Presiden Brasil Bakal Dijerat Dakwaan Pembunuhan atas Caranya Tangani Covid-19

Kompas.com - 20/10/2021, 11:56 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro dirawat di rumah sakit di Sao Paulo setelah cegukan 10 hari. [Instagram/@jairmessiasbolsonaro via Reuters via Al Jazeera] Instagram/@jairmessiasbolsonaro via Reuters via Al JazeeraPresiden Brasil Jair Bolsonaro dirawat di rumah sakit di Sao Paulo setelah cegukan 10 hari. [Instagram/@jairmessiasbolsonaro via Reuters via Al Jazeera]

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Jair Bolsonaro direkomendasikan mendapat dakwaan pembunuhan atas caranya menangani Covid-19.

Berdasarkan dokumen senat yang bocor, Bolsonaro terancam menghadapi 13 dakwaan kriminal atas kebijakannya saat menangani virus corona.

Karena ulah sang presiden itu, corona menyebar tak terkendali di "Negeri Samba" dan membunuh lebih dari 600.000 orang.

Baca juga: Cucu Presiden Brasil Positif Covid-19, Setelah Ayahnya Terinfeksi Usai ke AS Tanpa Divaksin

Reuters, CNN, dan New York Times melaporkan, senat juga berencana mendakwa sekitar 69 orang di lingkaran kekuasaan Bolsonaro.

Tiga di antaranya merupakan putra Presiden Brasil sejak 1 Januari 2019 itu, dengan sisanya para pejabat pemerintahkan, baik mantan maupun yang masih aktif.

Rancangan laporan setebal 1.200 halaman itu akan menyoroti Jair Bolsonaro yang bertanggung jawab atas kegagalan menangani Covid-19.

Bolsonaro dianggap ceroboh mengejar target kekebalan kelompok (herd immunity), membuat "Negeri Samba" terinfeksi dalam jumlah besar.

"Dengan perilakunya, pemerintah federal, yang seharusnya bertindak cepat, malah membiarkan warganya untuk mati," tulis laporan tersebut.

Selain pembunuhan, Bolsonaro juga terancam menghadapi dakwaan lain, seperti upaya genosida atas penduduk suku asli Brasil.

Baca juga: Orang Keempat dari Delegasi Presiden Brasil di Sidang Umum PBB Positif Covid-19

Kemudian penyimpangan dana publik, pelanggaran tindakan sanitasi, menghasut untuk melakukan kejahatan, dan pemalsuan dokumen pribadi.

Dia juga dituduh mengabaikan saran pejabat kesehatan dan menggembar-gemborkan pengobatan yang belum terbukti.

Belum lagi tuduhan bahwa Bolsonaro sengaja tidak mendukung program vaksinasi massal seperti yang tengah dilakukan seluruh dunia.

Laporan Senat Brasil menyebutkan pemerintahan Bolsonaro menolak membeli vaksin yang sudah ditawarkan.

Baca juga: Belum Divaksin, Presiden Brasil Ngeyel Bakal Hadir di Sidang Umum PBB

Tindakannya tidak saja mengabaikan studi saintifik bahwa vaksin sudah terbukti aman dan efektif mengatasi corona.

"Dia juga melawan pendapat pakar epidemiologi yang menyatakan bahwa vaksin akan menyelamatkan nyawa," jelas laporan tersebut dikutip RT Rabu (20/10/2021).

Rancangan itu disiapkan oleh panel beranggotakan 11 orang, dan dipimpin oleh Senator Renan Calheiros.

Reuters mewartakan, gugatan itu masih harus melewati sidang Senat, yang dalam perkembangannya bisa diubah atau malah diveto.

Baca juga: Presiden Brasil Jair Bolsonaro: Saya Akan Dibunuh, Ditangkap, atau Terpilih Kembali

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.