Noeleen Heyzer dari Singapura, Ditunjuk Sekjen PBB sebagai Utusan Khusus Myanmar yang Baru

Kompas.com - 27/10/2021, 20:30 WIB
 Sekretaris Jenderal Antonio Guterres pada hari Senin, 25 Oktober 2021 mengumumkan penunjukan mantan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Heyzer dari Singapura sebagai utusan khusus PBB yang baru untuk Myanmar yang dilanda konflik AP PHOTO/ESKINDER DEBEBE Sekretaris Jenderal Antonio Guterres pada hari Senin, 25 Oktober 2021 mengumumkan penunjukan mantan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Heyzer dari Singapura sebagai utusan khusus PBB yang baru untuk Myanmar yang dilanda konflik

 

JENEWA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres mengumumkan penunjukan mantan wakil sekretaris jenderal PBB, Noeleen Heyzer, dari Singapura, sebagai utusan khusus PBB yang baru untuk Myanmar yang dilanda konflik.

Dia akan menggantikan Christine Schraner Burgener dari Swiss, yang 3 tahun jabatannya melihat gerakan menuju demokrasi yang hancur dalam pengambilalihan militer Myanmar pada Februari lalu, yang memicu protes nasional. Masa jabatannya berakhir pada Minggu (31/10/2021).

Baca juga: Pemimpinnya Dilarang Muncul, Junta Militer Myanmar Boikot KTT ASEAN

Heyzer menjabat pada 1994-2007 sebagai direktur eksekutif UNIFEM, salah satu pelopor organisasi payung PBB untuk wanita yang dikenal sebagai UN Women.

Dia adalah wanita pertama yang menjabat sebagai sekretaris eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik, pada 2007-2014, sebuah jabatan yang memberinya pangkat wakil sekretaris jenderal.

Saat ini Heyzer adalah anggota Dewan Penasihat Tingkat Tinggi Guterres untuk Mediasi, anggota dewan pengurus Sekolah Kebijakan Publik Lee Kuan Yew di National University of Singapore. Dia juga anggota terhormat dari Singapore Management University dan S Rajaratnam School of International Studies.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baik Singapura dan Myanmar adalah anggota dari 10 anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Saya pikir sekretaris jenderal pasti membuat keputusan yang tepat untuk memiliki seseorang yang mengetahui kawasan itu, yang tahu bagaimana menangani secara diplomatis,” kata Schraner Burgener kepada AP pada Senin (25/10/2021).

Baca juga: KTT ASEAN Ke-38 dan 39 Dimulai Tanpa Perwakilan Junta Militer Myanmar

Utusan PBB yang meninggalkan posisinya itu mengatakan, penggantinya tidak membutuhkan nasihat, tetapi jika dia melanjutkan jabatannya, “maka saya jelas akan mencoba dan terus membantu rakyat.”

Militer Myanmar merebut kekuasaan dari pemerintah Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Mereka mengklaim dengan sedikit bukti bahwa pemilihan umum, yang dimenangkan partainya November lalu secara telak, dirusak oleh kecurangan pemungutan suara yang meluas.

Kudeta militer Myanmar itu memicu protes di jalanan yang coba dihancurkan oleh pasukan keamanan, dan beralih ke kekerasan dan bentrokan di seluruh negeri, dengan kelompok etnis bersenjata dan yang disebut Pasukan Pertahanan Rakyat.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerja Sama Perdagangan Indonesia-Italia Berpotensi Meningkat

Kerja Sama Perdagangan Indonesia-Italia Berpotensi Meningkat

Global
Texas Resmi Larang Aborsi Medis setelah 7 Minggu Kehamilan

Texas Resmi Larang Aborsi Medis setelah 7 Minggu Kehamilan

Global
3 Desember 1967: Transplantasi Jantung Manusia Pertama Kali

3 Desember 1967: Transplantasi Jantung Manusia Pertama Kali

Global
Pertemuan Bush dan Gorbachev pada 1989, Upaya Akhiri Perang Dingin

Pertemuan Bush dan Gorbachev pada 1989, Upaya Akhiri Perang Dingin

Global
Australia Temukan Kasus Lokal Pertama Covid-19 Varian Omicron

Australia Temukan Kasus Lokal Pertama Covid-19 Varian Omicron

Global
Perancis Tolak Patroli bareng Inggris di Selat untuk Tangani Migran Ilegal

Perancis Tolak Patroli bareng Inggris di Selat untuk Tangani Migran Ilegal

Global
Sejarah Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember

Sejarah Hari Penyandang Disabilitas Internasional 3 Desember

Global
Studi: Mendongeng untuk Balita, Pakai Buku Fisik Lebih Dianjurkan dibanding E-book

Studi: Mendongeng untuk Balita, Pakai Buku Fisik Lebih Dianjurkan dibanding E-book

Global
Bekas Anak Buah Jack Dorsey di Twitter Bagikan Utas, Tunjukkan Dorsey 'Manusia Biasa'

Bekas Anak Buah Jack Dorsey di Twitter Bagikan Utas, Tunjukkan Dorsey "Manusia Biasa"

Global
Pria Bersenjata Datangi Markas PBB di New York dan Ancam Bunuh Diri

Pria Bersenjata Datangi Markas PBB di New York dan Ancam Bunuh Diri

Global
Kota di Kanada Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Musim Dingin: 22,5 Derajat Celsius

Kota di Kanada Pecahkan Rekor Suhu Terpanas pada Musim Dingin: 22,5 Derajat Celsius

Global
Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Global
Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.