Kompas.com - 12/10/2021, 11:20 WIB
Turis di Wat Arun, sebuah kuil di Bangkok, Thailand ThinkstockTuris di Wat Arun, sebuah kuil di Bangkok, Thailand

BANGKOK, KOMPAS.com - Thailand per 1 November akan mengakhiri aturan karantina Covid-19 untuk semua wisatawan yang sudah vaksinasi penuh dan berasal dari 10 negara yang berisiko rendah.

Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan bahwa "keputusan tersebut memiliki beberapa risiko", tetapi itu adalah langkah kunci untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata negara yang jatuh.

Melansir BBC pada Selasa (12/10/2021), disebutkan 10 negara berisiko rendah yang dapat masuk ke Thailand tanpa karantina antara lain Inggris, China, Jerman, dan AS.

Pernyataan PM Thailand tersebut di siaran televisi pada Senin (11/10/2021) tidak lupa menekankan bahwa "ketika mereka (wisatawan) tiba, mereka harus menunjukkan tes Covid-19 (negatif)...dan tes sekali lagi pada saat kedatangan".

Baca juga: Wisata Vaksin Jadi Tren Baru, Liburan ke Luar Negeri Gratis Vaksin Covid-19

Jika tes kedua juga negatif, setiap pengunjung dari 10 negara itu "dapat bepergian dengan bebas seperti orang Thailand", kata perdana menteri.

Namun dia mengingatkan bahwa pemerintah akan bertindak tegas, jika terjadi lonjakan infeksi atau munculnya varian Covid-19 yang sangat menular.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diperkirakan Thailand yang populer dengan pantai berpasir dan kehidupan malamnya yang tiada henti, kehilangan pendapatan pariwisata pada 2020 sekitar 50 miliar dollar AS (Rp 710,8 triliun).

Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi Thailand mengalami kontraksi terdalam dalam lebih dari dua dekade.

Lebih dari 70.000 wisatawan datang ke Thailand dalam 8 bulan pertama 2021, padahal pada 2019 bisa mencapai 40 juta wisatawan dalam 12 bulan pada 2019.

Baca juga: Indonesia Harus Waspada Wisata Balas Dendam untuk Hindari Gelombang Ketiga Covid-19

Menurut Universitas Johns Hopkins Amerika, Thailand telah melaporkan lebih dari 1,7 juta kasus Covid-19 yang dikonfirmasi sejak pandemi dimulai pada 2020, dengan hampir 18.000 kematian.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Global
Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Global
Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Global
Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Global
KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

Global
Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Global
BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

Global
2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

Global
Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Global
Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Global
5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

Global
Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Global
Anggota DPR AS Unggah Foto Natal Menenteng Senjata Api, Selang Beberapa Hari Setelah Penembakan di Sekolah

Anggota DPR AS Unggah Foto Natal Menenteng Senjata Api, Selang Beberapa Hari Setelah Penembakan di Sekolah

Global
10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

10 Letusan Gunung Api Terbesar di Dunia, Ada 2 dari Indonesia

Internasional
Pasukan Keamanan Myanmar Tabraki Pengunjuk Rasa dengan Mobil

Pasukan Keamanan Myanmar Tabraki Pengunjuk Rasa dengan Mobil

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.