Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penguin Langka dari Antartika Tersesat 3.000 Km di Selandia Baru

Kompas.com - 13/11/2021, 05:05 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Sumber BBC

WELLINGTON, KOMPAS.com - Seekor penguin langka ditemukan di pantai Selandia Baru setelah melakukan perjalanan 3.000 km dari habitat aslinya di Antartika.

Melansir BBC pada Juamt (12/11/2021), penguin Adelie, yang langka kini diberi nama Pingu oleh penduduk setempat, ditemukan tampak tersesat di pantai.

Harry Singh, penduduk setempat yang menemukan pinguin Antartika itu mengatakan bahwa dia mengira binatang tersebut adalah "mainan lunak" pada awalnya.

Baca juga: Disengat di Mata oleh Kawanan Lebah, Puluhan Penguin yang Terancam Punah Mati

Ini adalah insiden ketiga yang tercatat dari penguin Adelie yang ditemukan di pantai Selandia Baru.

Singh dan istrinya pertama kali menemukan penguin Adelie itu ketika mereka sedang berjalan-jalan setelah seharian bekerja di pantai di Birdlings Flat, sebuah pemukiman di selatan kota Christchurch.

"Pertama saya pikir itu adalah mainan lunak, tiba-tiba penguin itu menggerakkan kepalanya, jadi saya menyadari itu nyata," kata Singh kepada BBC.

Rekaman penguin yang diunggah di halaman Facebook Singh menunjukkan penguin langka dari Antartika itu tampak tersesat dan sendirian.

"Dia (penguin) tidak bergerak selama satu jam...dan (terlihat) kelelahan" kata Singh.

Baca juga: Penguin-penguin di Thailand Kangen Pengunjung Kebun Binatang

Singh memutuskan untuk memanggil penyelamat penguin karena dia khawatir penguin itu tidak masuk ke air, sehingga menjadikannya target potensial bagi hewan pemangsa lain yang berkeliaran di pantai.

"Kami tidak ingin dia berakhir di perut anjing atau kucing," ujarnya.

Dia akhirnya berhasil menghubungi Thomas Stracke, yang telah merehabilitasi penguin di Pulau Selatan Selandia Baru selama sekitar 10 tahun.

Stracke terkejut menemukan bahwa penguin itu adalah penguin Adelie, spesies penguin yang hidup secara eksklusif di semenanjung Antartika.

Stracke, bersama dengan seorang dokter hewan, menyelamatkan penguin langka itu pada hari itu juga.

Baca juga: Diselamatkan dari Kepunahan, Tasmanian Devil Musnahkan Koloni Penguin di Pulau Maria

Penguin langka itu kurus dan dehidrasi

Tes darah yang dilakukan pada penguin langka tersebut menunjukkan bahwa ia sedikit kurus dan mengalami dehidrasi.

Sehingga, sejak itu Pingu diberi cairan dan diberi makan melalui selang makanan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com