Dinda Lisna Amilia
Praktisi Pendidikan

Pengajar di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya

Keniscayaan Indonesia dalam Menerima Pengungsi

Kompas.com - 29/10/2021, 10:36 WIB
Warga yang dievakuasi dari Afghanistan duduk di dalam pesawat militer selama evakuasi dari Kabul, di lokasi yang tak disebutkan, Kamis (19/8/2021). Situasi tegang dan konflik memanas melanda Kabul disertai ribuan orang berupaya melarikan diri dari wilayah tersebut setelah jatuhnya kekuasaan Afghanistan ke tangan rezim Taliban. ANTARA FOTO/US MARINES/HANDOUTWarga yang dievakuasi dari Afghanistan duduk di dalam pesawat militer selama evakuasi dari Kabul, di lokasi yang tak disebutkan, Kamis (19/8/2021). Situasi tegang dan konflik memanas melanda Kabul disertai ribuan orang berupaya melarikan diri dari wilayah tersebut setelah jatuhnya kekuasaan Afghanistan ke tangan rezim Taliban.

Pada awal Agustus, saat Taliban baru saja berhasil menginvasi Kabul, sebuah foto pesawat berisi ratusan penduduk Afghanistan yang menjejali pesawat militer Amerika Serikat menjadi viral.

Foto yang diambil dari situs Defense One itu menunjukkan sekitar 640 orang Afghanistan duduk di lantai pesawat yang terbang keluar dari negara konflik tersebut. Pesawat militer Amerika membawa mereka ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.

Pertanyaannya, bukannya menuju negara asal pesawat, mengapa malah menurunkan 640 penduduk Afghanistan itu ke Qatar? Jawabannya, tidak lain berkaitan dengan kebijakan imigrasi Amerika Serikat dalam menerima pencari suaka.

Selama kondisi Afganistan yang kurang kondusif, rupanya Biden telah menjalin komunikasi dengan beberapa negara terkait dengan proses penerimaan penduduk Afghanistan yang sudah diprediksikan akan menjadi pengungsi ataupun pencari suaka di negara-negara lain.

Salah satunya adalah Qatar yang dipersiapkan untuk mengakomodasi sekitar 8.000 penduduk Afghanistan yang dievakuasi.

Selanjutnya, mereka akan dicatat sebagai pencari suaka secara resmi oleh The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), unit dalam naungan PBB yang secara khusus mengurus pengungsi (refugees) dan pencari suaka (asylum seeker) yang tersebar di berbagai penjuru dunia.

Perjalanan panjang pencari suaka

Pada akhir 2020, UNHCR mencatat sejumlah 82,4 juta orang terlantar yang hidup sebagai pengungsi tersebar di banyak negara di dunia.

Negara asal terbanyak para pengungsi datang dari Suriah , Venezuela, Afghanistan, Sudan Selatan, dan Myanmar. Perang sipil dan persekusi atas minoritas, perubahan iklim, dan pemerintahan yang represif disinyalir menjadi penyebab terbanyak hadirnya krisis pengungsi ini.

Fenomena tersebut sudah diantisipasi PBB dengan dibuatnya konvensi pengungsi pada 1951 silam. Ada 145 negara yang menandatangani konvensi tersebut. Meski artinya, negara yang menandatangani konvensi berarti akan hanya menerima pengungsi dalam kondisi tertentu.

Dengan kata lain, ke-145 negara tersebut belum tentu akan memberikan suaka, apalagi status kewarganegaraan pada pengungsi.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Irawan: Istri itu Punya Tiga Tingkat Kemarahan - SUCI 2
Stand Up Irawan: Istri itu Punya...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.