Kompas.com - 17/10/2021, 14:42 WIB
Ilustrasi uang rial Iran. [Via Medium.com] Via Medium.comIlustrasi uang rial Iran. [Via Medium.com]

TEHERAN, KOMPAS.com - Mantan gubernur dan beberapa pejabat bank sentral Iran dijatuhi hukuman penjara karena praktik ilegal dalam mengelola pasar mata uang asing yang bergejolak di bawah sanksi AS.

Juru bicara pengadilan Zabihollah Khodaeian mengatakan kepada televisi pemerintah pada Sabtu (16/10/2021) bahwa Valiollah Seif dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Valiollah Seif telah memimpin bank sentral yang bermasalah selama hampir 5 tahun hingga dipecat pada Juli 2018.

Seif sempat ditunjuk sebagai penasihat perbankan terkemuka untuk Presiden Iran ke-7 Hassan Rouhani, segera setelah ia meninggalkan bank sentral di tengah tuduhan korupsi.

Baca juga: Suami Istri AS Jual Data Kapal Perang Nuklir dengan Bayaran Rp 1,4 Miliar via Mata Uang Kripto

Melansir Al Jazeera pada Sabtu (16/10/2021), Seif dinyatakan bersalah karena "berpartisipasi dalam mengganggu sistem keuangan negara melalui penyelundupan mata uang asing secara ilegal".

Pada Mei 2021, jaksa umum Teheran mengumumkan bahwa sebuah dakwaan dikeluarkan terhadap Seif, dan kasusnya akan dikirim ke pengadilan khusus yang dibentuk untuk menyelidiki kejahatan keuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada saat itu, Seif dituduh "menyelundupkan" 30 miliar dollar AS (Rp 423 triliun) dan 60 ton cadangan emas.

Posisi Seif telah digantikan dengan Abdolnasser Hemmati, seorang teknokrat yang dipecat oleh Rouhani saat masih berkuasa sebagai presiden Iran, pada Mei 2021.

Rouhani memecat Seif setelah ia mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai presiden berikutnya.

Baca juga: Fakta Unik Mata Uang Yen, Tak Tampilkan Gambar Pahlawan Jepang

Pada Sabtu (16/10/2021), Ahmad Araghchi juga dijatuhi hukuman 8 tahun penjara.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Global
70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

Global
Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Global
Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Global
Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Global
Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Global
Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Internasional
Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi 'Anak Magang' yang Membuatnya

Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi "Anak Magang" yang Membuatnya

Global
Wanita Ini 'Menyusui' Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Wanita Ini "Menyusui" Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Global
UEA Borong 80 Jet Tempur Rafale Perancis, Nilai Kontraknya Lampaui Anggaran Pertahanan RI

UEA Borong 80 Jet Tempur Rafale Perancis, Nilai Kontraknya Lampaui Anggaran Pertahanan RI

Global
Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Global
AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

Global
Detik-detik Kematian John Bonham, Tukang Gebuk Andalan Led Zeppelin

Detik-detik Kematian John Bonham, Tukang Gebuk Andalan Led Zeppelin

Global
Kisah Bubarnya Led Zeppelin demi Jaga Warisan John Bonham

Kisah Bubarnya Led Zeppelin demi Jaga Warisan John Bonham

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.