Kompas.com - 25/10/2021, 18:53 WIB

KHARTOUM, KOMPAS.com - Kabar terbaru dari kudeta Sudan, jenderal tertinggi Abdel Fattah Al-Burhan mengumumkan keadaan darurat dan membubarkan pemerintahan transisi demokrasi negara itu.

Ia juga mengumumkan pembentukan pemerintahan baru setelah tentara menahan para pemimpin sipil pada Senin (25/10/2021).

Pengumuman Jenderal Burhan dalam pidato yang disiarkan televisi muncul setelah militer menahan tokoh-tokoh pemerintah, yang memimpin transisi menuju demokrasi sejak penggulingan presiden otokratis Omar Al Bashir pada April 2019.

Baca juga: Sudan Diguncang Kudeta, PM Abdalla Hamdok Ditahan

"Untuk memperbaiki arah revolusi, kami memutuskan untuk menyatakan keadaan darurat nasional ... membubarkan dewan kedaulatan transisi, dan membubarkan kabinet," kata Burhan.

Pernyataannya muncul saat bentrokan meletus di ibu kota Khartoum. Tentara menembakkan peluru tajam ke arah orang-orang yang turun ke jalan untuk memprotes kudeta Sudan.

Kerusuhan sebagian besar berpusat di luar markas tentara di ibu kota, beberapa jam setelah tentara menahan Perdana Menteri Abdalla Hamdok, para menteri dalam kabinetnya, dan anggota sipil dewan penguasa Sudan, kata Kementerian Informasi yang dikutip AFP.

Mereka dibawa pergi setelah menolak mendukung kudeta, katanya di Facebook.

Layanan internet terputus di seluruh Sudan sekitar fajar, dan jalan-jalan utama serta jembatan ke Khartoum ditutup, lalu tentara menyerbu markas besar lembaga penyiaran negara di kota kembar ibu kota Omdurman, kata kementerian itu.

Orang-orang turun ke jalan tak lama setelahnya, membakar ban dan menumpuk deretan batu bata di seberang jalan untuk memblokir mereka sebagai protes terhadap langkah militer, seorang koresponden AFP melaporkan.

"Pasukan militer menembakkan peluru tajam ke pengunjuk rasa yang menolak kudeta militer di luar markas tentara," lanjut kementerian informasi.

Sekitar belasan orang sejauh ini terluka dalam bentrokan itu, menurut Komite Sentral Dokter Sudan, serikat medis independen.

Baca juga: Kudeta Sudan: PM Abdalla Hamdok Dibawa ke Tempat Rahasia


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ukraina Rebut Lagi Permukiman di Wilayah yang Dicaplok Rusia

Ukraina Rebut Lagi Permukiman di Wilayah yang Dicaplok Rusia

Global
Bagaimana Partai Komunis China Menjalankan Roda Pemerintahan?

Bagaimana Partai Komunis China Menjalankan Roda Pemerintahan?

Global
Korea Utara Dicurigai Tembakkan 2 Rudal Balistik Lagi

Korea Utara Dicurigai Tembakkan 2 Rudal Balistik Lagi

Global
Superyacht terkait Pengusaha Rusia yang Disanksi Dijual Rp 444,39 Miliar

Superyacht terkait Pengusaha Rusia yang Disanksi Dijual Rp 444,39 Miliar

Global
Singapura Sita 34 Kg Cula Badak Ilegal dari Afrika Selatan

Singapura Sita 34 Kg Cula Badak Ilegal dari Afrika Selatan

Global
Seorang Pria Dilarang Menonton Pertandingan Sepak Bola Seumur Hidup karena Lakukan Salut Nazi

Seorang Pria Dilarang Menonton Pertandingan Sepak Bola Seumur Hidup karena Lakukan Salut Nazi

Global
Ibrahim Traore, Pemimpin Kudeta Burkina Faso, Resmi Diangkat Jadi Presiden

Ibrahim Traore, Pemimpin Kudeta Burkina Faso, Resmi Diangkat Jadi Presiden

Global
66 Anak-anak Meninggal di Gambia Diduga Terkait Penggunaan Obat Batuk Buatan India

66 Anak-anak Meninggal di Gambia Diduga Terkait Penggunaan Obat Batuk Buatan India

Global
Skandal Kecurangan Turnamen Catur Dunia: Hans Niemann Diduga Curang di Lebih dari 100 Game Online

Skandal Kecurangan Turnamen Catur Dunia: Hans Niemann Diduga Curang di Lebih dari 100 Game Online

Global
Rusia Peringatkan Risiko Bentrokan Langsung dengan Barat Setelah AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Rusia Peringatkan Risiko Bentrokan Langsung dengan Barat Setelah AS Tambah Bantuan Militer ke Ukraina

Global
Protes Pengerahan Kapal Induk AS, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Lagi ke Arah Jepang

Protes Pengerahan Kapal Induk AS, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Lagi ke Arah Jepang

Global
Rangkuman Hari Ke-224 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Ubah Dekrit Mobilisasi Parsial, Batas Harga Minyak Rusia Disepakati

Rangkuman Hari Ke-224 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Ubah Dekrit Mobilisasi Parsial, Batas Harga Minyak Rusia Disepakati

Global
[POPULER GLOBAL] Penyebab Gagalnya Rudal 'Balasan' Korsel untuk Korut | Doa Raja Arab Saudi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

[POPULER GLOBAL] Penyebab Gagalnya Rudal "Balasan" Korsel untuk Korut | Doa Raja Arab Saudi untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Global
Penculikan Satu Keluarga di California, Pelaku Ditahan dalam Kondisi Kritis, Korban Belum Ditemukan

Penculikan Satu Keluarga di California, Pelaku Ditahan dalam Kondisi Kritis, Korban Belum Ditemukan

Global
Lebih dari 400 Orang Menangi Jackpot Lotre Filipina, Pengawas Kaget: Kok Bisa?

Lebih dari 400 Orang Menangi Jackpot Lotre Filipina, Pengawas Kaget: Kok Bisa?

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.