Jenderal Min Aung Hlaing, Junta Militer Myanmar Dikeluarkan dari KTT ASEAN

Kompas.com - 17/10/2021, 12:26 WIB
Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyampaikan pidatonya pada konferensi IX Moskwa tentang keamanan internasional di Moskow, Rusia, Rabu, 23 Juni 2021. AP PHOTO/ALEXANDER ZEMLIANICHENKOPanglima Angkatan Bersenjata Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing menyampaikan pidatonya pada konferensi IX Moskwa tentang keamanan internasional di Moskow, Rusia, Rabu, 23 Juni 2021.

NAYPIYDAW, KOMPAS.com - Jenderal militer pemimpin kudeta Myanmar telah dikeluarkan dari KTT tahunan para pemimpin Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada akhir Oktober ini.

Para pemimpin ASEAN sepakat untuk mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar dan bukan Jenderal Min Aung Hlaing, dalam KTT ASEAN.

Melansir dari BBC pada Sabtu (16/10/2021), kebijakan ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di blok beranggotakan 10 negara, yang secara tradisional menghindari campur tangan dalam urusan anggotanya.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Larang Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi

Min Aung Hlaing, junta militer Myanmar, mengatakan "kecewa" dengan keputusan para pemimpin ASEAN mengeluarkannya dari KTT ASEAN.

ASEAN mengatakan junta militer belum berbuat cukup untuk mengakhiri gejolak konflik di Myanmar.

Pada Agustus, Jenderal Min Aung Hlaing melantik dirinya sebagai perdana menteri dan memperpanjang status keadaan darurat negara, karena pertempuran antara militer dan pasukan warga sipil anti-kudeta terus berlanjut.

Dalam sebuah pertemuan darurat para menteri luar negeri kawasan pada Jumat (15/10/2021), pada dasarnya tidak dapat mencapai mufakat tentang apakah junta militer harus mewakili Myanmar dalam KTT ASEAN yang berlangsung pada 26-28 Oktober.

ASEAN menganggap pemimpin militer Myanmar telah menolak untuk memenuhi janji dialog dan de-eskalasi di dalam negaranya yang telah larut dalam perang saudara.

Baca juga: Jelang KTT ASEAN, Pemimpin Junta Myanmar Kemungkinan Tidak Diundang

Junta militer Myanmar juga telah melarang perwakilan dari ASEAN untuk bertemu dengan pemimpin sipil yang digulingan dan dipenjarakan, Aung San Suu Kyi.

Keterangan tentang keputusan ASEAN tersebut disampaikan oleh pihak Brunei Darusalam sebagai tuan rumah dari KTT, yang juga akan dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin dunia lainnya.

Pihak Brunei menyampaikan juga bahwa situasi konflik kekerasan di Myanmar "berdampak pada keamanan regional serta persatuan, kredibilitas, dan sentralitas ASEAN."

Pada April, ASEAN mendesak Jenderal Min Aung Hlaing untuk mengakhiri tindakan keras di negaranya dan membebaskan tahanan politik.

Wartawan BBC Jonathan Head di Bangkok mengatakan keputusan untuk mengeluarkan jenderal militer dari KTT ASEAN, merupakan pukulan besar bagi harapan pemerintah militer untuk akhirnya mendapat pengakuan internasional.

Baca juga: Kondisi Myanmar Tak Banyak Berubah, ASEAN Berembuk Soal Larangan Kepala Junta Militer Hadiri KTT

Belum ada indikasi bahwa militer Myanmar bersedia mengurangi penggunaan kekerasan terhadap oposisi dan mulai bernegosiasi dengan mereka.

ASEAN belum menyebutkan nama non-militer perwakilan Myanmar yang diundang untuk berpartisipasi dalam KTT tersebut.

"Myanmar sangat kecewa dan sangat keberatan (atas) hasil pertemuan darurat para menteri luar negeri, karena diskusi dan keputusan tentang masalah perwakilan Myanmar dilakukan tanpa konsensus dan bertentangan dengan tujuan ASEAN," kata kementerian luar negeri Myanmar dalam sebuah pernyataan.

Konflik kekerasan menyebar ke seluruh wilayah Myanmar setelah junta militer melakukan kudeta pada Februari.

Pasukan keamanan di bawah kendali militer merespon protes kudeta dengan tindakan keras, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menahan lebih dari 6.000 orang, menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.

Baca juga: Malaysia Kecewa Myanmar Tak Izinkan Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Sekelompok Kasus Covid-19 Baru Ditemukan, China Lockdown Wilayah Dekat Desa Olimpiade

Global
Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Emir Qatar akan Bertemu Joe Biden Pekan Depan, Bahas Keamanan dan Afghanistan

Global
Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Rekan Wartawan Terbunuh, Wartawan Meksiko Organisir Protes Nasional

Global
Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Gambar Kota-kota Mediterania Diselimuti Salju Tebal akibat Badai Elpida yang Langka dan Parah

Global
Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Kemenlu Kanada Hadapi Serangan Siber, Intelijen Sebut Ada Keterlibatan Rusia

Global
Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Imbas Disinformasi Covid-19, Neil Young Minta Spotify Hapus Semua Lagunya

Global
Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Eropa Makin Panas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia-Ukraina

Global
CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

CEO Apple Dibuntuti Wanita Misterius, Sempat Nekat Masuk Propertinya Tanpa Izin

Global
26 Januari 1950: Republik India Berdiri

26 Januari 1950: Republik India Berdiri

Global
Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Korea Utara Tak Bisa Diakses Melalui Internet, Diduga Terjadi Pemadaman Total

Global
Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Situasi Makin Tegang, Jepang Pertimbangkan Evakuasi Warganya dari Ukraina

Global
Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Rusia Usulkan Larangan Perdagangan Mata Uang Kripto

Global
AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

AS Berupaya Temukan Jet Tempur Siluman F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan

Global
Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Selain Daging Sapi, Indonesia Jadi Pasar Terbesar untuk Gandum dari Australia

Global
Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Tiga Negara Asia Tengah Alami Pemadaman Listrik Besar-besaran, Lalu Lintas hingga Bandara Kacau

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.