Kompas.com - 21/10/2021, 12:21 WIB
MRT Singapura yang sedang melintas di distrik Sengkang, Singapura Utara terlihat lenggng, Jumat malam (10/9/2021). Singapura kembali mengumumkan pembatasan sosial setelah angka harian kasus Covid-19 memecahkan rekor menembus angka tertinggi sejak pandemi pada Kamis (23/9/2021). KOMPAS.com/ERICSSENMRT Singapura yang sedang melintas di distrik Sengkang, Singapura Utara terlihat lenggng, Jumat malam (10/9/2021). Singapura kembali mengumumkan pembatasan sosial setelah angka harian kasus Covid-19 memecahkan rekor menembus angka tertinggi sejak pandemi pada Kamis (23/9/2021).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pejabat pemerintah Singapura pada Rabu (20/10/2021) memperingatkan, "Negeri Singa" berisiko kewalahan menangani lonjakan Covid-19, setelah angka kasus baru terus menembus rekor.

Peringatan dikeluarkan sehari setelah negara kota itu memperluas perjalanan bebas karantina, karena mengubah pendekatannya untuk menangani pandemi virus corona.

Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 18 kematian pada Rabu (20/10/2021), tertinggi dalam satu hari, dan 3.862 kasus tambahan, selisih sedikit dari rekor 3.994 sehari sebelumnya.

Baca juga: Dapat 6.000 Tanda Tangan, Petisi Orang Belum Divaksin Boleh Masuk Mal Singapura Hilang

"Pada situasi saat ini, kami menghadapi risiko besar sistem perawatan kesehatan kewalahan," kata Lawrence Wong, salah satu ketua gugus tugas Covid-19, sebelum angka baru dirilis, dikutip dari AFP.

Wong, yang juga Menteri Keuangan Singapura mengatakan, hampir 90 persen tempat tidur isolasi di rumah sakit sudah berpenghuni dan lebih dari dua pertiga ranjang di unit perawatan intensif terisi.

Komentarnya muncul sehari setelah Singapura memperluas perjalanan bebas karantina untuk pendapat yang divaksinasi dosis penuh dari delapan negara, termasuk mitra dagang utama Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pusat bisnis global tidak dapat terus ditutup tanpa batas waktu, dan Singapura bergeser dari strategi tanpa toleransi dengan lockdown dan penutupan perbatasan, menjadi hidup berdampingan dengan Covid-19.

Para analis mengatakan, skema jalur perjalanan yang dimulai dengan Brunei dan Jerman bulan lalu, dapat memberikan peluang bagi industri penerbangan dan pariwisata yang dilanda pandemi.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Global
Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Global
Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Global
Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Global
Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Global
Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Global
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Global
Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Global
Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Global
Polisi Spanyol Temukan Pedang Langka, Falcata, yang Berusia 2.000 Tahun

Polisi Spanyol Temukan Pedang Langka, Falcata, yang Berusia 2.000 Tahun

Global
Inovasi Pelukis India, Lukis Pohon dengan Gambar Suci demi Kurangi Penebangan Liar

Inovasi Pelukis India, Lukis Pohon dengan Gambar Suci demi Kurangi Penebangan Liar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.