Kompas.com - 20/10/2021, 16:20 WIB
Seorang anggota Taliban berbicara dengan perempuan lanjut usia di kantor pengurusan paspor yang dibuka lagi setelah Taliban mengumumkan mereka akan menerbitkan backlog aplikasi yang sebelumnya disetujui pemerintahan sebelumnya, di Kabul, Afghanistan, pada 17 Oktober 2021. AP PHOTO/Ahmad HalabisazSeorang anggota Taliban berbicara dengan perempuan lanjut usia di kantor pengurusan paspor yang dibuka lagi setelah Taliban mengumumkan mereka akan menerbitkan backlog aplikasi yang sebelumnya disetujui pemerintahan sebelumnya, di Kabul, Afghanistan, pada 17 Oktober 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Taliban disebut memberikan uang dan menjanjikan tanah kepada keluarga pelaku bom bunuh diri yang menyerang pasukan AS dan Afghanistan.

Langkah ini jelas bertentangan dengan upaya milisi merebut dukungan internasional, sejak Washington menarik militernya Agustus lalu.

Penjabat Menteri Dalam Negeri Sirajuddin Haqqani melakukan pertemuan dengan keluarga pelaku bom bunuh diri di hotel Kabul, Senin (18/10/2021).

Baca juga: Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Berdasarkan kicauan juru bicara kementerian dalam negeri Saeed Khosty, Haqqani menawarkan uang dan sebidang tanah.

Haqqani menyebut para pelaku sebagai "martir dan fedayeen", atau para pejuang. "Mereka pahlawan bagi Islam dan negara," kata dia.

Associated Press melaporkan, seusai pertemuan Haqqani memberikan 112 dollar AS (Rp 1,5 juta) dan menjanjikan akan memberikan mereka lahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khosty kemudian merilis foto Haqqani, yang wajahnya diburamkan, saat berada dalam aula yang penuh sesak oleh keluarga pengebom.

Pertemuan Haqqani tersebut terjadi di tengah usaha Taliban membuka kanal diplomatik dengan negara yang belum mengakui kekuasaan mereka.

Apalagi, janji kepada keluarga para pengebom jelas bertentangan dengan usaha mereka mencitrakan diri sebagai penguasa yang bertanggung jawab.

Baca juga: Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Di satu sisi, mereka menjanjikan keamanan dan mengecam serangan teroris yang dilakukan rival mereka, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Global
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

Global
Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.