Kompas.com - 23/10/2021, 22:00 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di pertemuan partainya, AK Party, di Grand National Assembly of Turkey (GNAT), Ankara, pada 21 April 2021. AFP PHOTO/ADEM ALTANPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di pertemuan partainya, AK Party, di Grand National Assembly of Turkey (GNAT), Ankara, pada 21 April 2021.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memerintahkan agar 10 duta besar asing diusir, termasuk dari Jerman dan AS.

Perintah kepada menteri luar negeri itu terjadi setelah para utusan asing itu menuntut pembebasan pemimpin sipil, Osman Kavala.

"Saya sudah memerintahkan menteri luar negeri kami menjadikan 10 dubes itu sebagai persona non grata," kata Erdogan.

Baca juga: Tak Terima, Erdogan Ancam Usir 10 Duta Besar Asing Termasuk AS

Dilansir AFP Sabtu (23/10/2021), mantan wali kota Istanbul itu tidak menyebutkan kapan 10 duta besar asing itu akan diusir.

Presiden Turki berusia 67 tahun tersebut menuding ke-10 utusan itu "berlaku tidak senonoh". "Mereka harusnya memahami dan mengerti Turki," keluhnya.

"Mereka harus segera angkat kaki di hari mereka tidak mengerti apapun mengenai Turki," lanjut Erdogan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Senin (18/10/2021), 10 utusan asing itu merilis pernyataan gabungan menyoroti Kavala, aktivis kelahiran Paris.

AS, Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, hingga Swedia menyerukan supaya kasus Kavala bisa diselesaikan secepatnya.

Kavala ditahan sejak 2017, dan dijerat berbagai dakwaan seperti dugaan keterlibatan aksi protes anti-pemerintah pada 2013.

Baca juga: Erdogan Jajaki Pembelian Jet Tempur F-16 dari AS

Dia juga dituding menjadi salah satu pelaku percobaan kudeta terhadap Erdogan yang gagal lima tahun lalu.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Perempuan Terbunuh Setiap Tahun, Perempuan Turki Berunjuk Rasa

Ratusan Perempuan Terbunuh Setiap Tahun, Perempuan Turki Berunjuk Rasa

Global
Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Qatar Banggakan Stadion Bongkar-Pasang untuk Piala Dunia 2022, Apa Istimewanya?

Global
5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

5 Anggota Parlemen AS Kunjungan Mendadak ke Taiwan, Apa Tujuannya?

Global
Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Sempat Mundur Beberapa Hari Lalu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia Lagi

Global
Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Foto Perempuan Bermata Sipit dengan Produk Dior Picu Polemik di China

Global
Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Wanita Ini Tak Ingin Tinggalkan Suaminya yang Terlalu Ganteng Meski Sering Disiksa

Global
Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Menteri Utama Skotlandia: Varian Omicron Harus Disikapi dengan Serius

Global
Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Gejala-gejala Covid-19 Varian Omicron Menurut Dokter yang Menemukannya

Global
WHO: Risiko Covid-19 Varian Omicron Sangat Tinggi

WHO: Risiko Covid-19 Varian Omicron Sangat Tinggi

Global
13 Kasus Covid-19 Varian Omicron Muncul di Klub Sepak Bola Portugal

13 Kasus Covid-19 Varian Omicron Muncul di Klub Sepak Bola Portugal

Global
Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Meski Peng Shuai Sudah Muncul Lagi, WTA Masih Khawatir dengan Kondisinya

Global
Milisi Iran Bikin Video Game dengan George Floyd Jadi Pahlawannya

Milisi Iran Bikin Video Game dengan George Floyd Jadi Pahlawannya

Global
Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Dokter Muda Afghanistan Dibunuh Taliban karena Tak Berhenti di Pos Pemeriksaan

Global
Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Mahkamah Agung India Desak Pemerintah New Delhi Kendalikan Polusi Udara yang Parah

Global
Suami Istri Kabur dari Tempat Karantina Covid-19, Polisi Militer Dikerahkan

Suami Istri Kabur dari Tempat Karantina Covid-19, Polisi Militer Dikerahkan

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.