Kompas.com - 24/10/2021, 07:21 WIB
Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita (kanan) dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid (kiri), mengadakan konferensi pers setelah menandatangani perjanjian kerja sama antara kedua negara, di Rabat, Maroko, Rabu (11/8/2021). [AP Photo/Mosa'ab Elshamy] AP Photo/Mosa'ab ElshamyMenteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita (kanan) dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid (kiri), mengadakan konferensi pers setelah menandatangani perjanjian kerja sama antara kedua negara, di Rabat, Maroko, Rabu (11/8/2021). [AP Photo/Mosa'ab Elshamy]

RABAT, KOMPAS.com – Sebuah partai di Maroko mengkritik keras normalisasi hubungan diplomatik antara Maroko dan Israel.

Partai Justice and Charity menekankan bahwa normalisasi hubungan diplomatik antara Maroko dan Israel tidak akan pernah membawa stabilitas atau manfaat ekonomi.

Juru Bicara Partai Justice and Charity Fathallah Arsalan mengatakan, normalisasi hubungan diplomatik sama saja dengan kejahatan dan pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.

Baca juga: Pemimpin Arab Saudi Terbuka Bahas Normalisasi Hubungan dengan Israel dengan Syarat

“Banyak dari mereka terbunuh atau dipaksa keluar dari rumah mereka, atau rumah dan tempat suci mereka dihancurkan,” kata Arsalan sebagaimana dilansir Middle East Monitor, Sabtu (23/10/2021).

“Upaya untuk menutupi entitas Zionis, yang melakukan kejahatan terhadap agama, kemanusiaan, dan hukum kita melalui kesepakatan di sini atau di sana, akan gagal,” sambung Arsalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia juga berkeras bahwa normalisasi hubungan diplomatik merupakan kejahatan terhadap Maroko.

“Karena penguasa negara membuka pintu lebar-lebar untuk penetrasi budaya, politik, pendidikan dan keamanan,” imbuh Arsalan.

Baca juga: Muncul Kabar Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel, Kemenlu Langsung Membantah

Arsalan menambahkan, kejahatan tersebut akan berlipat ganda ketika melampaui hubungan komersial dan ekonomi.

“Dengan identitas dan nilai-nilai, dan menargetkan pelajar muda, mengintensifkan perjanjian antar-universitas, pertukaran kunjungan pelajar yang menyamar sebagai sinagoga dan pusat budaya,” tutur Arsalan.

Arsalan menyatakan, bahaya dari normalisasi hubungan antara Maroko dan Israel bakal melebihi kata-kata dengan fakta yang ada di lapangan.

Maroko mengumumkan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel pada Desember 2020 sambil mendapatkan pengakuan AS atas kedaulatannya terhadap Sahara Barat.

Baca juga: Normalisasi Hubungan, Penerbangan Langsung Abu Dhabi-Tel Aviv Akan Dimulai 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

Global
POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

Global
Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Global
Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Global
Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Global
Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Global
Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Global
Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Global
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Global
Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Global
Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.