Kompas.com - 20/10/2021, 16:13 WIB
Seorang tunawisma beristirahat di bangku dekat National Covid-19 Memorial Wall di South Bank di depan Rumah Sakit St Thomas di London Selasa 19 Oktober 2021. AP PHOTO/TONY HICKSSeorang tunawisma beristirahat di bangku dekat National Covid-19 Memorial Wall di South Bank di depan Rumah Sakit St Thomas di London Selasa 19 Oktober 2021.

LONDON, KOMPAS.com - Penyebaran Covid-19 pada kalangan anak-anak di Inggris memicu peningkatan kasus baru-baru ini secara nasional.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ilmuwan bahwa peluncuran vaksin Covid-19 untuk anak-anak sekolah terlalu lambat, sehingga membahayakan kesejahteraan anak-anak dan orang dewasa.

Baca juga: Presiden Brasil Bakal Dijerat Dakwaan Pembunuhan atas Caranya Tangani Covid-19

Kasus Covid-19 Inggris melonjak secara keseluruhan jauh lebih tinggi daripada di negara-negara Eropa lainnya, dan terus meningkat.

Banyak ilmuwan sekarang meminta pemerintah menerapkan kembali pembatasan sosial, dan mempercepat vaksinasi penguat.

Melansir AP, Covid-19 Inggris mencatat 43.738 kasus baru pada Selasa (19/10/2021), sedikit turun dari 49.156 yang dilaporkan pada Senin (18/10/2021), yang merupakan jumlah terbesar sejak pertengahan Juli.

Infeksi baru rata-rata lebih dari 44.000 sehari selama seminggu terakhir, meningkat 16 persen pada minggu sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Jumat (15/10/2021) satu survei menunjukkan prevalensi berada pada tingkat tertinggi sejak Januari, dengan 8 persen anak sekolah menengah terinfeksi.

Tingkat vaksinasi untuk kelompok usia anak di Inggris tertinggal dibandingkan di banyak negara Eropa dan bahkan Skotlandia.

Baca juga: Warga India Protes Ada Foto Perdana Menteri Modi “Mejeng” di Sertifikat Vaksin Covid-19

 

Beberapa ilmuwan mengaitkan lambatnya proses ini dengan bervariasinya informasi seputar vaksin untuk anak-anak, awalan yang lebih lambat dan ketidakfleksibelan pada peluncuran vaksin.

“Kekhawatiran saat ini adalah jelas bahwa program vaksinasi pada anak berusia 12 hingga 15 tahun tidak berjalan dengan baik,” Lawrence Young, ahli virus di University of Warwick, mengatakan kepada Reuters.

Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

Global
POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

Global
Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terlukan dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Global
Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Global
Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Global
Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Global
Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Global
Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Global
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Kisah Kyoko Soda Pendekar Silat dari Jepang, Penerus Jurus Cimande

Global
Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Tiga Kasus Covid-19 Varian Botswana Ditemukan di Israel, Negara Keempat dalam Dua Minggu

Global
Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Covid-19 Varian Delta Tiba-tiba Hilang di Jepang, Apakah Bermutasi sampai Punah?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.