Kompas.com - 23/10/2021, 06:48 WIB
Dalam foto yang dirilis oleh Layanan Pers Kementerian Darurat Rusia ini, personel darurat bekerja di lokasi ledakan dan kebakaran di pabrik mesiu di wilayah Ryazan, sekitar 270 kilometer (sekitar 167 mil) tenggara Moskow, Rusia, Jumat, 22 Oktober 2021. RUSSIAN EMERGENCY MINISTRY PRESS SERVICE via APDalam foto yang dirilis oleh Layanan Pers Kementerian Darurat Rusia ini, personel darurat bekerja di lokasi ledakan dan kebakaran di pabrik mesiu di wilayah Ryazan, sekitar 270 kilometer (sekitar 167 mil) tenggara Moskow, Rusia, Jumat, 22 Oktober 2021.

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebuah ledakan mematikan di pabrik pembuangan amunisi di provinsi Ryazan barat Rusia pada Jumat (22/10/2021), menewaskan sedikitnya 17 orang.

Komite Investigasi Federasi Rusia mengatakan penyelidikan kriminal telah diluncurkan atas ledakan itu.

Baca juga: Covid-19 Rusia Terus Memburuk, Putin Umumkan “Masa Tidak Bekerja” Berbayar Selama Seminggu

Menurut Reuters, seluruh shift pekerja berada di lokasi ketika bangunan bata itu terkoyak.

Layanan darurat disiagakan pada pukul 08:22 waktu Moskwa untuk kebakaran di distrik Shilovsky, desa Lesnoy, wilayah Ryazan, kata Kementerian Situasi Darurat Rusia melansir CNN.

Para pejabat yakin api berasal dari salah satu pabrik pembuatan mesiu, kata kementerian itu.

Sebuah video yang beredar di media sosial pada Jumat (22/10/2021) konon menunjukkan saat ledakan terjadi, dengan bola api kuning naik ke udara dari bangunan bata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gambar dari bencana menunjukkan puing-puing yang tersebar dan hangus saat asap mengepul di atas bangunan yang hancur.

"Mayat korban ke-17 dikeluarkan dari bawah reruntuhan pabrik. Operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi ledakan telah selesai, tidak ada lagi orang di bawah reruntuhan," menurut laporan kantor berita resmi Rusia TASS mengutip layanan darurat.

Baca juga: NATO Buat Strategi Pertahanan Lawan Serangan Potensial Rusia

Gubernur Regional Nikolay Lubimov menyatakan 25 Oktober sebagai hari berkabung di wilayah Ryazan, yang terletak di sebelah tenggara Moskwa, bagi mereka yang tewas dalam ledakan itu.

Dia bersikeras lebih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan keselamatan mereka yang bekerja di "industri berbahaya."

"Ini adalah kasus yang mengerikan, dan segala kemungkinan harus dilakukan agar hal seperti ini tidak terjadi lagi. Baik di industri berbahaya maupun di industri yang kelas bahayanya lebih rendah, tetapi dapat menimbulkan ancaman bagi kehidupan dan kesehatan manusia," ujarnya.

Lubimov mengatakan dia akan merekomendasikan agar pihak berwenang melakukan inspeksi tak terjadwal di fasilitas tersebut.

Sebuah pernyataan dari Komite Investigasi Federasi Rusia mengatakan para pejabat akan memeriksa kepatuhan pabrik dengan standar keselamatan untuk fasilitas produksi berbahaya. Penyelidikan juga akan mempertimbangkan apa yang mungkin menyebabkan kebakaran.

Baca juga: AS Mengaku Tidak Tahu Cara Menghadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.