Kompas.com - 11/10/2021, 06:36 WIB
Foto pada 9 November 2018 memperlihatkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (dua dari kanan atas); dan utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov (kanan atas), tiba untuk menghadiri pertemuan dengan Taliban dan otoritas Afghanistan di Moskwa. AP PHOTO/PAVEL GOLOVKINFoto pada 9 November 2018 memperlihatkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov (dua dari kanan atas); dan utusan Presiden Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov (kanan atas), tiba untuk menghadiri pertemuan dengan Taliban dan otoritas Afghanistan di Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Rusia mengundang Taliban ke pembicaraan internasional tentang Afghanistan yang dijadwalkan pada 20 Oktober di Moskwa, ujar utusan Kremlin untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, pada Kamis (7/10/2021).

Menanggapi pertanyaan dari wartawan Rusia tentang apakah perwakilan Taliban akan diundang ke negosiasi yang melibatkan China, India, Iran, dan Pakistan, Kabulov mengatakan: "Ya".

Pembicaraan akan mengikuti KTT G20 di Afghanistan pada 12 Oktober yang akan berusaha membantu negara itu menghindari bencana kemanusiaan setelah pengambilalihan Taliban.

Baca juga: Pesawat yang Bawa Penerjun Payung Rusia Jatuh Setelah Lepas Landas, 16 Orang Tewas

Kabulov juga ditanya apakah Rusia akan mengirimkan bantuan ke Afghanistan, di mana krisis kemanusiaan semakin memburuk, seorang pejabat tinggi PBB memperingatkan pada Rabu (6/10/2021).

Rusia akan melakukannya, tetapi detailnya masih diputuskan, kata Kabulov.

"Sedang dikerjakan," katanya kepada wartawan yang dikutip AFP, dengan mengatakan "kargo" sedang dikumpulkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Moskwa bergerak untuk terlibat dengan Taliban tetapi tidak mengakui kelompok itu, yang dimasukkan sebagai organisasi teroris di Rusia.

Pada Senin (4/10/2021), Kabulov mengatakan Moskwa tidak akan "mengecualikan" revisi rezim sanksi PBB terhadap Taliban.

"Tetapi pada tahap ini, kami percaya tidak perlu terburu-buru," katanya.

Baca juga: Taliban Minta Inggris Bayar Ganti Rugi Perang Afghanistan Miliaran Poundsterling

Kremlin dalam beberapa tahun terakhir menjangkau Taliban dan menjadi tuan rumah perwakilannya di Moskwa beberapa kali, terakhir pada Juli.

Tidak seperti negara-negara Barat yang bergegas mengevakuasi para diplomat setelah Taliban berkuasa pada Agustus, Rusia tetap membuka kedutaan besarnya di Kabul.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengkritik keterlibatan asing dalam urusan domestik Afghanistan, dan mengatakan Moskwa sudah belajar dari invasi Uni Soviet ke negara itu.

Baca juga: Kisah Perang: Invasi Soviet ke Afghanistan yang Berujung Lahirnya Taliban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Rusia Umumkan Kasus Pertama Varian Omicron: 2 Warga dari Afrika Selatan

Global
Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Giliran Argentina Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Global
100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

100-an Kucing Ditemukan Mati di Sebuah Rumah di Perancis

Global
Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Siapakah Orang Pertama yang Menerbangkan Pesawat?

Internasional
Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Pria Nekat Ingin Masuk Kandang Singa untuk Ambil Berlian, Pengunjung Ikut Panik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, PBB: Persidangan Palsu, Bermotif Politik

Global
Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun, Inggris Kecam Junta Myanmar

Global
Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Pencipta Asterix Wafat Tinggalkan Komik yang Belum Selesai, Akan Diteruskan Putrinya

Global
Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Sejarah Penerbangan Dunia, dari Balon Udara hingga Roket

Internasional
Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Menilik Simulasi Sidang Model ASEAN yang Diikuti Anak Muda Indonesia Secara Virtual

Global
Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Hilang Hampir Seminggu di Pedalaman, 2 Remaja Ini Selamat Tanpa Air Minum

Global
Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Nikahi Lagi Mantan Istri yang Sakit Parah, Chen Siap Donasi Ginjal dan Jual Rumah

Global
75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

75.000 Orang Meninggal, Oktober Bulan Paling Mematikan dalam Pandemi Covid-19 Rusia

Global
KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

KBRI Beijing Gelar Media Gathering, Ini yang Disampaikan Dubes RI untuk China

Global
Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Resmi, Aung San Suu Kyi Dipenjara 4 Tahun oleh Junta Myanmar

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.