Wabah Covid-19 Merebak di Penjara Singapura, 200 Orang Positif Termasuk Staf dan Terpidana Mati

Kompas.com - 15/11/2021, 22:16 WIB
Layanan Penjara Singapura (SPS) mengumumkan bahwa lebih dari 200 orang di penjara Singapura terinfeksi Covid-19. GOOGLEMAPS via THE INDEPENDENT SINGAPURALayanan Penjara Singapura (SPS) mengumumkan bahwa lebih dari 200 orang di penjara Singapura terinfeksi Covid-19.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Layanan Penjara Singapura (SPS) mengumumkan bahwa lebih dari 200 orang di penjara Singapura terinfeksi Covid-19.

Ia menambahkan bahwa jumlah tersebut termasuk orang-orang di semua fasilitas penjara, seperti terpidana mati dan anggota staf.

Baca juga: Di Singapura, Pasien Covid-19 yang Tak Divaksin Tak Ditanggung Pengobatannya

The Independent Singapura mewartakan pada Minggu (14/11/2021), SPS juga menambahkan bahwa mereka yang terinfeksi berada dalam tahap pemulihan yang berbeda, dengan tiga di rumah sakit karena memiliki gejala.

SPS mengatakan, hingga Rabu (10/11/2021), jumlah anggota lapas yang terinfeksi terdiri dari 169 narapidana, 54 supervisi, dan sembilan staf. Supervisia dalah narapidana yang berada di akhir masa hukumannya bekerja di masyarakat di sektor logistik, kebersihan, dan makanan dan minuman.

Sehelumnya, eksekusi seorang pengedar narkoba Malaysia ditunda pada Selasa (9/11/2021) oleh Pengadilan Banding, setelah ia dinyatakan positif Covid-19.

Nagaenthran Dharmalingam, yang telah divonis mati selama 11 tahun, diantar sebentar ke pengadilan untuk upaya terakhir melawan hukuman matinya.

Namun, dia kemudian dibawa pergi, dan seorang hakim memberi tahu pengadilan bahwa Nagaenthran dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: PNS Singapura Tolak Vaksin Covid-19? Ancaman Sanksi Cuti Tanpa Dibayar Menanti

Pernyataan SPS menambahkan bahwa dari 169 narapidana, 116 berasal dari Institusi A1 di Kompleks Penjara Changi, termasuk terpidana mati.

Mereka dinyatakan positif Covid-19 dari 6 November hingga 10 November.

Karena situasi Covid-19 Singapura, kunjungan tatap muka dengan terpidana mati dihentikan sementara. Hak ini diganti dengan panggilan telepon untuk meminimalkan pergerakan di penjara dan menurunkan risiko penularan Covid-19.

Kunjungan tatap muka telah ditangguhkan untuk tahanan reguler sejak 4 Oktober. Sementara narapidana hukuman mati telah diberikan pengecualian karena "keadaan unik" mereka.

SPS mengatakan bahwa kunjungan tatap muka akan diaktifkan kembali ketika situasi telah stabil.

Petugas menambahkan bahwa pada 7 November, 99,5 persen staf SPS dan 90 persen dari populasi narapidana yang memenuhi syarat telah divaksinasi sepenuhnya.

Baca juga: Cerita Warga Singapura Sulit Makan Selama Pandemi Covid-19

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemain Timnas Mesir Ketahuan Pakai Joki Ujian Nasional Saat Main di Piala Afrika

Pemain Timnas Mesir Ketahuan Pakai Joki Ujian Nasional Saat Main di Piala Afrika

Global
Pakai Nomor Lotre yang Sama Selama 16 Tahun, Wanita AS Akhirnya Tembus Jackpot Besar

Pakai Nomor Lotre yang Sama Selama 16 Tahun, Wanita AS Akhirnya Tembus Jackpot Besar

Global
Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Rusia Pasok Darah dan Bahan Medis ke Perbatasan, Siap Perang Lawan Ukraina?

Global
Viral, Eksperimen Pajang Foto 'Jelek' di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Viral, Eksperimen Pajang Foto "Jelek" di Tinder demi Dapatkan Cinta Sejati

Global
Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Apakah Rusia Akan Perang dengan Ukraina, Bagaimana jika Terjadi Invasi?

Global
Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Begini Rasanya Tinggal di Ancient Ramm Inn, Rumah Paling Menyeramkan di Dunia

Global
Apa Itu NATO dan Masalahnya dengan Rusia-Ukraina?

Apa Itu NATO dan Masalahnya dengan Rusia-Ukraina?

Global
Tatkala George W Bush Gambarkan Irak, Iran dan Korea Utara sebagai 'Axis of Evil'

Tatkala George W Bush Gambarkan Irak, Iran dan Korea Utara sebagai "Axis of Evil"

Global
Video Kepiting Monster Patahkan Stik Golf Jadi 2, Memotongnya seperti Gergaji

Video Kepiting Monster Patahkan Stik Golf Jadi 2, Memotongnya seperti Gergaji

Global
Neil Young: Kualitas Suara Spotify Menjijikkan dan Terdegradasi

Neil Young: Kualitas Suara Spotify Menjijikkan dan Terdegradasi

Global
Jadi Simpanan Pangeran Arab, Model Ini Dapat Uang Saku Rp 2 Miliar Sekali Jalan

Jadi Simpanan Pangeran Arab, Model Ini Dapat Uang Saku Rp 2 Miliar Sekali Jalan

Global
Pentagon Terus Tekan Rusia untuk Mundur dari Ukraina

Pentagon Terus Tekan Rusia untuk Mundur dari Ukraina

Global
Lelang Item Kenegaraan Melania Trump Gagal Mencapai Target Tawaran, Mengapa?

Lelang Item Kenegaraan Melania Trump Gagal Mencapai Target Tawaran, Mengapa?

Global
POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

POPULER GLOBAL: Bos Perusahaan Jepang Kaget Ibu Kota Indonesia Pindah | China Tak Tertarik F-35

Global
Austria Akan Cabut Lockdown bagi Warga yang Belum Divaksin Covid-19

Austria Akan Cabut Lockdown bagi Warga yang Belum Divaksin Covid-19

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.