Pemimpin Gereja Filipina Dituduh Ancam Wanita dengan ‘Hukuman Abadi' untuk Berhubungan Seks

Kompas.com - 21/11/2021, 05:30 WIB
Apollo Carreon Quiboloy, kepala Kerajaan Yesus Kristus, sebuah kelompok agama non-Katolik dan penasihat spiritual presiden terpilih Rodrigo Duterte, berbicara dalam konferensi pers di Kota Davao di pulau selatan Mindanao pada 23 Mei 2016. AFP PHOTO/MANMAN DEJETOApollo Carreon Quiboloy, kepala Kerajaan Yesus Kristus, sebuah kelompok agama non-Katolik dan penasihat spiritual presiden terpilih Rodrigo Duterte, berbicara dalam konferensi pers di Kota Davao di pulau selatan Mindanao pada 23 Mei 2016.

MANILA, KOMPAS.com - Jaksa federal menuduh pemimpin sebuah gereja yang berbasis di Filipina memaksa berhubungan seks dengan wanita dan gadis di bawah umur dengan ancaman pelecehan dan "hukuman abadi."

AP melaporkan bahwa Apollo Carreon Quiboloy, 71 tahun, yang memproklamirkan diri sebagai "anak Tuhan," dan delapan lainnya telah disebut dalam dakwaan pengganti oleh dewan juri federal Kamis (18/11/2021).

Baca juga: Gara-gara Dipakai Banyak Turis Berhubungan Seks, Cagar Alam Ini Rusak

Quiboloy adalah kepala gereja Kerajaan Yesus Kristus, yang didirikan pada 1985. Gereja mengklaim memiliki 6 juta anggota di 200 negara, dengan pusat operasi AS di Van Nuys, Los Angeles. Tiga pejabat gereja yang berbasis di Los Angeles juga disebutkan dalam dakwaan.

Dakwaan tersebut menuduh Quiboloy dan yang lainnya merekrut perempuan dan anak perempuan, mulai dari usia 12 hingga 25 tahun, untuk bekerja untuknya sebagai "pastoral."

Mereka akan memasak dan bersih-bersih untuknya, serta bepergian bersamanya.

"Pastoral" yang bekerja "tugas malam" untuknya akan dipaksa berhubungan seks dengannya di bawah "ancaman pelecehan fisik dan verbal dan hukuman abadi," kata dakwaan.

Beberapa gadis yang melakukan "tugas malam" masih berusia 15 tahun.

Pekerja yang berhasil melarikan diri mengatakan kepada FBI bahwa mereka harus bekerja sepanjang tahun, dan akan disiksa secara fisik dan psikologis jika mereka tidak memenuhi kuota harian.

Menurut AP, Quiboloy diyakini berada di Filipina, dan siap menghadapi masalah hukum.

Baca juga: Jasad Anaknya Diperkosa di Kamar Mayat, Ibu Ini Tuntut Pimpinan Rumah Sakit Mundur

Dakwaan pengganti berisi serangkaian tuduhan, termasuk konspirasi, perdagangan seks anak-anak, perdagangan seks dengan paksa, penipuan dan paksaan, penipuan pernikahan, pencucian uang, penyelundupan uang tunai dan penipuan visa.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Ukraina Ancam Pasokan Gas Bumi, Belanda Siapkan Rencana Darurat

Krisis Ukraina Ancam Pasokan Gas Bumi, Belanda Siapkan Rencana Darurat

Global
Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Global
7 Universitas Tertua di Dunia

7 Universitas Tertua di Dunia

Internasional
Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Global
Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Global
Kronologi Bunuh Diri Liu Xuezhou yang Gemparkan China: Dijual Saat Kecil lalu Ditolak Orangtua Kandung

Kronologi Bunuh Diri Liu Xuezhou yang Gemparkan China: Dijual Saat Kecil lalu Ditolak Orangtua Kandung

Global
Akhir Sedih Choomba, Gorila Tertua Atlanta yang Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Akhir Sedih Choomba, Gorila Tertua Atlanta yang Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Global
Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Global
Mengintip Ajang Lari Maraton Terdingin di Dunia, Berjam-jam Terjang Suhu di Bawah Nol

Mengintip Ajang Lari Maraton Terdingin di Dunia, Berjam-jam Terjang Suhu di Bawah Nol

Global
Pernikahan Putri Sultan Brunei Digelar Meriah, Pesta 10 Hari Berturut-turut

Pernikahan Putri Sultan Brunei Digelar Meriah, Pesta 10 Hari Berturut-turut

Global
Beli Kursi di Toko Loak Seharga Rp 90 Ribuan, Tak Disangka Harga di Pelelangan Bernilai Miliaran

Beli Kursi di Toko Loak Seharga Rp 90 Ribuan, Tak Disangka Harga di Pelelangan Bernilai Miliaran

Global
Kisah Alison Parker, Reporter yang Diberondong Tembakan saat Laporan On-Air

Kisah Alison Parker, Reporter yang Diberondong Tembakan saat Laporan On-Air

Global
Jika Rusia-Ukraina Perang, Turki Nyatakan Siap Lakukan Apa Pun

Jika Rusia-Ukraina Perang, Turki Nyatakan Siap Lakukan Apa Pun

Global
Wanita Ini Dipukuli Pacarnya karena Sebut Ronaldo Kurang Menarik

Wanita Ini Dipukuli Pacarnya karena Sebut Ronaldo Kurang Menarik

Global
Ditolak Orangtua yang Menjualnya, Liu Xuezhou Disebut Minta Dibelikan Rumah dan Pinjam Uang

Ditolak Orangtua yang Menjualnya, Liu Xuezhou Disebut Minta Dibelikan Rumah dan Pinjam Uang

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.