Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Gempur Depot Senjata Pemberontak Houthi

Kompas.com - 11/11/2021, 16:00 WIB
Seorang tentara berjaga-jaga ketika para pendukung Houthi menghadiri demonstrasi menentang Amerika Serikat yang memasukan Houthi sebagai organisasi teroris asing, di Sanaa, Yaman, Senin (25/1/2021). AP PHOTO/HANI MOHAMMEDSeorang tentara berjaga-jaga ketika para pendukung Houthi menghadiri demonstrasi menentang Amerika Serikat yang memasukan Houthi sebagai organisasi teroris asing, di Sanaa, Yaman, Senin (25/1/2021).

RIYADH, KOMPAS.com – Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang situs rudal balistik, depot senjata, dan pesawat nirawak (UAV) milik pemberontak Houthi di Yaman utara.

Arab Saudi melancarkan serangan udara di situs-situs tersebut pada Rabu (10/11/2021) malam waktu setempat hingga Kamis (11/11/2021) dini hari.

Pasukan koalisi mengatakan, serangan udara dilakukan di Provinsi Saada dan Sanaa sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Baca juga: Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Bunuh 138 Pemberontak Houthi

Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) mewartakan, pasukan koalisi menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan operasi yang sah.

Sementara itu, saluran yang terkait dengan Houthi, Almasirah TV, melaporkan bahwa pasukan koalisi meluncurkan lima serangan udara di berbagai bagian di Sanaa.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014 ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sana'a.

Krisis meningkat pada 2015 ketika pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi meluncurkan kampanye militer ke Yaman.

Baca juga: Rudal Houthi Hantam Masjid dan Sekolah, 13 Orang Tewas

Pasukan koalisi tersebut bertujuan untuk mengembalikan pemerintah Yaman kembali berkuasa di negara itu.

Perang saudara di Yaman telah merenggut lebih dari 233.000 jiwa menurut PBB.

Konflik di negara tersebut juga makin runyam dari waktu ke waktu dan keruntuhan ekonomi tak dapat dihindari. Warga sipil juga yang menanggung akibatnya.

Saking parahnya krisis di sana, PBB menyebut kondisi di Yaman sebagai krisis kemanusiaan paling buruk di dunia dengan 16 juta orang menghadapi kelaparan.

Baca juga: Pemberontak Houthi Taklukkan Lebih Banyak Wilayah di Yaman

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Global
7 Universitas Tertua di Dunia

7 Universitas Tertua di Dunia

Internasional
Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Global
Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Seorang Personel Garda Nasional Ukraina Serang Pabrik, 5 Tentara Tewas

Global
Kronologi Bunuh Diri Liu Xuezhou yang Gemparkan China: Dijual Saat Kecil lalu Ditolak Orangtua Kandung

Kronologi Bunuh Diri Liu Xuezhou yang Gemparkan China: Dijual Saat Kecil lalu Ditolak Orangtua Kandung

Global
Akhir Sedih Choomba, Gorila Tertua Atlanta yang Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Akhir Sedih Choomba, Gorila Tertua Atlanta yang Terpaksa Diakhiri Hidupnya

Global
Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Dalam Bayang Invasi Rusia, Ini Daftar Negara yang Kirim Senjata ke Ukraina

Global
Mengintip Ajang Lari Maraton Terdingin di Dunia, Berjam-jam Terjang Suhu di Bawah Nol

Mengintip Ajang Lari Maraton Terdingin di Dunia, Berjam-jam Terjang Suhu di Bawah Nol

Global
Pernikahan Putri Sultan Brunei Digelar Meriah, Pesta 10 Hari Berturut-turut

Pernikahan Putri Sultan Brunei Digelar Meriah, Pesta 10 Hari Berturut-turut

Global
Beli Kursi di Toko Loak Seharga Rp 90 Ribuan, Tak Disangka Harga di Pelelangan Bernilai Miliaran

Beli Kursi di Toko Loak Seharga Rp 90 Ribuan, Tak Disangka Harga di Pelelangan Bernilai Miliaran

Global
Kisah Alison Parker, Reporter yang Diberondong Tembakan saat Laporan On-Air

Kisah Alison Parker, Reporter yang Diberondong Tembakan saat Laporan On-Air

Global
Jika Rusia-Ukraina Perang, Turki Nyatakan Siap Lakukan Apa Pun

Jika Rusia-Ukraina Perang, Turki Nyatakan Siap Lakukan Apa Pun

Global
Wanita Ini Dipukuli Pacarnya karena Sebut Ronaldo Kurang Menarik

Wanita Ini Dipukuli Pacarnya karena Sebut Ronaldo Kurang Menarik

Global
Ditolak Orangtua yang Menjualnya, Liu Xuezhou Disebut Minta Dibelikan Rumah dan Pinjam Uang

Ditolak Orangtua yang Menjualnya, Liu Xuezhou Disebut Minta Dibelikan Rumah dan Pinjam Uang

Global
Kenapa Rusia Tidak Masuk NATO? Ini 5 Alasannya

Kenapa Rusia Tidak Masuk NATO? Ini 5 Alasannya

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.