Kompas.com - 16/10/2021, 21:02 WIB
Sekelompok tentara Brasil berpatroli di permukiman kumuh Mare di kota Rio de Janeiro, Sabtu (5/4/2014), untuk menjamin keamanan pagelaran Piala Dunia 2014. Sebanyak 2.700 personel militer dikerahkan untuk menduduki permukiman kumuh paling berbahaya di kota Rio de Janeiro itu.
CHRISTOPHE SIMON / AFPSekelompok tentara Brasil berpatroli di permukiman kumuh Mare di kota Rio de Janeiro, Sabtu (5/4/2014), untuk menjamin keamanan pagelaran Piala Dunia 2014. Sebanyak 2.700 personel militer dikerahkan untuk menduduki permukiman kumuh paling berbahaya di kota Rio de Janeiro itu.

BRASILIA, KOMPAS.com - Pengadilan militer Brasil pada Kamis (14/10/2021) menjatuhkan hukuman penjara terhadap 8 tentara yang terlibat dalam kasus penembakan warga sipil di Rio de Janeiro, menyebabkan dua orang tewas.

Letnan yang memimpin patroli dijatuhi hukuman 31 tahun 6 bulan penjara, sementara 7 tentara lainnya menerima hukuman 28 tahun, menurut kantor berita milik pemerintah Agencia Brasil.

Kasus penembakan tersebut menewaskan musisi dan penjaga keamanan Evaldo dos Santos Rosa dan seorang saksi, Luciano Macedo, adalah kasus yang menggembarkan Brasil, memicu kemarahan, dan membuat dampak besar di negara itu.

Baca juga: Korea Utara Pamerkan Tentara Tangan Besi, Hancurkan Batu Bata dengan Tangan Kosong

Santos Rosa (51 tahun) sedang mengemudi mobil bersama keluarganya di lingkungan Guadalupe di Rio utara di zona yang dikendalikan militer, menurut keterangan pengadilan. 

Saat itu Minggu sore (10/10/2021) dan kelurga Santos Rosa dalam perjalanan menuju acara baby shower, seperti yang dilansir dari AFP pada Kamis (14/10/2021).

Tiba-tiba sekelompok tentara ketika menembaki warga sipil di dalam mobil tersebut seperti tanpa ampun. Dari 82 tembakan yang menghujani mobil menyebabkan Santos Rosa tewas di tempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ayah mertuanya terluka dalam penembakan itu, sementara istrinya, putranya yang berusia 7 tahun dan seorang gadis berusia 13 tahun lolos tanpa cedera.

Macedo tertembak oleh para tentara ketika mencoba membantu Santos Rosa, dan meninggal beberapa hari kemudian.

Baca juga: Tentara Malaysia Mengisap Jari Pramuniaga Toko Vape dengan Paksa, Publik Heboh

"Tidak ada pembelaan atas 82 tembakan. Mereka semua ditembakkan dengan tujuan yang sama. Delapan puluh dua tembakan adalah pembunuhan," kata jaksa militer Luciano Gorilhas selama persidangan.

Penyelidikan awal menemukan bahwa para oknum tentara mungkin telah mencurigai mobil keluarga sebagai komplotan penjahat, padahal tidak terbukti dan senjata api pun tidak ditemukan di dalam mobil.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Global
70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

Global
Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Global
Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Global
Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Global
Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Global
Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Internasional
Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi 'Anak Magang' yang Membuatnya

Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi "Anak Magang" yang Membuatnya

Global
Wanita Ini 'Menyusui' Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Wanita Ini "Menyusui" Kucing di Pesawat, Sempat Gegerkan Maskapai

Global
UEA Borong 80 Jet Tempur Rafale Perancis, Nilai Kontraknya Lampaui Anggaran Pertahanan RI

UEA Borong 80 Jet Tempur Rafale Perancis, Nilai Kontraknya Lampaui Anggaran Pertahanan RI

Global
Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Khawatirkan Omicron, PM Jepang Kemungkinan Batal Kunjungi AS

Global
AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

AS Sentil Indonesia dan Negara Lain Serius Atasi Pemanasan Global

Global
Detik-detik Kematian John Bonham, Tukang Gebuk Andalan Led Zeppelin

Detik-detik Kematian John Bonham, Tukang Gebuk Andalan Led Zeppelin

Global
Kisah Bubarnya Led Zeppelin demi Jaga Warisan John Bonham

Kisah Bubarnya Led Zeppelin demi Jaga Warisan John Bonham

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.