NAYPIYDAW, KOMPAS.com - Jenderal militer pemimpin kudeta Myanmar telah dikeluarkan dari KTT tahunan para pemimpin Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada akhir Oktober ini.
Para pemimpin ASEAN sepakat untuk mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar dan bukan Jenderal Min Aung Hlaing, dalam KTT ASEAN.
Melansir dari BBC pada Sabtu (16/10/2021), kebijakan ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya di blok beranggotakan 10 negara, yang secara tradisional menghindari campur tangan dalam urusan anggotanya.
Baca juga: Junta Militer Myanmar Larang Utusan ASEAN Temui Aung San Suu Kyi
Min Aung Hlaing, junta militer Myanmar, mengatakan "kecewa" dengan keputusan para pemimpin ASEAN mengeluarkannya dari KTT ASEAN.
ASEAN mengatakan junta militer belum berbuat cukup untuk mengakhiri gejolak konflik di Myanmar.
Pada Agustus, Jenderal Min Aung Hlaing melantik dirinya sebagai perdana menteri dan memperpanjang status keadaan darurat negara, karena pertempuran antara militer dan pasukan warga sipil anti-kudeta terus berlanjut.
Dalam sebuah pertemuan darurat para menteri luar negeri kawasan pada Jumat (15/10/2021), pada dasarnya tidak dapat mencapai mufakat tentang apakah junta militer harus mewakili Myanmar dalam KTT ASEAN yang berlangsung pada 26-28 Oktober.
ASEAN menganggap pemimpin militer Myanmar telah menolak untuk memenuhi janji dialog dan de-eskalasi di dalam negaranya yang telah larut dalam perang saudara.
Baca juga: Jelang KTT ASEAN, Pemimpin Junta Myanmar Kemungkinan Tidak Diundang
Junta militer Myanmar juga telah melarang perwakilan dari ASEAN untuk bertemu dengan pemimpin sipil yang digulingan dan dipenjarakan, Aung San Suu Kyi.
Keterangan tentang keputusan ASEAN tersebut disampaikan oleh pihak Brunei Darusalam sebagai tuan rumah dari KTT, yang juga akan dihadiri oleh Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin dunia lainnya.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.