Kompas.com - 23/10/2021, 18:48 WIB
Orang-orang berkumpul di alun-alun kota Herat di barat Afghansitan, di mana Taliban menggantung mayat terduga penculik menggunakan crane pada Sabtu, 25 September 2021. Taliban mengumumkan jasad itu digantung sebagai peringatan jika ada yang hendak berbuat jahat. AP PHOTO/-Orang-orang berkumpul di alun-alun kota Herat di barat Afghansitan, di mana Taliban menggantung mayat terduga penculik menggunakan crane pada Sabtu, 25 September 2021. Taliban mengumumkan jasad itu digantung sebagai peringatan jika ada yang hendak berbuat jahat.

DUBAI, KOMPAS.com – Perekonomian Afghanistan bisa saja runtuh lebih cepat dari yang diprediksi dan membuat negara itu jatuh ke dalam krisis politik baru.

Prediksi tersebut disampaikan Menteri Kerja Sama Pembangunan Internasional Swedia Per Olsson Fridh kepada Reuters di Dubai, Sabtu (23/10/2021).

Afghanistan terperosok ke dalam krisis menyusul runtuhnya pemerintah yang didukung Barat pada Agustus pasca-Taliban mengambil alih Kabul.

Baca juga: Rencana Badan PBB Kembalikan Mata Pencaharian Warga Afghanistan

“Kekhawatiran saya adalah bahwa negara itu berada di ambang kehancuran dan keruntuhan yang lebih cepat dari yang kita duga,” kata Fridh.

Dia juga memperingatkan, perekonomian yang terjun bebas bisa membuka kesempatan bagi kelompok-kelompok teror untuk berkembang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejak Taliban kembali menguasai Kabul, sebanyak 27 negara Uni Eropa, termasuk Swedia, meningkatkan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan.

Namun, negara-negara tersebut menghentikan bantuan dana pembangunannya.

Baca juga: Ledakan Terjadi di Afghanistan, Kabul Mati Listrik

Pada Jumat (22/10/2021) Palang Merah mendesak komunitas internasional untuk terlibat dengan Taliban.

Palang Merah memperingatkan, pihaknya hanya dapat memberikan solusi dalam jangka pendek.

Fridh menuturkan, Swedia tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan upaya melalui kelompok masyarakat sipil Afghanistan untuk mengamankan kebutuhan pokok.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Krisis Migran, Belarus Kecam Sanksi Tambahan dari Barat dan Ancam Membalas Keras

Global
Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Waspadai Varian Omicron, AS Akan Perketat Kedatangan Luar Negeri, Ini Kebijakannya

Global
Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Inggris Setujui Obat Covid GSK, Diyakini Ampuh Lawan Varian Omicron

Global
3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

3 Negara Dekat Indonesia yang Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

POPULER GLOBAL: Murid Pukul Guru karena Lapar | Detik-detik Penembakan SMA Oxford

Global
8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

8 Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Kisah Misteri Edward Mordrake, Rahasia Gelap di Balik Pria dengan Dua Wajah

Internasional
Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Kepala MI6 Peringatkan Jebakan Utang China, Bagaimana dengan Indonesia?

Global
Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Tel Aviv Geser Paris Jadi Kota Termahal di Dunia untuk Ditinggali

Global
Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Warga India Heboh, Macan Tutul Masuk Sekolah dan Serang Seorang Siswa

Global
Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Dubes RI di Afsel: Antrean Vaksinasi Panjang akibat Varian Omicron, tapi Tetap Tenang

Global
Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Korsel Laporkan Kasus Covid-19 Harian Tertinggi, Waspadai Varian Omicron

Global
China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

China Protes Pengeboran dan Latihan Militer Indonesia di Laut Natuna Utara

Global
Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Covid-19 Varian Omicron Masuk Singapura, 2 Orang Positif

Global
Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Dapat Ancaman Bom, Pesawat Malaysia Airlines Mendarat Darurat di Bangladesh

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.