Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/10/2021, 22:15 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Dakota Stephenson, remaja berusia 15 tahun pertama kali mencoba vaping dengan teman sekolahnya. Tapi ia tak menyangka kebiasaannya itu memiliki risiko yang mematikan.

Bulan September lalu remaja asal Sydney tersebut dirawat di unit gawat darurat rumah sakit, karena menderita kelainan paru-paru yang disebabkan vaping, atau dikenal dengan istilah EVALI.

EVALI adalah singkatan dari E-cigarette or Vaping product use-Associated Lung Injury yang pertama kali dilaporkan terjadi di Amerika Serikat.

Baca juga: Waspada, Vaping Juga Tingkatkan Risiko Covid-19

Ibunya, Natasha Stephenson, mengatakan Dakota harus bernapas menggunakan bantuan ventilator dan setiap kali ia melepasnya membuatnya susah bernapas, Awalnya para dokter di rumah sakit menyangka ia tertular Covid-19.

Dakota Stephenson mengaku ia melakukan 'vaping' untuk membuat dirinya tenang.ABC NEWS/CHRIS TAYLOR via ABC INDONESIA Dakota Stephenson mengaku ia melakukan 'vaping' untuk membuat dirinya tenang.
Ia dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans hanya beberapa hari setelah merasakan sakit punggung dan kesulitan buang air kecil, kemudian muntah-muntah disertai debar jantung yang cepat dan suhu badan meningkat hingga 39 derajat.

"Saat itu ia kesulitan bernapas, semakin parah," kata Natasha.

Dalam beberapa jam Dakota mengalami hipoksia dengan tidak cukupnya udara yang masuk ke paru-parunya dan menyebabkan pneumonia di kedua paru-parunya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat itulah Dakota mengaku kepada ibunya jika ia diam-diam memiliki kebiasaan vaping selama tujuh bulan terakhir.

Dakota keluar dari rumah sakit setelah seminggu dirawat, tapi sekarang ia kesulitan saat berolahraga padahal sebelumnya sangat bugar.

Dari hasil pengamatan dokter, paru-paru Dakota kemungkinan besar mengalami EVALI yang disebabkan 'vaping'.MEDICAL JOURNAL OF AUSTRALIA via ABC INDONESIA Dari hasil pengamatan dokter, paru-paru Dakota kemungkinan besar mengalami EVALI yang disebabkan 'vaping'.
Dakota kini memperingatkan remaja lain tentang potensi risiko akibat kebiasaan vaping.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita WNI Terdampak Gempa di Turkiye: Ditanya Anak, 'Mama Gimana kalau Kita Meninggal?'

Cerita WNI Terdampak Gempa di Turkiye: Ditanya Anak, "Mama Gimana kalau Kita Meninggal?"

Global
Korban Tewas Gempa Turkiye dan Suriah Melampaui 15.000

Korban Tewas Gempa Turkiye dan Suriah Melampaui 15.000

Global
Muncul Teori Konspirasi AS Sengaja Ciptakan Gempa Turkiye Pakai Teknologi HAARP

Muncul Teori Konspirasi AS Sengaja Ciptakan Gempa Turkiye Pakai Teknologi HAARP

Global
6 Bulan Pasca-banjir, Nasib Warga Miskin Pakistan Kian Terpuruk

6 Bulan Pasca-banjir, Nasib Warga Miskin Pakistan Kian Terpuruk

Global
Dubes Ukraina Kecam Pentolan Pink Floyd Roger Waters

Dubes Ukraina Kecam Pentolan Pink Floyd Roger Waters

Global
Intel AS: Balon Mata-mata China Dirancang untuk Awasi Militer Seluruh Dunia

Intel AS: Balon Mata-mata China Dirancang untuk Awasi Militer Seluruh Dunia

Global
Twitter 'Down' di Turkiye Setelah Warga Protes Lambatnya Bantuan Gempa

Twitter "Down" di Turkiye Setelah Warga Protes Lambatnya Bantuan Gempa

Global
Derita Warga Suriah: Mengungsi karena Perang, Kini Lari dari Gempa

Derita Warga Suriah: Mengungsi karena Perang, Kini Lari dari Gempa

Global
Ada Indikasi Kuat Putin Berikan Separatis Rudal yang Tembak MH17

Ada Indikasi Kuat Putin Berikan Separatis Rudal yang Tembak MH17

Global
Rangkuman Hari Ke-350 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky ke Inggris | 24 Jam Paling Mematikan

Rangkuman Hari Ke-350 Serangan Rusia ke Ukraina: Zelensky ke Inggris | 24 Jam Paling Mematikan

Global
[POPULER GLOBAL] Gempa Turkiye-Suriah 11.236 Tewas | Putri Kim Jong Un Muncul Lagi

[POPULER GLOBAL] Gempa Turkiye-Suriah 11.236 Tewas | Putri Kim Jong Un Muncul Lagi

Global
Sekjen PBB Khawatir Perang dan Konflik di Dunia Kian Meluas

Sekjen PBB Khawatir Perang dan Konflik di Dunia Kian Meluas

Global
Saat Katak Jadi Penumpang Gelap Pesawat, Picu Alarm Pemeriksaan Bandara...

Saat Katak Jadi Penumpang Gelap Pesawat, Picu Alarm Pemeriksaan Bandara...

Global
Krisis dalam Krisis di Suriah: Rusak karena Perang, Hancur akibat Gempa

Krisis dalam Krisis di Suriah: Rusak karena Perang, Hancur akibat Gempa

Global
Erdogan Akui Ada Masalah dalam Pemerintahannya Saat Respons Gempa

Erdogan Akui Ada Masalah dalam Pemerintahannya Saat Respons Gempa

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+