Kompas.com - 21/10/2021, 11:40 WIB
Foto yang dirilis kantor berita Korea utara (KCNA) menunjukkan proyektil yang diklaim sebagai rudal hipersonik diluncurkan dari Toyang-ri, Ryongrim County, Provinsi Jagang, Korea Utara, pada Selasa 28 September 2021. Pada Rabu 29 September 2021, Korea Utara mengumumkan berhasil menembakkan rudal balistik terbaru yang bisa dirancang membawa kepala nuklir. AP PHOTO/KCNA via KNSFoto yang dirilis kantor berita Korea utara (KCNA) menunjukkan proyektil yang diklaim sebagai rudal hipersonik diluncurkan dari Toyang-ri, Ryongrim County, Provinsi Jagang, Korea Utara, pada Selasa 28 September 2021. Pada Rabu 29 September 2021, Korea Utara mengumumkan berhasil menembakkan rudal balistik terbaru yang bisa dirancang membawa kepala nuklir.

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara mengatakan Amerika Serikat (AS) bereaksi berlebihan terhadap uji coba rudal baru-baru ini, dan mempertanyakan ketulusan tawaran diskusi dari Washington.

Pyongyang mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa tes senjatanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya, seperti yang dilakukan negara-negara lain.

Negara otoriter itu pun menuduh AS, Korea Selatan dan PBB mengadopsi kebijakan bermusuhan dan "standar ganda" atas pengembangan senjatanya.

Baca juga: Korea Utara Sebut AS Bereaksi Berlebihan soal Uji Coba Rudal Balistik Terbaru

Uji coba rudal balistik baru dari kapal selam minggu ini adalah kegiatan normal Korea Utara, untuk melaksanakan rencana pertahanan jangka menengah dan panjangnya dan tidak ditujukan ke AS atau negara lain,” kata juru bicara kementerian luar negeri Pyongyang yang tidak disebutkan namanya, menurut KCNA.

Juru bicara itu mengatakan Washington mengambil "langkah yang sangat provokatif" dengan menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan bertemu pada Rabu (20/10/2021) menyusul permintaan dari AS.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, mendesak Pyongyang untuk mematuhi sanksi PBB yang melarang uji coba nuklir dan rudal, dan menerima tawaran pembicaraan, menegaskan kembali bahwa Washington tidak memiliki niat bermusuhan terhadapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah waktunya untuk terlibat dalam dialog yang berkelanjutan dan substantif menuju tujuan denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea," katanya melansir Reuters pada Kamis (21/10/2021).

Greenfield pun menambahkan AS telah menawarkan untuk bertemu "tanpa prasyarat apa pun."

Baca juga: Pembelot Korea Utara Kabur dari Penjara, China Tawarkan Ratusan Juta untuk Menangkapnya

Juru bicara kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan "standar ganda" AS atas pengembangan rudal menimbulkan keraguan atas tawarannya.

"Mengkritik DPRK karena mengembangkan dan menguji coba sistem senjata yang sama seperti yang dimiliki atau dikembangkan AS adalah ekspresi yang jelas dari standar ganda," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh KCNA, menggunakan akronim untuk pejabat negara itu, Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Itu hanya membangkitkan kecurigaan kami tentang 'keaslian' pernyataannya yang tidak (ingin) memusuhi DPRK."

Setiap perilaku yang salah oleh AS dan dewan dapat menyebabkan "konsekuensi yang lebih serius", kata juru bicara itu, memperingatkan agar tidak "memicu bom waktu yang berbahaya."

Baca juga: Daftar Uji Coba Rudal Korea Utara Sepanjang 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.