Olimpiade Beijing, Wacana AS Lakukan Boikot Diplomatik Mencuat Lagi

Kompas.com - 22/11/2021, 10:34 WIB
Para pengunjung berfoto di patung atlet dengan logo Olimpiade di dekat markas Komite Olimpiade Beijing (BOCOG), Kamis (18/11/2021). AP PHOTO/MARK SCHIEFELBEINPara pengunjung berfoto di patung atlet dengan logo Olimpiade di dekat markas Komite Olimpiade Beijing (BOCOG), Kamis (18/11/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Wacana Amerika Serikat (AS) melakukan boikot diplomatik di Olimpiade Musim Dingin Beijing pada Februari 2022 mencuat lagi.

Beberapa anggota parlemen di Washington mengapungkan lagi gagasan itu, untuk memprotes pelanggaran HAM oleh China.

Menurut laporan The Washington Post pada Selasa (16/11/2021), mengutip sumber-sumber yang dekat dengan situasi tersebut, Gedung Putih akan segera mengumumkan bahwa baik Presiden Joe Biden maupun pejabat pemerintah AS lainnya tidak akan menghadiri Olimpiade.

Baca juga: Olimpiade Beijing 2022 di Ambang Boikot Diplomatik AS

Boikot diplomatik semacam itu dalam rangka menunjukkan sikap tentang penindasan minoritas Muslim Uighur di Xinjiang yang oleh Washington disebut genosida, tetapi masih mengizinkan atlet Amerika untuk bertanding.

Surat kabar tersebut mengatakan, Biden kemungkinan akan menyetujui langkah seperti itu, yang telah menjadi rekomendasi resmi para penasihatnya, akhir bulan ini.

Ditanya pada Selasa tentang potensi boikot, juru bicara Gedung Putih hanya mengatakan bahwa masalah itu tidak muncul dalam percakapan Biden dengan Presiden China Xi Jinping di KTT virtual Senin (15/11/2021).

Dia juga tidak mengungkap apakah proses boikot sedang dikerjakan.

Meskipun belum ada rencana resmi, beberapa anggota parlemen secara terbuka memuji gagasan tersebut.

"Saya sudah lama menganjurkan boikot diplomatik Olimpiade Beijing dan saya berharap Pemerintah akan mengirim pesan yang kuat kepada PKC (Partai Komunis China), tanpa menghukum atlet AS," kata Senator Republik Mitt Romney di Twitter, setelah publikasi artikel Washington Post.

Jim Risch, Republikan top di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, mengatakan bahwa boikot diplomatik akan menjadi seruan yang tepat bagi Amerika Serikat di Beijing.

Ketua DPR dari Partai Demokrat Nancy Pelosi sejak Mei pun menyerukan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing, sebuah langkah yang pada saat itu mengundang reaksi marah dari para pejabat China.

Namun, banyak kalangan tertentu dari partai Republik ingin Biden melangkah lebih jauh dengan memboikot total acara tersebut. Tak hanya diplomat dan pejabat yang tidak hadir, tetapi atlet Amerika juga.

Baca juga: 100 Hari Jelang Olimpiade Beijing, China Mengaku Khawatir Covid-19 Jadi Tantangan Terbesar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.