Kompas.com - 24/10/2021, 08:13 WIB
Ilustrasi pornografi, film porno SHUTTERSTOCKIlustrasi pornografi, film porno

SPOKANE, KOMPAS.com – Saluran televisi KREM di AS secara tidak sengaja menayangkan klip video porno saat siaran ramalan cuaca secara langsung.

Afiliasi CBS yang berbasis di Spokane, Washington, tersebut menayangkan klip video porno berdurasi 13 detik dalam ramalan cuaca sebagai bagian dari siaran berita pada Minggu (17/10/2021).

Ketika ahli meteorologi Michelle Boss memaparkan ramalan cuaca, klip tersebut diputar di pojok atas kiri layar.

Baca juga: Bintang Porno Gambarkan Kelahiran Venus, Pornhub Digugat Galeri Seni Italia

Baik dia, maupun rekan penyiarnya, Cody Proctor, tampaknya tidak menyadari klip itu sebagaimana dilansir NDTV, Kamis (21/10/2021).

Mereka berdua melanjutkan laporan sebelum akhirnya beralih ke rekaman cuaca lainnya.

Setelah insiden tersebut, KREM langsung meminta maaf atas ditangkannya video porno tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bintang Porno AS Ini Ditolak Hadir di Konferensi Partai Republik Khusus Anak Sekolah

“Kami di sini, di KREM 2, ingin meminta maaf atas sesuatu yang terjadi dalam siaran berita malam ini,” kata stasiun tersebut.

“Sebuah video yang tidak pantas ditayangkan. Kami bekerja keras untuk memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi,” sambung KREM.

Seorang eksekutif di perusahaan induk KREM mengonfirmasi bahwa saluran tersebut telah meminta maaf karena secara tidak sengaja menayangkan klip video porno.

Baca juga: Bintang Porno Diduga Bunuh Diri Setelah Berjuang Lawan Kanker Payudara dan Jadi Tunawisma

Departemen Kepolisian Spokane kini tengah menyelidiki insiden tersebut setelah menerima beberapa telepon dari pemirsa.

"Unit Korban Khusus Departemen Kepolisian Spokane menanggapi outlet berita lokal pada Minggu malam setelah gambar atau video yang mengganggu muncul di layar pemirsa selama laporan cuaca,” kata Departemen Kepolisian Spokane, Senin (18/10/2021).

“Insiden itu menimbulkan banyak telepon dari warga yang peduli di wilayah ini," sambung Departemen Kepolisian Spokane.

Baca juga: 6 Politisi Dunia dengan Profil Tak Biasa: Dari Bintang Porno sampai Badut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.