Kompas.com - 14/10/2021, 19:03 WIB
Penggali makam mengenakan Alat Pelindung Diri saat mengubur jenazah pasien Covid-19 di permakaman luar Omsk, Rusia, Kamis (7/10/2021). AP PHOTOPenggali makam mengenakan Alat Pelindung Diri saat mengubur jenazah pasien Covid-19 di permakaman luar Omsk, Rusia, Kamis (7/10/2021).

MOSKWA, KOMPAS.com - Covid-19 di Rusia terus memburuk dan pada Kamis (14/10/2021) melaporkan rekor baru, 31.299 kasus serta 986 kematian dalam 24 jam.

Dengan tambahan angka kematian itu, maka total pasien virus corona di Rusia yang meninggal adalah 220.315, tertinggi di Eropa.

Upaya vaksinasi Covid-19 Rusia juga berjalan lambat, baru 31 persen populasi yang sudah disuntik dosis penuh, menurut situs web Gogov.

Baca juga: Rusia Dituduh Curi Data Vaksin AstraZeneca untuk Racik Dosis Sputnik V

Kantor berita AFP mewartakan, kurangnya pembatasan ketat memungkinkan virus menyebar, meskipun sejumlah daerah telah menerapkan kembali kode QR untuk akses ke tempat-tempat umum.

Kremlin menolak keras menerapkan kembali pembatasan besar, meskipun menyebut tingkat vaksinasi negara itu rendah dan tidak dapat diterima, dengan mengatakan minggu ini pihak berwenang harus memastikan ekonomi terus bekerja.

Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko pada Kamis menyalahkan perilaku masyarakat dan meminta mereka agar mau divaksinasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jika kami tidak menerapkan langkah-langkah pembatasan umum sekarang, kami menghadapi risiko peningkatan kasus yang berkelanjutan," katanya seperti dikutip oleh kantor berita negara TASS.

Namun, dia tidak merinci kemungkinan pembatasan.

Walau beberapa dosis yang dikembangkan Rusia telah tersedia selama berbulan-bulan, pihak berwenang memvaksinasi masyarakat yang skeptis terhadap vaksin.

Jajak pendapat independen menunjukkan, lebih dari setengah orang Rusia tidak berencana divaksin.

Moskwa yang merupakan episentrum wabah Rusia, sejauh ini menahan diri menerapkan kembali pembatasan, tetapi pada Senin (11/10/2021) mengumumkan bahwa mereka akan membuka dua lusin situs di sekitar ibu kota untuk tes Covid-19 ekspres gratis.

Pakar independen menuduh otoritas setempat meremehkan tingkat keparahan epidemi Rusia.

Baca juga: Covid-19 Rusia Kembali Catat Angka Kematian Tertinggi, Ambulans Mengekor di Rumah Sakit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menggembirakan, Pertumbuhan Energi Terbarukan Global Cetak Rekor Baru

Menggembirakan, Pertumbuhan Energi Terbarukan Global Cetak Rekor Baru

Global
Pesan Angle Merkel Sebelum Letakkan Jabatan: Ambil Vaksin Secepatnya!

Pesan Angle Merkel Sebelum Letakkan Jabatan: Ambil Vaksin Secepatnya!

Global
Ledakan di Dekat Fasilitas Nuklir Natanz Iran, Terdengar Hingga 20 Kilometer

Ledakan di Dekat Fasilitas Nuklir Natanz Iran, Terdengar Hingga 20 Kilometer

Global
Di Desa Terpencil India, Setiap Orang Punya Lagu sebagai Nama

Di Desa Terpencil India, Setiap Orang Punya Lagu sebagai Nama

Global
Pertama Kali Buka Perbatasan Sejak 2 Tahun Pandemi, Fiji Sambut Meriah Turis dengan “Bula”

Pertama Kali Buka Perbatasan Sejak 2 Tahun Pandemi, Fiji Sambut Meriah Turis dengan “Bula”

Global
Menhan AS Sebut Penerbangan Pesawat China di Dekat Taiwan Seperti 'Latihan'

Menhan AS Sebut Penerbangan Pesawat China di Dekat Taiwan Seperti "Latihan"

Global
Biden dan Putin Dijadwalkan Bertemu Secara Virtual di Tengah Ketegangan Ukraina

Biden dan Putin Dijadwalkan Bertemu Secara Virtual di Tengah Ketegangan Ukraina

Global
Pejabat Pemerintah Inggris Diduga Adakan Pesta Saat Kasus Covid-19 Tinggi, Warga Lapor Polisi

Pejabat Pemerintah Inggris Diduga Adakan Pesta Saat Kasus Covid-19 Tinggi, Warga Lapor Polisi

Global
Momen Tamu Pernikahan Tak Mau Tinggalkan Prasmanan Meski Api Berkobar di Belakangnya

Momen Tamu Pernikahan Tak Mau Tinggalkan Prasmanan Meski Api Berkobar di Belakangnya

Global
Orangtua Remaja Pelaku Penembakan SMA Oxford AS Merasa Tidak Bersalah

Orangtua Remaja Pelaku Penembakan SMA Oxford AS Merasa Tidak Bersalah

Global
Granat Perang Dunia II Tertancap di Bokong Pasien, Pasukan Penjinak Bom Dipanggil ke UGD

Granat Perang Dunia II Tertancap di Bokong Pasien, Pasukan Penjinak Bom Dipanggil ke UGD

Global
Paus Fransiskus di Athena, Kunjungan Kepausan Pertama dalam Dua Dekade, Ini Pesannya

Paus Fransiskus di Athena, Kunjungan Kepausan Pertama dalam Dua Dekade, Ini Pesannya

Global
Lagi, Korsel Laporkan Temuan Covid-19 Harian Tertinggi

Lagi, Korsel Laporkan Temuan Covid-19 Harian Tertinggi

Global
Australia Mulai Vaksinasi Covid-19 Anak 5-11 Tahun pada Awal 2022

Australia Mulai Vaksinasi Covid-19 Anak 5-11 Tahun pada Awal 2022

Global
Unik Global: Kisah Pria dengan Dua Wajah | Raja-Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Unik Global: Kisah Pria dengan Dua Wajah | Raja-Raja Gila dalam Sejarah Kerajaan Kuno

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.