Kompas.com - 11/10/2021, 16:50 WIB
Sekjen NATO Jens Stoltenberg. AP/FRANCISCO SECO via DW INDONESIASekjen NATO Jens Stoltenberg.

BRUSSELS, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan hari Kamis (7/10/2021) bahwa aliansi itu mencabut akreditasi terhadap delapan anggota delegasi Rusia di NATO karena melakukan kegiatan mata-mata.

Kedelapan pejabat itu akan dicabut aksesnya ke markas NATO di Brussels mulai akhir bulan karena mereka diyakini diam-diam bekerja sebagai perwira intelijen. NATO juga mengurangi jumlah posisi delegasi terakreditasi dari Rusia dari 20 menjadi 10 orang.

"Keputusan untuk menarik akreditasi delapan anggota delegasi Rusia ke NATO dilakukan berdasarkan kegiatan intelijen, karena (mereka) ini adalah perwira intelijen Rusia yang tidak diumumkan," kata Jens Stoltenberg. "Kami telah melihat peningkatan kegiatan jahat Rusia, setidaknya di Eropa, dan oleh karena itu kami perlu bertindak."

Baca juga: Diam-diam Bekerja sebagai Perwira Intelijen, Delapan Anggota Misi Rusia untuk NATO Diusir

Kepala NATO itu mengatakan, keputusan tersebut tidak "terkait dengan peristiwa tertentu" - namun tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang apa yang dimaksud.

Kantor pusat NATO di Brussels.PEMERINTAH MAKEDONIA UTARA via DW INDONESIA Kantor pusat NATO di Brussels.
Titik terendah sejak akhir Perang Dingin

Selanjutnya Jens Stoltenberg menerangkan, saat ini "hubungan antara NATO dan Rusia berada pada titik terendah sejak akhir Perang Dingin. Dan itu (terjadi) karena perilaku Rusia."

Hubungan antara Barat dan Moskwa telah merosot dalam beberapa tahun terakhir sejak pencaplokan Crimea oleh Kremlin tahun 2014, dan keterlibatan Rusia dalam konflik di Ukraina timur.

Rusia sejak lama memiliki status pengamat di NATO, yang dimaksudkan untuk mempromosikan kerja sama di bidang keamanan dalam kerangka Dewan NATO-Rusia. Namun pertemuan rutin Dewan NATO-Rusia terhenti sejak 2019 karena meningkatnya ketegangan.

Saling terkait, peledakan gudang amunisi dan peracunan Skripal

Jens Stoltenberg menjelaskan, sebenarnya NATO "siap untuk terlibat dalam dialog yang berarti dengan Rusia, dan kami juga siap mengadakan pertemuan Dewan NATO-Rusia." NATO sudah lama mengundang Rusia untuk melanjutkan konsultasi, kata Stoltenberg. ""Sejauh ini, Rusia belum merespons secara positif."

Delegasi Rusia di NATO sebelumnya sudah dirampingkan, setelah kasus peracunan mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Inggris dengan agen saraf Novichok, yang dilakukan anggota dinas rahasia Rusia. Namun Rusia hingga saat ini membantah keterlibatannya.

Media Sky News melaporkan, keputusan mengusir delegasi Rusia di NATO muncul setelah bulan April lalu terungkap informasi tentang ledakan fatal di gudang amunisi Ceko pada tahun 2014. Praha mengatakan, ledakan fatal itu melibatkan dua mata-mata Rusia - yang diidentifikasi juga terlibat dalam peracunan Skripal.

Pengungkapan kasus itu oleh Ceko menyebabkan saling usir puluhan diplomat antara Uni Eropa dan Rusia.

Baca juga: NATO Terancam Melemah atas Kesepakatan Kapal Selam Amerika Serikat dan Australia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

POPULER GLOBAL: Warga Afghanistan Jual Anak dan Ginjal untuk Makan | AS Cari Bantuan ke Qatar Amankan Gas ke Eropa

Global
Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Separatis Ukraina Desak Rusia Kirim Senjata Modern untuk Perang, Bukan Senapan Era Soviet

Global
Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Kremlin: AS Tidak Bahas Pandangan Rusia di Proposal untuk Ukraina

Global
Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Ukraina Sambut Baik Rencana Rusia Lanjutkan Pembicaraan pada Awal Februari

Global
Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Untidar Magelang Perkuat Kemitraan Global Lewat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi Belarus

Global
Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Kisah Misteri Brother Home, Penampungan Brutal yang Simpan Rahasia Kelam Korea Selatan

Global
IOC Akan Temui Peng Shuai, Bintang Tenis China yang 'Hilang', di Olimpiade Beijing

IOC Akan Temui Peng Shuai, Bintang Tenis China yang "Hilang", di Olimpiade Beijing

Global
Ditemukan Obyek Misterius dan Menakutkan di Galaksi Bimasakti

Ditemukan Obyek Misterius dan Menakutkan di Galaksi Bimasakti

Global
6 Warga Muda Jepang Tuntut PLTN Fukushima karena Kena Kanker Tiroid akibat Radiasi

6 Warga Muda Jepang Tuntut PLTN Fukushima karena Kena Kanker Tiroid akibat Radiasi

Global
Kekurangan Guru karena Covid-19, Gubernur Turun Tangan Jadi Pengganti

Kekurangan Guru karena Covid-19, Gubernur Turun Tangan Jadi Pengganti

Global
AS Tolak Permintaan Rusia Larang Ukraina Gabung NATO di Tengah Risiko Perang

AS Tolak Permintaan Rusia Larang Ukraina Gabung NATO di Tengah Risiko Perang

Global
Krisis Ukraina Ancam Pasokan Gas Bumi, Belanda Siapkan Rencana Darurat

Krisis Ukraina Ancam Pasokan Gas Bumi, Belanda Siapkan Rencana Darurat

Global
Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Presiden Israel Akan Kunjungi Turki, Erdogan Siap Perbaiki Hubungan

Global
7 Universitas Tertua di Dunia

7 Universitas Tertua di Dunia

Internasional
Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Rusia-Ukraina Sepakat Jaga Gencatan Senjata, tapi Kemungkinan Perang Masih Ada

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.