Kompas.com - 25/10/2021, 12:39 WIB
Tangkapan layar dari video yang menunjukkan Gubernur baru Provinsi Azerbaijan Timur Zeinolabedin Khorram ditampar seorang pria ketika berpidato di Masjid Imam Khomeini di Kota Tabriz FARS NEWS via CNNTangkapan layar dari video yang menunjukkan Gubernur baru Provinsi Azerbaijan Timur Zeinolabedin Khorram ditampar seorang pria ketika berpidato di Masjid Imam Khomeini di Kota Tabriz

TEHERAN, KOMPAS.com – Seorang gubernur baru di Iran tiba-tiba ditampar seorang pria di atas panggung ketika sedang berpidato.

Gubernur baru Provinsi Azerbaijan Timur, Zeinolabedin Khorram, tersebut awalnya menyampaikan pidato di Masjid Imam Khomeini di Kota Tabriz.

Ketika berpidato, seorang pria muncul di atas panggung dan berjalan mendekati Khorram.

Baca juga: Iran Tunda Lagi Eksekusi Tahanan yang Dipenjara Sejak Usia 17 Tahun

Pria tersebut tiba-tiba menampar Khorram dengan keras hingga para hadirin tercengang.

Aparat keamanan kemudian terlihat berlari ke arah pelaku dan menariknya turun dari atas panggung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Insiden tersebut terkam kamera dan ditayangkan oleh sejumlah media, termasuk Iranian International English.

Melansir CNN, Minggu (24/10/2021), acara tersebut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Iran, perwakilan dari kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei, dan pejabat lainnya.

Baca juga: Mantan Gubernur dan Beberapa Kroninya di Bank Sentral Iran Dihukum Penjara

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengidentifikasi pelaku sebagai Ayoub Alizadeh, anggota angkatan bersenjata Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi pemerintah, IRIB, Khorram mengaku tidak mengenal pelaku secara pribadi.

Menurut Khorram, pelaku mengatakan kepada polisi bahwa pelaku menamparnya karena kesal istrinya disutik vaksin Covid-19 oleh seorang pria di provinsi tersebut.

Baca juga: Suriah Digempur Serangan Udara Israel, 1 Tentara dan 3 Milisi Pro-Iran Tewas

Beberapa laporan lain menyebutkan, alasan pelaku menampar Khorram tidak berlatar belakang politik.

Anggota parlemen Iran dari Maragheh, Ali Alizadeh, mengatakan motif pelaku tidak memiliki unsur politik. Maragheh adalah salah satu kota di provinsi Azerbaijan Timur.

“Tentu saja, motif orang ini adalah pribadi dan tidak ada hubungannya dengan penunjukan gubernur atau bahkan kata-katanya,” tutur Alizadeh.

Baca juga: Abolhassan Banisadr, Presiden Pertama Iran Tutup Usia 88 Tahun di Paris

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.