Gajinya Dipotong Rp 7.000 karena Telat 1 Menit, Masinis Tuntut Perusahaan Rp 275 Juta

Kompas.com - 11/11/2021, 14:33 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang masinis kereta api di Jepang menggugat perusahaan tempatnya bekerja, karena memotong gajinya 56 yen (Rp 7.000) akibat kesalahannya membuat penundaan satu menit.

Harian Yomiuri Shimbun pada Kamis (11/11/2021) mewartakan, masinis menggugat perusahaan West Japan Railway (JR West) awal tahun ini terkait kesalahan pekerjaannya pada Juni 2020

Dia menuntut ganti rugi 2,2 juta yen (Rp 275,65 juta) atas penderitaan mental yang disebabkan oleh hukuman itu.

Baca juga: Masinis Shinkansen Ditindak karena Lepaskan Kendali untuk BAB 3 Menit

Kesalahan bermula saat masinis tersebut dijadwalkan memindahkan kereta kosong ke depo di stasiun Okayama di Jepang barat, tetapi menuju ke peron yang salah.

Kesalahan itu membuat pergantian masinis tertunda, dan berarti jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta molor satu menit lebih lambat dari jadwal.

JR West berpendapat, mereka layak memotong gaji pengemudi karena tidak ada tenaga kerja yang beroperasi saat kesalahan terjadi.

Juru bicara JR West mengonfirmasi gugatan itu kepada AFP pada Kamis, tetapi menolak berkomentar karena gugatan itu tertunda.

"Alasan mengapa ini menjadi gugatan adalah perbedaan cara menafsirkan (penyebab penundaan)", katanya, seraya menambahkan bahwa JR West menerapkan aturan "tidak bekerja, tidak dibayar" dalam menghukum masinis.

Masinis pria yang tidak disebutkan namanya itu berargumen, penundaannya adalah kesalahan kecil manusia dan dia seharusnya tidak dianggap absen dari pekerjaan.

Sistem kereta api Jepang terkenal efisien dan tepat waktu, serta sering dijadikan contoh jaringan di seluruh dunia.

Pada tahun 2017, salah satu operator kereta api lokal jadi berita besar setelah meminta maaf akibat keberangkatan kereta 20 detik lebih awal.

Baca juga: Ini Nama Joker Jepang yang Tusuk 18 Orang dan Bakar Kereta Tokyo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Pemain Bola Indonesia Jadi Pengusaha Sukses di AS, Pernah Nyaris Dipanggil Timnas

Mantan Pemain Bola Indonesia Jadi Pengusaha Sukses di AS, Pernah Nyaris Dipanggil Timnas

Global
Kronologi Kebangkitan dan Kejatuhan Boris Johnson

Kronologi Kebangkitan dan Kejatuhan Boris Johnson

Global
Harapan Besar AS dalam G20 soal Konflik Rusia-Ukraina

Harapan Besar AS dalam G20 soal Konflik Rusia-Ukraina

Global
Kasus Dana Umat ACT, PPATK Ungkap 10 Negara Penyumbang dan Penerima Terbesar

Kasus Dana Umat ACT, PPATK Ungkap 10 Negara Penyumbang dan Penerima Terbesar

Global
Rusia Rayakan Kejatuhan Boris Johnson: Sang Badut Telah Pergi

Rusia Rayakan Kejatuhan Boris Johnson: Sang Badut Telah Pergi

Global
Model Brasil Jadi Penembak Jitu dalam Perang di Ukraina, Terkena Serangan Rudal Rusia hingga Tewas

Model Brasil Jadi Penembak Jitu dalam Perang di Ukraina, Terkena Serangan Rudal Rusia hingga Tewas

Global
Deretan Skandal yang Memicu PM Inggris Boris Johnson Mundur

Deretan Skandal yang Memicu PM Inggris Boris Johnson Mundur

Global
Menteri Luar Negeri Rusia Kunjungi Bali, Hadiri Pertemuan G20

Menteri Luar Negeri Rusia Kunjungi Bali, Hadiri Pertemuan G20

Global
PM Inggris Boris Johnson Akhirnya Mundur, Sampaikan Terima Kasih

PM Inggris Boris Johnson Akhirnya Mundur, Sampaikan Terima Kasih

Global
Hari Kemerdekaan AS Nyaris Dilanda 3 Penembakan Massal, Polisi Gagalkan 2

Hari Kemerdekaan AS Nyaris Dilanda 3 Penembakan Massal, Polisi Gagalkan 2

Global
Spesies Baru Teratai Raksasa Ditemukan Setelah 177 Tahun Salah Identifikasi

Spesies Baru Teratai Raksasa Ditemukan Setelah 177 Tahun Salah Identifikasi

Global
Kim Jong Un: Bimbingan Partai Komunis Korsel adalah Pembuluh Darah Rakyat

Kim Jong Un: Bimbingan Partai Komunis Korsel adalah Pembuluh Darah Rakyat

Global
Diduga Angkut Gandum Curian dari Ukraina, Kapal Berbendera Rusia Tinggalkan Turkiye

Diduga Angkut Gandum Curian dari Ukraina, Kapal Berbendera Rusia Tinggalkan Turkiye

Global
Mantan Presiden Rusia: Umat Manusia dalam Bahaya Nuklir jika Barat Hukum Rusia

Mantan Presiden Rusia: Umat Manusia dalam Bahaya Nuklir jika Barat Hukum Rusia

Global
Mulai Hari Ini, Pelaku Cyberbullying di Jepang Bisa Dipenjara Hingga 1 Tahun

Mulai Hari Ini, Pelaku Cyberbullying di Jepang Bisa Dipenjara Hingga 1 Tahun

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.