Kompas.com - 13/11/2021, 08:07 WIB
Anggota keluarga Kurdi dari Dohuk di Irak terlihat di hutan dekat perbatasan Polandia-Belarusia sambil menunggu patroli penjaga perbatasan, Selasa (9/11/2021). Polandia dan negara-negara Uni Eropa (UE) menuduh Belarusia mendorong para migran untuk secara ilegal melintasi perbatasan sebagai pembalasan atas sanksi yang dijatuhkan UE kepada Minsk atas pelanggaran HAM. AFP/WOJTEK RADWANSKIAnggota keluarga Kurdi dari Dohuk di Irak terlihat di hutan dekat perbatasan Polandia-Belarusia sambil menunggu patroli penjaga perbatasan, Selasa (9/11/2021). Polandia dan negara-negara Uni Eropa (UE) menuduh Belarusia mendorong para migran untuk secara ilegal melintasi perbatasan sebagai pembalasan atas sanksi yang dijatuhkan UE kepada Minsk atas pelanggaran HAM.

MINSK, KOMPAS.com - Masalah di perbatasan Belarus-Polandia semakin memanas dalam sepekan ini yang mengarah pada konflik geopolitik yang serius dan memicu kekhawatiran terhadap bencana kemanusiaan.

Melansir Al Jazeera pada Jumat (12/11/2021), sejak Senin (8/11/2021), lebih banyak migran dan pengungsi yang terjebak berkumpul di dekat perbatasan Belarus-Polandia, berharap untuk bisa menyeberang ke Uni Eropa.

Diperkirakan ribuan migran dan pengungsi kini berkumpul di dekat garis yang memisahkan kedua negara tersebut.

Mereka yang mencoba meninggalkan Belarus telah ditolak masuk ke Polandia, dengan pagar kawat berduri dan pasukan keamanan yang dikerahkan oleh Warsawa untuk menghalangi jalan masuk migran dan pengungsi.

Para migran dan pengungsi di hutan perbatasan Belarus-Polandia terjebak dalam suhu beku, tanpa akses ke persediaan vital atau perawatan medis, karena ketakutan akan keselamatan mereka meningkat.

Baca juga: 3 Migran Dipukuli dan Dirampok Rp 107 Juta di Perbatasan Polandia-Belarus

Apa yang terjadi di perbatasan Belarus-Polandia?

Diperkirakan 3.000 hingga 4.000 migran dan pengungsi menumpuk di perbatasan Belarus-Polandia. Mayoritas mereka adalah orang dari Timut Tengah dan Afghanistan.

Mereka berkemah di tanah tak bertuan antara Belarus dan Polandia, setelah ditolak masuk ke blok Uni Eropa.

Kelompok hak asasi manusia dan badan-badan global telah menyuarakan keprihatinan atas kesejahteraan para migran dan pengungsi.

Ada serentetan laporan kematian di kedua sisi perbatasan sebagai bukti dari kondisi berbahaya yang para migran dan pengungsi hadapi saat musim dingin tiba.

Sementara itu, pekerja bantuan, pengacara, dan jurnalis telah dicegah untuk mengakses daerah perbatasan yang kritis di kedua sisi.

Baca juga: Ukraina Kirim 8.500 Tentara Buntut Panasnya Perbatasan Polandia-Belarus

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Lagu-lagu Neil Young Dihapus dari Spotify, Imbas Ultimatum Disinformasi Covid-19

Global
Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Korea Utara Mengaku Luncurkan Rudal Lagi, Total 6 Uji Coba dalam Sebulan

Global
Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Israel Sediakan Vaksin Covid-19 Dosis Keempat untuk Orang Rentan 18 Tahun ke Atas

Global
Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Ukraina Sebut Pasukan Rusia Tak Cukup Lancarkan Serangan Besar-besaran

Global
Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Petinggi Perusahaan di Jepang Kaget Ibu Kota Negara Indonesia Dipindah ke Kalimantan

Global
Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Omicron Mengganas, Mayoritas Kasus Covid-19 di Inggris Infeksi Ulang

Global
Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Hanya Tawarkan Helm untuk Ukraina, Jerman Diolok-olok Warganya Sendiri

Global
Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Film Dokumenter Ungkap Pembantaian Warga Palestina oleh Israel

Global
Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Presiden Terpilih Honduras Ingin Pertahankan Hubungan dengan Taiwan

Global
POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

Global
Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Global
Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Global
Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Global
Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Global
Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.