Kompas.com - 23/10/2021, 08:18 WIB
Orang-orang berjalan di sepanjang pasar di pusat kota Kabul pada 28 Agustus 2021, setelah militer Taliban mengambil alih Afghanistan. [AFP/Aamir Qureshi] AFP/Aamir QureshiOrang-orang berjalan di sepanjang pasar di pusat kota Kabul pada 28 Agustus 2021, setelah militer Taliban mengambil alih Afghanistan. [AFP/Aamir Qureshi]

KABUL, KOMPAS.com - Program Pembangunan PBB (UNDP) meluncurkan sebuah rencana untuk membantu jutaan warga Afghanistan yang telah kehilangan mata pencaharian di tengah gejolak politik selama ini, untuk mendapatkan kembali kemampuan mencari nafkah dan memberi makan keluarga mereka.

Kecepatan dan tingkat kemorosatan ekonomi Afghanistan seperti terjun bebas sejak Taliban menguasai negara itu pada pertengahan Agustus 2021. Yang paling terkena dampak adalah 38 juta orang di negara itu, banyak di antaranya tidak dapat menghidupi diri sendiri.

Penilaian terbaru Program Pembangunan PBB (UNDP) memperkirakan 97 persen rumah tangga di Afghanistan bisa berada di bawah garis kemiskinan pada awal hingga pertengahan 2022, jika krisis politik dan ekonomi di negara itu tidak segera ditangani, seperti yang dilansir dari VOA Indonesia pada Jumat (22/10/2021). 

Baca juga: Ledakan Terjadi di Afghanistan, Kabul Mati Listrik

“Kita harus turun tangan. Kita harus menstabilkan ekonomi rakyat, selain menyelamatkan nyawa dalam waktu dekat. Kita juga harus menyelamatkan mata pencaharian karena jika tidak, kita akan menghadapi keadaan selama musim dingin ini sampai tahun depan di mana jutaan orang Afghanistan tidak dapat tinggal di daerah mereka, di rumah mereka, di desa mereka, dan bertahan hidup," katanya.

UNDP telah membentuk Dana Abadi Khusus bagi Afghanistan untuk melindungi hasil pembangunan yang dicapai dengan susah payah selama 20 tahun terakhir.

Negara-negara lain dapat menyalurkan dana untuk sejumlah proyek pembangunan dan program mata pencaharian tertentu melalui program tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kanni Wignaraja, Asisten Sekretaris Jenderal dan Direktur Biro Regional untuk Asia Pasifik, mengatakan dana tersebut akan langsung didistribusikan kepada kelompok-kelompok komunitas dan anggota masyarakat.

Baca juga: Seorang Pemain Voli Wanita Afghanistan Tewas Dipenggal Taliban

“Dana ini akan menyediakan uang tunai bagi kegiatan untuk mendukung proyek-proyek kecil pekerjaan umum. Seperti dikatakan Achim, itu akan memberikan penghasilan dasar sementara bagi mereka yang paling rentan, termasuk orang tua dan difabel," kata Wignaraja.

Program itu juga bekerjasama dengan sejumlah badan PBB, mitra-mitra dari LSM internasional dan nasional yang ada di lapangan," lanjutnya.

UNDP memperkirakan 667 juta dollar AS (Rp 9,5 triliun) diperlukan untuk menutupi biaya kegiatan mata pencaharian bagi 4,5 juta warga Afghanistan pada tahun pertama.

Ia berharap dapat melipatgandakan jumlah penerima manfaat pada tahun kedua, jika badan itu mampu menggandakan jumlah dana pembangunan.

Badan tersebut menyatakan peluncuran Trust Fund (dana abadi) itu merupakan awal yang baik, dengan kontribusi sebesar 50 juta euro (Rp 828 miliar) dari pemerintah Jerman.

Baca juga: Kali Pertama Sejak Taliban Berkuasa di Afghanistan, Menlu Pakistan Kunjungi Kabul

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.