Kompas.com - 23/10/2021, 10:25 WIB
Petugas polisi berpatroli di persimpangan di lingkungan Petion-Ville di Port-au-Prince, Haiti, Jumat, 10 Oktober 2018. 22, 2021. AP PHOTO/MATIAS DELACROIXPetugas polisi berpatroli di persimpangan di lingkungan Petion-Ville di Port-au-Prince, Haiti, Jumat, 10 Oktober 2018. 22, 2021.

PORT-AU-PRINCE, KOMPAS.com - Pemimpin geng Haiti yang dituduh menculik 17 misionaris mengancam akan membunuh mereka jika tuntutannya tidak dipenuhi, dalam video baru yang tampaknya direkam pada Rabu (20/10/2021).

Geng 400 Mawozo, yang menguasai komune Ganthier di pinggiran Port-au-Prince tempat para misionaris diculik Sabtu (16/10/2021), menuntut 1 juta dollar AS (Rp 14 miliar) per sandera, menurut menteri kehakiman negara itu.

Baca juga: Geng Haiti Minta Tebusan Rp 14,1 Miliar Per Orang untuk 17 Misionaris yang Diculik

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan video yang beredar di media sosial itu, tampaknya sah melansir NBC News pada Sabtu (23/10/2021).

Christian Aid Ministries, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Ohio, mengatakan pada Kamis (19/10/2021) bahwa mereka mengetahui video Facebook yang menunjukkan anggota geng yang menculik anggota stafnya.

"Kami tidak akan mengomentari video tersebut, sampai mereka yang terlibat langsung dalam pembebasan para sandera memutuskan komentar tersebut tidak akan membahayakan keselamatan dan kesejahteraan staf dan anggota keluarga kami," kata Christian Aid Ministries.

Keluarga para sandera meminta dalam sebuah pernyataan untuk mendoakan para sandera kembali dengan selamat, dan mengatakan mereka berdoa untuk para anggota geng.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Christian Aid Ministries menggambarkan keluarga-keluarga itu berasal dari Amish, Mennonite dan komunitas Anabaptis lainnya di Wisconsin, Ohio, Michigan, Tennessee, Pennsylvania, Oregon dan Ontario.

Baca juga: 17 Misionaris AS dan Kanada Jadi Korban Penculikan di Haiti

Para misionaris yang diculik adalah lima anak berusia 8 bulan hingga 15, tahun dan 12 orang dewasa, kata kelompok itu.

Haiti sudah menjadi salah satu negara termiskin di Belahan Barat ketika presidennya, Jovenel Moise, dibunuh pada Juli tahun ini.

Pada Agustus, gempa bumi berkekuatan M 7,2 yang menghancurkan kemudian melanda negara itu. Lebih dari 2.000 orang tewas dan ribuan lainnya akhirnya harus mengungsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber NBC News
Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
Catat! Tarik Tunai Tak Perlu Kartu ATM Lagi, Ini Daftar Bank dan Caranya!
Catat! Tarik Tunai Tak Perlu Kartu...
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Desember 1791: Terbitnya The Observer, Surat Kabar Minggu Tertua di Dunia

4 Desember 1791: Terbitnya The Observer, Surat Kabar Minggu Tertua di Dunia

Global
5 Fakta Unik Tesla, Salah Satunya Elon Musk Bukanlah Pendiri

5 Fakta Unik Tesla, Salah Satunya Elon Musk Bukanlah Pendiri

Internasional
Prancis Evakuasi 300 Orang Lebih dari Afganistan

Prancis Evakuasi 300 Orang Lebih dari Afganistan

Global
Kelihatannya Pakai Baju tapi Ternyata Telanjang, Model Playboy Ini Diusir Keluar Mal

Kelihatannya Pakai Baju tapi Ternyata Telanjang, Model Playboy Ini Diusir Keluar Mal

Global
Taliban Keluarkan Dekrit: Perempuan Tak Boleh Dianggap 'Properti' dan Dipaksa Menikah

Taliban Keluarkan Dekrit: Perempuan Tak Boleh Dianggap "Properti" dan Dipaksa Menikah

Global
Raup Rp 55 Triliun, Gembong Judi Kripto Terbesar Vietnam Diringkus Polisi

Raup Rp 55 Triliun, Gembong Judi Kripto Terbesar Vietnam Diringkus Polisi

Global
Penembakan Terjadi Lagi di Mali, 31 Orang Tewas

Penembakan Terjadi Lagi di Mali, 31 Orang Tewas

Global
Ukraina Sebut Rusia Akan Menyerang Besar-besaran Januari 2022

Ukraina Sebut Rusia Akan Menyerang Besar-besaran Januari 2022

Global
Tabrak Orang hingga Tewas dengan Mobil Dinas, Mendagri Portugal Mundur

Tabrak Orang hingga Tewas dengan Mobil Dinas, Mendagri Portugal Mundur

Global
Orangtua Remaja Pelaku Penembakan SMA Oxford AS Didakwa Pembunuhan Tidak Disengaja

Orangtua Remaja Pelaku Penembakan SMA Oxford AS Didakwa Pembunuhan Tidak Disengaja

Global
WHO: Varian Omicron Telah Menyebar di 38 Negara, Tapi Tidak Ada Kematian Karenanya

WHO: Varian Omicron Telah Menyebar di 38 Negara, Tapi Tidak Ada Kematian Karenanya

Global
Kronologi Konflik di Laut Natuna, China Tuntut Indonesia Setop Pengeboran Migas, Klaim sebagai Wilayahnya

Kronologi Konflik di Laut Natuna, China Tuntut Indonesia Setop Pengeboran Migas, Klaim sebagai Wilayahnya

Global
4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

4 Negara Sekitar Indonesia Umumkan Kasus Varian Omicron, Terbaru Malaysia dan Singapura

Global
POPULER GLOBAL: Obat Covid GSK Diyakini Ampuh Lawan Omicron | Cadangan Migas Natuna

POPULER GLOBAL: Obat Covid GSK Diyakini Ampuh Lawan Omicron | Cadangan Migas Natuna

Global
Benarkah Impor Makanan dari Australia Bisa Turunkan Harga Pangan di Indonesia?

Benarkah Impor Makanan dari Australia Bisa Turunkan Harga Pangan di Indonesia?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.