Kompas.com - 23/10/2021, 12:21 WIB
Pada 2000, Li Yundi yang lahir di Chongqing menjadi orang China pertama, dan pianis termuda, yang meraih hadiah utama di Kompetisi Piano Chopin Internasional.
GETTY IMAGES/THEO WARGO via AFPPada 2000, Li Yundi yang lahir di Chongqing menjadi orang China pertama, dan pianis termuda, yang meraih hadiah utama di Kompetisi Piano Chopin Internasional.

BEIJING, KOMPAS.com - "Pangeran Piano" China Li Yundi dihapus dari acara TV lokal setelah penangkapannya karena meminta jasa seorang pekerja seks komersial (PSK).

Li Yundi, 39 tahun, dan seorang pekerja seks berusia 29 tahun telah mengakui aktivitas ilegal tersebut, menurut BBC mengutip pengumuman polisi Beijing. Keduanya ditangkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat.

Baca juga: China Mulai Perangi Artis Miliarder, Beri Label “Tumor Sosial” hingga Dihapus dari Internet

The Times of London melaporkan, Li Yundi diperintahkan menghabiskan 10 hingga 15 hari dalam penahanan administratif, sebuah hukuman yang tidak memerlukan sidang pengadilan.

Setelah penangkapan, jurnalis Vice World News Viola Zhou berkicau di Twitter untuk membagikan tangkapan layar dari program TV yang tidak disebutkan namanya. Gambarnya menunjukkan seluruh sosok salah satu orang di layar yang diburamkan.

"Pianis yang dituduh meminta pelacur terlihat seperti ini di episode terbaru reality show hit China.. Penghapusan total semacam ini terjadi begitu sering sehingga semua orang menganggapnya sangat normal," kicau Zhou.

Li saat ini muncul di reality show Call Me By Fire, yang menyertakan 33 selebriti pria yang telah berkecimpung di industri hiburan selama lebih dari satu dekade. Mereka bersaing untuk membentuk grup pertunjukan beranggotakan 17 orang.

Menurut The Times, jaringan China Mango TV menghapus tujuh episode pertama acara tersebut.

Baca juga: Aktris China Didenda Rp 666 Miliar karena Tidak Bayar Pajak

Setelah penangkapan Li, Asosiasi Musisi China mencabut keanggotaannya, dengan alasan "dampak sosial yang sangat keji" dari kejahatannya.

Selain itu, Asosiasi Seni Pertunjukan China menyarankan anggota untuk memboikot Li dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai figur publik, tindakan Li Yundi menunjukkan bahwa ia memiliki kesadaran yang rendah akan hukum dan disiplin diri moral.”

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.