Perbaikan Jalur Gaza: Qatar dan Mesir Setuju Pasok Bahan Bakar dan Bahan Bangunan

Kompas.com - 18/11/2021, 11:20 WIB
Warga Jalur Gaza beraktivitas di kawasan yang hancur oleh serangan udara Israel, Juni 2021. REUTERS/MOHAMMED SALEM via DW INDONESIAWarga Jalur Gaza beraktivitas di kawasan yang hancur oleh serangan udara Israel, Juni 2021.

GAZA, KOMPAS.com - Qatar dan Mesir menandatangani perjanjian untuk memasok bahan bakar dan bahan bangunan dasar ke Jalur Gaza, menurut Kementerian Luar Negeri Qatar pada Rabu (17/11/2021).

Pengumuman itu dibuat di Oslo oleh Soltan bin Saad Al-Muraikhi, menteri luar negeri Qatar, selama pertemuan tingkat menteri Komite Penghubung Ad Hoc (AHLC), kelompok donor internasional untuk Palestina.

Baca juga: Orang-orang di Jalur Gaza Hidup dengan 97 Persen Air yang Tercemar

"Yang Mulia (Al-Muraikhi) melihat pentingnya pemahaman saat ini, (untuk) memfasilitasi pergerakan para pelancong melalui Perbatasan Rafah, dan komunikasi antara semua pihak untuk menenangkan situasi di kawasan itu," kata kementerian luar negeri Qatar dalam sebuah pernyataan melansir Al Jazeera.

Pengumuman itu muncul ketika Gaza mendesak untuk membangun kembali setelah perang 11 hari dengan Israel pada Mei.

Pihak berwenang di Gaza mengatakan sekitar 2.200 rumah hancur selama pemboman Israel di daerah kantong itu dan 37.000 rusak menurut kantor berita Reuters.

Pertempuran itu menewaskan sedikitnya 253 warga Palestina, termasuk puluhan anak-anak. Sementara roket yang diluncurkan oleh Hamas dan kelompok lain menewaskan 13 orang di Israel, termasuk dua anak, menurut pejabat Israel.

Baca juga: Proses Perbaikan Gaza Pasca Serangan 11 Hari Israel Akan Dimulai Oktober, Ini Rinciannya

Setelah gencatan senjata 21 Mei, yang dimediasi oleh Mesir, akses ke dana dan bahan rekonstruksi telah menjadi tuntutan utama Hamas.

Israel, yang telah memberlakukan blokade darat, udara dan laut yang ketat di Gaza sejak 2007, membatasi bahan konstruksi memasuki wilayah itu. “Negeri Zionis” itu berdalih bahwa Hamas menggunakannya untuk membuat senjata untuk melancarkan serangan.

Tetapi menyusul kesepakatan dengan PBB dan Qatar, Israel mengizinkan bantuan keuangan dari negara Teluk itu untuk masuk ke Gaza.

Para pejabat Gaza memperkirakan akan dibutuhkan 479 juta dollar AS (Rp 6,8 triliun) untuk membangun kembali rumah dan infrastruktur yang rusak dalam perang 11 hari pada Mei lalu.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Kisah Penemuan Cullinan, Berlian Terbesar di Dunia dari Tambang Afrika

Global
Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Riwayat Gelap Charles Manson: Dari Kultus Helter Skelter hingga Pembunuhan Sharon Tate

Global
25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

25 Januari 1949: Penghargaan Emmy Pertama Kali Dihelat

Global
Nasib 'Tahanan Abadi' di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Nasib "Tahanan Abadi" di Penjara Guantanamo: 18 Jam Sehari Disiksa, Dipenjara Tanpa Pengadilan

Global
Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Inggris Masih Butuh 6.000 Orang Lagi Untuk Uji Coba Pil Covid-19 Merck

Global
PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

PM Inggris Boris Johnson Diduga Gelar Pesta Ulang Tahun Saat Lockdown

Global
Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Militer Burkina Faso Klaim Telah Gulingkan Presiden Roch Kabore

Global
Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Perusahaan Asuransi Ini Bagikan Klaim Asuransi Paling Aneh dalam 300 Tahun Terakhir

Global
Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Presiden Malawi Pecat Seluruh Kabinetnya karena Korupsi

Global
Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Ahli Bedah Perancis Jual X-Ray Korban Insiden Bataclan sebagai NFT

Global
Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Saat Live, Biden Tertangkap Kamera Ucapkan Kata Kotor ke Jurnalis Fox News

Global
Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Angkatan Udara China Disebut Lakukan Misi Mengancam, Taiwan Siap Pertahankan Negara

Global
Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Komite DPR Florida Loloskan RUU yang Melarang Diskusi LGBTQ di Sekolah

Global
Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Tiga Vaksin Ini Disebut Bisa Beri Kekebalan Lebih Tinggi sebagai Booster dari Sinovac

Global
Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Ketua WHO: Dunia Berada di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.