Demo Anti-Kudeta Sudan Ricuh, 1 Demonstran Tewas Ditembak Pasukan Keamanan

Kompas.com - 13/11/2021, 21:39 WIB
Pedemo anti-kudeta Sudan meneriakkan slogan menentang pemerintahan militer di Khartoum, Sabtu (30/10/2021). Demonstran menolak usul dari pihak internasional untuk membagi kekuasaan dengan militer, dan menyerukan mogok kerja dua hari mulai Minggu (7/11/2021). AP PHOTO/MARWAN ALIPedemo anti-kudeta Sudan meneriakkan slogan menentang pemerintahan militer di Khartoum, Sabtu (30/10/2021). Demonstran menolak usul dari pihak internasional untuk membagi kekuasaan dengan militer, dan menyerukan mogok kerja dua hari mulai Minggu (7/11/2021).

OMDURMAN, KOMPAS.com - Seorang pedemo anti-kudeta Sudan tewas ditembak pasukan keamanan di Omdurman, kota kembar ibu kota, pada Sabtu (13/11/2021).

"Satu pengunjuk rasa tewas di Omdurman oleh peluru militer putschist (pengambil alih kekuasaan)," kata Komite Sentral untuk Dokter Sudan yang dikutip AFP.

Mereka menambahkan, ada beberapa korban lain yang terluka oleh peluru tajam yang ditembakkan oleh pasukan keamanan.

Baca juga: Massa Pro-demokrasi Sudan Gelar Pembangkangan Sipil Berskala Besar, Tolak Kudeta Militer

Pasukan keamanan Sudan pada Sabtu juga menembakkan gas air mata ke ribuan demonstran anti-kudeta di seluruh negeri, dua hari setelah militer berusaha memperkuat cengkeramannya dengan membentuk dewan penguasa baru.

Demo pro-demokrasi pecah hampir tiga minggu setelah jenderal tinggi Abdel Fattah Al-Burhan menggulingkan pemerintahan sipil dan menahan para pimpinannya, serta menyatakan keadaan darurat.

“Puluhan orang berkumpul serta berteriak menentang kekuasaan militer dan rmaai-ramai bertemu demonstrasi lainnya,” kata Mohieddine Hassan, saksi dari distrik Al-Shajarah di Khartoum.

"Tidak, tidak untuk aturan militer", "(Pemerintahan) sipil adalah pilihan rakyat", dan "Turunkan seluruh dewan", teriak para pedemo anti-kudeta Sudan di Khartoum.

Baca juga: Membuka Tabir Hubungan Militer Sudan dengan Israel

Terlepas dari gangguan jaringan komunikasi, ratusan orang juga berkumpul di kota kembar Omdurman, lokasi polisi membubarkan pengunjuk rasa dengan gas air mata, kata saksi dan koresponden AFP di sana.

Pasukan keamanan juga menembakkan gas air mata ke beberapa demonstrasi di Khartoum kemudian mengejar pengunjuk rasa, menurut para saksi mata.

Demonstrasi lain pecah di kota Wad Madani di selatan, serta di kota Port Sudan dan negara bagian Kassala di timur, kata saksi mata.

Kudeta Sudan oleh militer pada 25 Oktober mengundang kecaman internasional, seperti halnya tindakan keras yang mematikan terhadap para pedemo di jalan yang menuntut dipulihkannya transisi demokrasi negara itu.

Namun, harapan para demonstran bahwa militer akan mundur pupus pada Kamis (11/11/2021), ketika Burhan menyebut dirinya sebagai kepala Dewan Berdaulat baru yang berkuasa dan tidak melibatkan blok sipil utama Sudan.

Baca juga: Kudeta Sudan, Jenderal Perintahkan Pembebasan 4 Menteri yang Ditahan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Cerita “Situasi Hidup atau Mati” dari Penumpang yang Mendaratkan Pesawat Tanpa Pengalaman Terbang

Global
Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Kenapa Beberapa Orang Tak Segan Menonton Film Porno di Tempat Umum, Ini 3 Alasannya

Global
Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Terungkap Motif Pelaku Penembakan Massal di Gereja AS: Punya “Kebencian Terhadap Taiwan”

Global
AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

AS Peringatkan Agar Bisnis Tak Pekerjakan Pekerja IT dari Korea Utara

Global
Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Diboikot Negara Barat, Ekspor Minyak Rusia ke India Melonjak, Naik Jadi Pemasok Terbesar Keempat

Global
Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Warga Jepang dan Korsel Patuh Pakai Masker Meski Covid-19 Kian Mereda

Global
AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

AS Sukses Uji Coba Senjata Hipersonik 'Lima Kali Kecepatan Suara'

Global
PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

PM Estonia ke Para Pemimpin Dunia: Setop Telepon Putin Biar Rasakan Isolasi Sesungguhnya

Global
Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Anjing Korban Kekerasan di Hongaria Dilatih Jadi Tim Misi NATO

Global
Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Bernama Sama dengan Majalah, Pub Bernama Vogue Diminta Ganti Nama

Global
Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Rusia: 265 Tentara Ukraina di Pabrik Baja Azovstal Mariupol Menyerahkan Diri

Global
Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Kisah Penggalian Makam Firaun Tutankhamun 100 Tahun Lalu dan Sayatan Pertama yang Membedahnya

Global
Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Pasca-pemilu, Sekjen PBB Minta Lebanon Bentuk Pemerintah Inklusif

Global
Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Imigrasi Batam Pastikan Dokumen UAS Lengkap Saat Mau ke Singapura

Global
Alasan Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Alasan Turki Tolak Swedia dan Finlandia Gabung NATO

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.