Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gereja Katedral Dipakai Jadi Lokasi Video Musik Vulgar, Uskup Agung Spanyol Meminta Maaf

Kompas.com - 09/10/2021, 10:42 WIB
Bernadette Aderi Puspaningrum

Penulis

Sumber Newsweek

MADRID, KOMPAS.com - Uskup Agung Toledo, Spanyol mengeluarkan permintaan maaf setelah reaksi keras dari Gereja Katolik Roma, karena mengizinkan video musik vulgar difilmkan di katedral abad ke-13 yang terkenal di kota itu.

Dirilis kemarin oleh rapper Spanyol C Tangana dan penyanyi Argentina Nathy Peluso, video musik berjudul Ateo (Atheist) menampilkan para musisi yang bermesraan, sementara orang-orang dan anggota pendeta menonton dengan seksama.

Baca juga: Paus Fransiskus Malu dengan Skandal Pelecehan Seksual yang Menimpa Gereja Katolik Perancis

Setelah video dirilis pada 7 Oktober, anggota gereja menuntut pimpinan katedral menjelaskan mengapa mereka membiarkan video provokatif dengan nama hujatan itu direkam di tempat ibadah.

Pada 8 Oktober, video tersebut memiliki lebih dari 1,5 juta tampilan.

"Kami dengan rendah hati dan tulus meminta pengampunan dari semua umat, baik umat awam atau imam, yang merasa terluka oleh penggunaan tempat suci yang tidak pantas ini," kata keuskupan agung dalam sebuah pernyataan melansir Newsweek pada Sabtu (9/10/2021).

Ia menambahkan bahwa prosedur akan direvisi untuk "memastikan bahwa tidak ada hal serupa yang terjadi lagi."

Video berdurasi hampir empat setengah menit dimulai dengan gambar Katedral Toledo dan lonceng gereja mulai berdering. Aktor dengan pakaian pastor mulai melihat-lihat saat C Tangana memasuki gereja.

Dua puluh lima detik ke dalam video, pemirsa melihat Peluso menari sementara seorang pria tua mengintip dari ambang pintu gereja, yang diam-diam mengawasinya.

Baca juga: Bajunya Dinilai Vulgar, Selebgram Ini Hampir Dilarang Naik Pesawat

Selanjutnya pasangan itu menari bersama, mengayunkan pinggul mereka dan menempel satu sama lain.

Kemudian dalam video tersebut, sang rapper mulai menarik rambut penyanyi itu, dan Peluso terlihat telanjang tetapi sebagian tubuhnya disensor, sambil memegang kepala C. Tangana yang terpenggal.

Uskup agung mengatakan dia "sangat menyesali apa yang telah terjadi" dan dia tidak tahu tentang apa proyek itu.

Namun, dekan Primata Cabildo, Juan Miguel Ferrer Grenesche, mengambil sikap berbeda.

Dalam pernyataannya, dekan membenarkan video tersebut dan mengatakan bahwa itu adalah "kisah pertobatan melalui cinta manusia."

Dia mengutip lirik lagu, "Saya adalah seorang ateis, tetapi sekarang saya percaya karena keajaiban seperti Anda harus turun dari surga," sebagai buktinya.

Baca juga: 216.000 Korban Pelecehan Seksual terhadap Anak Ditemukan dalam Gereja Katolik Perancis

Dia melanjutkan bahwa musisi tersebut menentang sikap intoleransi yang dibagikan oleh gereja dalam video tersebut, dan meskipun menggunakan "bahasa visual yang provokatif" itu tidak atipikal dari budaya saat ini, dan tidak mempengaruhi iman—dan bahkan dapat membawa orang kembali ke sana.

"Kami mohon maaf karena beberapa orang mungkin kesal. Kami meminta maaf karena telah menyakiti perasaan mereka. Tujuannya hanya untuk mendukung dialog dengan budaya kontemporer dengan tetap menghormati iman gereja," katanya.

Katedral Toledo dianggap sebagai salah satu kompleks keagamaan besar Spanyol, menurut Dana Monumen Dunia.

Bangunan itu terkenal karena arsitektur Gotiknya. Di dalam katedral itu, ada juga beberapa kapel dihiasi dengan karya seni serta koleksi karya "tak ternilai" lainnya.

Kota itu sendiri dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1986 karena situs sejarah dan budayanya yang penting. Kota itu seringkali disebut sebagai Tiga Budaya karena pengaruh Islam, Ibrani dan Kristen orang.

Baca juga: Paus Fransiskus Perbarui Hukum Kanonik, Tanggapi Kasus Pedofilia di Gereja Katolik

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com