Kompas.com - 19/10/2021, 20:12 WIB
Tunggal putra Indoensia Indonesia Jonatan Christie (kanan) melakukan selebrasi dengan berteriak seraya mengepalkan kedua tangannya setelah mengalahkan tunggal putra China Li Shifeng dalam babak final Piala Thomas, di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil merebut Piala Thomas 2020 setelah berhasll mengalahkan China di babak final dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/RITZAU SCANPIX via RTunggal putra Indoensia Indonesia Jonatan Christie (kanan) melakukan selebrasi dengan berteriak seraya mengepalkan kedua tangannya setelah mengalahkan tunggal putra China Li Shifeng dalam babak final Piala Thomas, di Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Indonesia berhasil merebut Piala Thomas 2020 setelah berhasll mengalahkan China di babak final dengan skor 3-0.

HONG KONG, KOMPAS.com - Media asal Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), pada Senin (18/10/2021) menyebut China tercengang setelah Indonesia juara Piala Thomas 2020.

"Juara bertahan China tercengang di final Piala Thomas pada Minggu setelah dikalahkan telak 3-0 oleh Indonesia di Aarhus, Denmark," tulis SCMP.

Dalam artikel berjudul China stunned in Thomas Cup final as Indonesia end 19-year wait for glory, dikatakan juga bahwa Indonesia mengakhiri puasa gelar Piala Thomas sejak 2002.

Baca juga: Media Asing Ramai Beritakan Indonesia Juara Piala Thomas 2020

SCMP lalu menjabarkan jalannya final Piala Thomas 2020, mulai dari Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lu Guangzu di laga pembuka.

Ginting mengalahkan pengganti Shi Yuqi yang cedera itu dengan skor 18-21, 21-14, 21-16.

Selanjutnya, pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memenangi pertandingan kedua dengan skor 21-12, 21-19 melawan duet He Jiting/Zhou Haodong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemenangan Indonesia dipastikan oleh Jonatan Christie yang mengalahkan Li Shifeng di laga ketiga dengan skor 21-14, 18-21, 21-14.

"Sebelum menjuarai Piala (Thomas), Indonesia sudah dua kali nyaris merebut gelar, di China pada 2010 dan di Denmark pada 2016, sebelum mengalami kekecewaan di final," tulis SCMP di penutup artikel.

"Kekalahan China menghentikan laju mereka menyapu bersih Piala Thomas dan Uber untuk pertama kalinya sejak 2012, setelah putri China mengalahkan Jepang 3-1 pada Minggu untuk merebut Piala Uber."

Baca juga: Kenapa di Malaysia Banyak Orang China dan Pakai Nama Asli? Ini Sejarahnya...


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan, Ini Penjelasannya...

Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan, Ini Penjelasannya...

Global
ECDC: Varian Omicron Berisiko 'Tinggi hingga Sangat Tinggi' pada Eropa

ECDC: Varian Omicron Berisiko "Tinggi hingga Sangat Tinggi" pada Eropa

Global
Analisis Akhir Obat Pil Covid-19 Merck Dibilang Kurang Efektif

Analisis Akhir Obat Pil Covid-19 Merck Dibilang Kurang Efektif

Global
WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

WHO: Omicron, Varian Baru Covid-19 dari Afrika Selatan

Global
POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

POPULER GLOBAL: Gadis Bermata Hijau di Sampul National Geographic, Apa Kabar? | Kisah Orang Tertua di Dunia Meninggal Usia 124 Tahun

Global
Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terluka dan 7 Orang Ditangkap

Liga Europa Berakhir Rusuh, Puluhan Polisi Terluka dan 7 Orang Ditangkap

Global
Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Dokter Mengaku Bisa Sembuhkan Pasien dengan Berhubungan Seks, Modusnya Terungkap di Acara Televisi

Global
Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Orang yang Sukarela Wajahnya Dipakai untuk Robot Humanoid, Perusahaan Ini Akan Bayar Rp 2,9 Miliar

Global
Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Sebagian Bibir Hilang Digigit Anjing, Model Ini Berjuang untuk Kembali Tersenyum

Global
Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Covid-19 Varian Botswana Muncul, Ini 5 Hal yang Sudah Diketahui

Global
Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Muncul Varian Baru Covid-19, Berbagai Negara Mulai Memblokir Penerbangan dari Afrika Selatan

Global
Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Ribuan Warga Sudan Turun ke Jalan Tolak Kesepakatan Militer dan Perdana Menteri

Global
Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Australia Waswas Soal Kehadiran Kapal Mata-mata China di Sekitar Perairannya

Global
Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Dua Sahabat Masa Kecil Akhirnya Bertemu Setelah 82 Tahun Berpisah karena Nazi

Global
Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Mengenal UU Hubungan Taiwan, Dasar Hukum Relasi AS-Taipei

Internasional
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.