Jasad Anaknya Diperkosa di Kamar Mayat, Ibu Ini Tuntut Pimpinan Rumah Sakit Mundur

Kompas.com - 20/11/2021, 19:33 WIB
Tangkap layar Nevres Kemal, ibu dari Azra Kemal, yang jenazahnya diperkosa tiga kali pada Juli 2020 di kamar mayat rumah sakit Tunbridge Wells oleh David Fuller, seorang ahli listrik di rumah sakit. 
SKY NEWS via YOUTUBETangkap layar Nevres Kemal, ibu dari Azra Kemal, yang jenazahnya diperkosa tiga kali pada Juli 2020 di kamar mayat rumah sakit Tunbridge Wells oleh David Fuller, seorang ahli listrik di rumah sakit.

LONDON, KOMPAS.com - Ibu dari salah satu korban dari kasus pemerkosaan jasad di kamar mayat, menuntut agar pemimpin rumah sakit di mana, David Fuller secara berantai menyiksa jenazah tanpa terdeteksi selama 12 tahun, untuk mengundurkan diri.

Jenazah Azra Kemal diperkosa tiga kali pada Juli 2020 di kamar mayat rumah sakit Tunbridge Wells oleh David Fuller, seorang ahli listrik di rumah sakit.

Baca juga: Ditemukan Kuburan Massal Tak Tercatat Dekat Kamp Nazi Berisi 1.362 Mayat

David Fuller diketahui telah menyiksa setidaknya 100 mayat antara 2008 dan 2010.

Nevres Kemal, pelapor utama dalam “skandal Baby P” di Haringey Inggris pada 2007, sangat marah tentang apa yang terjadi pada putrinya, Azra Kemal.

Dia menuntut pengunduran diri Miles Scott, kepala eksekutif kepercayaan Maidstone dan Tunbridge NHS (Layanan Kesehatan Nasional), Inggris.

"Scott harus pergi," katanya. "Orang itu tidak harus menunggu untuk dilempar, dia harus keluar sendiri."

Pada pertemuan yang dia lakukan dengan Scott, Kemal mengatakan bahwa Scott mengaku bertanggung jawab atas apa yang terjadi - sebuah pernyataan yang didukung oleh pejabat lain yang hadir.

“Akuntabilitas dimulai dengan pria di (jabatan) atas. Dia bertanggung jawab, tetapi dia tidak ingin kehilangan pekerjaan mewahnya,” protes Kemal melansir Guardian pada.

Baca juga: 10 Mayat Ditemukan di Kapal Migran di Lepas Pantai Libya

Pekan lalu, pemerintah tunduk pada seruan Kemal dan yang lainnya, untuk mengadakan penyelidikan tentang apa yang salah, dan menyelidiki internal dengan penyelidikan independen, yang dikepalai oleh Jonathan Michael.

Tapi Kemal berkata: "Mereka berencana untuk mengadakan penyelidikan - bagaimana sebuah organisasi dapat menilai dirinya sendiri atas sesuatu yang begitu menghebohkan?"

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Rusia Sebut Tak Akan Biarkan Perang Dunia 3 Pecah, tetapi dengan Syarat

Global
Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Tersangka Penembakan Massal Bermotif Rasialis Undang Orang untuk Tinjau Rencana Serangannya

Global
 WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

WHO: Wabah Covid-19 di Korea Utara Ciptakan Risiko Kemunculan Varian Baru

Global
Penyelidik Selidiki Kemungkinan Kecelakaan Pesawat China Eastern Disengaja

Penyelidik Selidiki Kemungkinan Kecelakaan Pesawat China Eastern Disengaja

Global
Rusia Tuding Negosiator Ukraina Dikendalikan oleh AS dan Inggris

Rusia Tuding Negosiator Ukraina Dikendalikan oleh AS dan Inggris

Global
AS Ajak Sekutu di Eropa Bersama-sama Hadapi Praktik Ekonomi China yang Merugikan

AS Ajak Sekutu di Eropa Bersama-sama Hadapi Praktik Ekonomi China yang Merugikan

Global
Perundingan Damai antara Rusia dan Ukraina Terhenti, Keduanya Saling Menyalahkan

Perundingan Damai antara Rusia dan Ukraina Terhenti, Keduanya Saling Menyalahkan

Global
Rangkuman Hari Ke-83 Serangan Rusia ke Ukraina, Finlandia dan Swedia Dijadwalkan Ajukan Keanggotaan NATO Hari Ini, 265 Pejuang di Azovstal Akhirnya Menyerah

Rangkuman Hari Ke-83 Serangan Rusia ke Ukraina, Finlandia dan Swedia Dijadwalkan Ajukan Keanggotaan NATO Hari Ini, 265 Pejuang di Azovstal Akhirnya Menyerah

Global
[POPULER GLOBAL] Sri Lanka Cuma Punya Stok Bensin untuk Sehari | Taktik Anak Diktator Bisa Menang Pilpres Filipina

[POPULER GLOBAL] Sri Lanka Cuma Punya Stok Bensin untuk Sehari | Taktik Anak Diktator Bisa Menang Pilpres Filipina

Global
Pemilu Lebanon: Hizbullah Gagal Kuasai Parlemen, Dukungan ke Kelompok Reformis Melonjak

Pemilu Lebanon: Hizbullah Gagal Kuasai Parlemen, Dukungan ke Kelompok Reformis Melonjak

Global
Thomas Cup: Bagaimana Tim Badminton India yang Tidak Diunggulkan Bisa Menjadi Juara?

Thomas Cup: Bagaimana Tim Badminton India yang Tidak Diunggulkan Bisa Menjadi Juara?

Global
Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, 'Canggih' dengan Sistem Rel dan Listrik

Jalur Narkoba Bawah Tanah dari Meksiko ke AS Ditemukan, "Canggih" dengan Sistem Rel dan Listrik

Global
Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Global
Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.