China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

Kompas.com - 19/10/2021, 17:48 WIB
Seorang pria dan seorang anak memakai topeng saat mereka mengunjungi Gerbang Tiananmen di Beijing, China, Jumat, 15 Oktober 2021. AP PHOTO/NG HA GUANSeorang pria dan seorang anak memakai topeng saat mereka mengunjungi Gerbang Tiananmen di Beijing, China, Jumat, 15 Oktober 2021.

BEIJING, KOMPAS.com - Orang tua di China yang anak-anaknya menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan dapat menghadapi hukuman di bawah undang-undang baru yang diusulkan.

Dalam rancangan undang-undang pemajuan pendidikan keluarga, wali akan ditegur dan diperintahkan untuk menjalani program pembinaan pendidikan keluarga.

Hukuman itu diberikan jika jaksa menemukan perilaku yang sangat buruk atau kriminal pada anak-anak di bawah asuhannya.

Baca juga: China Bantah Telah Uji Coba Rudal Hipersonik seperti Ramai Diberitakan

"Ada banyak alasan bagi remaja untuk berperilaku tidak baik, dan kurangnya atau pendidikan keluarga yang tidak tepat adalah penyebab utama," kata Zang Tiewei, juru bicara Komisi Urusan Legislatif di bawah Kongres Rakyat Nasional (NPC), parlemen China melansir CNN pada Selasa (19/10/2021).

Rancangan undang-undang peningkatan pendidikan keluarga China, yang akan dibahas pada sidang Komite Tetap NPC pekan ini, juga mendesak orang tua untuk mengatur waktu bagi anak-anaknya untuk istirahat, bermain, dan berolahraga.

Beijing telah menjalankan peran “ayah” yang lebih tegas tahun ini, mulai dari mengatasi kecanduan anak-anak hingga game online, yang dianggap sebagai bentuk "candu spiritual", hingga menghentikan pemujaan "buta" terhadap selebritas di internet.

Baca juga: Aturan Baru China, Anak-anak Hanya Boleh Main Game Online 3 Jam Seminggu

Dalam beberapa bulan terakhir, Kementerian Pendidikan China telah membatasi jam bermain game untuk anak di bawah umur. Mereka hanya diperbolehkan bermain game online selama satu jam pada Jumat, Sabtu, dan Minggu saja.

Aruran ini juga mengurangi beban pekerjaan rumah dan melarang les setelah sekolah, untuk mata pelajaran utama selama akhir pekan dan hari libur. Ini dilakukan atas kekhawatiran tentang beban akademik yang berat pada anak-anak yang kewalahan.

Pada saat yang sama, China mendesak pria mudanya untuk menjadi kurang "feminin" dan lebih "jantan".

Dalam "Usulan untuk Mencegah Feminisasi Remaja Laki-Laki" yang dikeluarkan pada Desember, Kementerian Pendidikan mendesak sekolah mempromosikan olahraga di kampus seperti sepak bola.

Baca juga: China Larang Cowok Cantik Tampil di TV agar Lelaki Tetap Maskulin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.