kekuatan perpecahan 'kemerdekaan Taiwan'," kata juru bicara TAO Zhu Fenglian dalam pernyataannya.

TAO pada November mendaftarkan beberapa politisi top Taiwan sebagai "orang-orang keras dalam kemerdekaan Taiwan" dan memperingatkan bahwa pihak berwenang akan "mengejar tanggung jawab pidana" yang efektif seumur hidup.

Ketika ditanya seperti apa denda yang diberikan terhadap pihak dalam daftar tersebut, Zhu menegaskan kembali bahwa politisi "keras kepala", afiliasi bisnis dan pendukung keuangan mereka "akan diberi hukuman berat sesuai dengan hukum".

Baca juga: Xi Jinping Berjanji China Tak Akan Menindas Negara-negara Kecil

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Dituduh Lancarkan Operasi “Bumi Hangus” di Donbas, Serang Kota Tanpa Pandang Bulu

Rusia Dituduh Lancarkan Operasi “Bumi Hangus” di Donbas, Serang Kota Tanpa Pandang Bulu

Global
Puluhan Miliarder Baru Muncul dari Sektor Pangan Dunia Hanya dalam 24 Bulan, Apa Penyebabnya?

Puluhan Miliarder Baru Muncul dari Sektor Pangan Dunia Hanya dalam 24 Bulan, Apa Penyebabnya?

Global
Pria Ini Buat Rumah Anjing Mewah Seharga Rp 749 Juta, Punya Roller Coaster Khusus Anjing

Pria Ini Buat Rumah Anjing Mewah Seharga Rp 749 Juta, Punya Roller Coaster Khusus Anjing

Global
Alasan Mengapa Turki Tak Setuju Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Alasan Mengapa Turki Tak Setuju Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Internasional
UN Watch Minta Semua Diplomat Rusia Mundur

UN Watch Minta Semua Diplomat Rusia Mundur

Global
Sri Lanka Naikkan Harga BBM Capai Rekor Tertinggi

Sri Lanka Naikkan Harga BBM Capai Rekor Tertinggi

Global
Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi Indonesia dan 15 Negara Lainnya

Arab Saudi Larang Warganya Kunjungi Indonesia dan 15 Negara Lainnya

Global
Diplomat Veteran Rusia untuk PBB Mundur, Malu atas Serangan Negaranya ke Ukraina

Diplomat Veteran Rusia untuk PBB Mundur, Malu atas Serangan Negaranya ke Ukraina

Global
Biden Siap Angkat Senjata jika Taiwan Diserang, China: Jangan Ikut Campur

Biden Siap Angkat Senjata jika Taiwan Diserang, China: Jangan Ikut Campur

Global
UNICEF Sebut Negara-negara Kaya Tempatkan Anak-anak di Dunia dalam Bahaya, Ini Alasannya

UNICEF Sebut Negara-negara Kaya Tempatkan Anak-anak di Dunia dalam Bahaya, Ini Alasannya

Global
Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Internasional
20 Negara Tawarkan Bantuan Senjata Baru untuk Ukraina

20 Negara Tawarkan Bantuan Senjata Baru untuk Ukraina

Global
Rusia Tak Yakin Perlu Melanjutkan Hubungan dengan Barat, Prioritaskan China

Rusia Tak Yakin Perlu Melanjutkan Hubungan dengan Barat, Prioritaskan China

Global
Setelah Temukan 2,95 Juta Kasus Demam, Korea Utara Kini Klaim Situasi Virus Terkendali

Setelah Temukan 2,95 Juta Kasus Demam, Korea Utara Kini Klaim Situasi Virus Terkendali

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.