Komandan Senior Taliban Tewas Saat Lawan ISIS-K di RS Afghanistan

Kompas.com - 04/11/2021, 07:41 WIB
Para pasukan Taliban memblokir jalan setelah terjadi serangan di rumah sakit militer di Kabul, Afghanistan, Selasa (2/11/2021). Serangan itu menewaskan lusinan orang dan melukai lebih dari selusin, kata pejabat kesehatan. AP PHOTO/AHMAD HALABISAZPara pasukan Taliban memblokir jalan setelah terjadi serangan di rumah sakit militer di Kabul, Afghanistan, Selasa (2/11/2021). Serangan itu menewaskan lusinan orang dan melukai lebih dari selusin, kata pejabat kesehatan.

KABUL, KOMPAS.com - Komandan senior Taliban, Hamdullah Mokhlis, tewas ketika bertempur melawan ISIS-K di sebuah rumah sakit di Afghanistan.

Kematian Mokhlis itu diumumkan oleh para ofisial Taliban pada Rabu (3/11/2021).

Hamdullah Mokhlis adalah anggota jaringan garis keras Haqqani dan perwira di pasukan khusus Korps Badri. Ia merupakan tokoh paling senior yang terbunuh sejak Taliban merebut Kabul, ibu kota Afghanistan.

Baca juga: Haibatullah Akhundzada, Pemimpin Tertinggi Taliban untuk Pertama Kali Muncul di Publik

"Ketika mendapat informasi bahwa Rumah Sakit Sardar Daud Khan diserang, Maulvi Hamdullah (Mokhlis), komandan korps Kabul, segera bergegas ke tempat kejadian," kata petugas media Taliban yang dikutip AFP.

"Kami mencoba menghentikannya tetapi dia tertawa. Belakangan kami mengetahui bahwa dia gugur dalam pertarungan langsung di rumah sakit," tambahnya.

Sedikitnya 19 orang tewas pada Selasa (2/11/2021) dalam serangan yang diklaim oleh saingan garis keras Taliban, ISIS-Khorasan atau ISIS-K, di rumah sakit militer utama Kabul.

Serangan itu dimulai dengan seorang pembom bunuh diri meledakkan bahan peledaknya di dekat pintu masuk rumah sakit, kemudian orang-orang bersenjata masuk ke halaman.

Taliban lalu mengerahkan pasukan khusus mereka ke atap gedung dengan helikopter yang dirampas dari peninggalan militer Amerika Serikat (AS).

Saksi mata menggambarkan adegan teror kepada AFP. Para pasien dan dokter mencoba mengunci diri di kamar lantai atas dan adu tembak pun terjadi.

Dalam pernyataan yang dirilis di saluran Telegramnya, ISIS-K mengatakan bahwa "lima anggota ISIS melakukan serangan terkoordinasi secara simultan" di situs tersebut.

Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid tidak menyebutkan jumlah korban tewas, dan mengatakan serangan itu dihentikan dalam waktu 15 menit berkat intervensi cepat.

Baca juga: Gambar Pertemuan Taliban dan Delegasi Asing Picu Kemarahan, Disebut “Pesta Sosis”

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KABAR DUNIA SEPEKAN: Tsunami Terjang Tonga | Profil Dokter Muhammad Mohiuddin yang Cangkok Jantung Babi

KABAR DUNIA SEPEKAN: Tsunami Terjang Tonga | Profil Dokter Muhammad Mohiuddin yang Cangkok Jantung Babi

Global
Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Apa?

Xi Jinping Telepon Jokowi, Bahas Apa?

Global
Dilema Warga Pasca Erupsi Gunung di La Palma, Bergulat dengan Tumpukan Abu

Dilema Warga Pasca Erupsi Gunung di La Palma, Bergulat dengan Tumpukan Abu

Global
20 Miliarder Baru Muncul di Asia Akibat Pandemi Covid-19

20 Miliarder Baru Muncul di Asia Akibat Pandemi Covid-19

Global
Ribuan Paket Robek Penuhi Jalur Kereta AS, Masalah Pencurian Kontainer Kargo Terungkap

Ribuan Paket Robek Penuhi Jalur Kereta AS, Masalah Pencurian Kontainer Kargo Terungkap

Global
Ingin Kembali Dapat Perlindungan Polisi Inggris, Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Hukum

Ingin Kembali Dapat Perlindungan Polisi Inggris, Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Hukum

Global
Pelaku Penyanderaan Sinagoga di AS Sempat Tuntut 'Lady Al-Qaeda' Dibebaskan dari Penjara

Pelaku Penyanderaan Sinagoga di AS Sempat Tuntut 'Lady Al-Qaeda' Dibebaskan dari Penjara

Global
Filipina Borong 32 Helikopter Black Hawk Senilai Rp 8,8 Triliun

Filipina Borong 32 Helikopter Black Hawk Senilai Rp 8,8 Triliun

Global
Kecanduan Gula dan 'Junk Food', Ribuan Monyet Makin Agresif Teror Kota di Thailand

Kecanduan Gula dan "Junk Food", Ribuan Monyet Makin Agresif Teror Kota di Thailand

Global
 Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Separuh Dunia Terdampak, Kenapa Letusan Gunung Berapi Tonga Begitu Dahsyat?

Global
Pria India Ciptakan Gambar Terbesar di Dunia, Luasnya Capai 629 Meter Persegi

Pria India Ciptakan Gambar Terbesar di Dunia, Luasnya Capai 629 Meter Persegi

Global
Ini Tanggapan Novak Djokovic Setelah Kalah Banding dan Akan Dideportasi dari Australia

Ini Tanggapan Novak Djokovic Setelah Kalah Banding dan Akan Dideportasi dari Australia

Global
Iseng Buka Google Maps, Pria Ini Tak Sengaja Temukan Objek Mirip UFO

Iseng Buka Google Maps, Pria Ini Tak Sengaja Temukan Objek Mirip UFO

Global
Rasakan Sensasi Kemasukan Air, Telinga Pria Ini Ternyata Kemasukan Kecoa

Rasakan Sensasi Kemasukan Air, Telinga Pria Ini Ternyata Kemasukan Kecoa

Global
Kalah Banding, Novak Djokovic Akan Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Open

Kalah Banding, Novak Djokovic Akan Dideportasi dan Batal Tampil di Australia Open

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.